Wanita Selingkuhan Suamiku

Wanita Selingkuhan Suamiku
Bab 20 Tiba tiba saja


__ADS_3

“Bagaimana dengan status mbak sebagai j*nd*?”


Zara terkekeh karena Rizky terus memberinya pertanyaan seperti wartawan.


“Tidak ada yang salah dengan statusku ini, Mas. Hanya saja mungkin aku belum terbiasa.”


“Kalau aku mau mengenal mbak dengan lebih baik apa mbak mengizinkan?”


Zara cukup terkejut saat Rizky mengatakan hal itu. Mereka memang sudah mulai dekat, hanya saja dekat dalam artian sebagai teman mengobrol. Sebelumnya Rizky tidak pernah berbicara seperti itu padanya.


“Silakan, Mas. Aku tidak melarang mas Rizky untuk mengenali aku dengan baik. Lagi pula kita kan teman mas. Wajar kok kalau mas mau mengenali aku,” Zara tersenyum manis dan berusaha agar tidak kelihatan canggung di hadapan Rizky.


“Bukan itu saja, mbak. aku juga akan menunggu masa id**h mbak sampai selesai,” Rizky terlihat lebih terang terangan dari pada sebelumnya.


Menurutnya ini adalah kesempatan terbaik untuk mengatakan itu. Wanita baik baik seperti Zara tidak akan ditemukan dua kali olehnya. Rizky mengambil tangan Zara yang ada di atas meja dan menggenggamnya. Butuh keberanian besar untuknya melakukan itu.


Zara bahkan sampai tidak berkutik karena perlakuan Rizky yang tiba tiba itu.


“Aku tidak mau bicara omong kosong, mbak. Maka dari itu aku mau nungguin mbak menyelesaikan masa id**hnya terlebih dahulu. Tiga bulan lagi aku akan wisuda mungkinkah pada waktu itu masa id**h mbak selesai?! Setelah selesai wisuda, aku akan bertanya lagi pada mbak dengan pertanyaan yang sama.”


“A-aku tidak mengerti, apa maksud Mas Rizky sebenarnya? Kenapa mas mau nungguin aku?!” balas Zara dengan sedikit terbata bata karena merasa gugup.


Rizky tidak menjawab, kemudian ia mengambil sesuatu dari saku celananya. Sebuah kotak cincin berwarna merah kini ada dalam genggaman tangannya. Rizky langsung mengambil cincinnya dari kotak itu. Lalu ia menatap wajah Zara sekilas. Rizky tersenyum tipis dan langsung memasangkan cincin itu di jari manis Zara.


Zara tidak bisa berkata kata, niatnya bertemu Rizky untuk ngobrol santai kenapa harus berakhir seperti ini.


“Jangan dilepas ya mbak, sampai tiga bulan ke depan. Setelah ini aku harap mbak bisa melupakan kejadian hari ini dulu. Kita berteman seperti biasanya. Dan aku janji setelah tiga bulan itu aku akan menjawab semua pertanyaan yang saat ini ada di pikiran mbak” Rizky mengelus tangan Zara yang lembut lalu melepasnya lagi.


Sebenarnya Rizky hari ini hanya ingin mengobrol biasa dengan Zara, tapi saat dalam perjalanan menuju ke cafe entah kenapa Rizky malah berhenti di toko perhiasan dan membeli cincin. Ungkapannya pada Zara pun terkesan mendadak tanpa persiapan, karena sebelumnya ia tidak merencanakannya. Mungkin karena ia bahagia mendengar wanita yang disukainya sudah tidak bersama orang lain, makanya Rizky berani mengatakan hal itu.


Zara tidak punya pilihan lain selain mengangguk, matanya tertuju pada cincin yang kini terpasang di jari manisnya. Cincin pernikahannya tergantikan oleh cincin emas yang diberikan Rizky saat ini.


Setelah puas mengobrol, Zara berpamitan pada Rizky untuk pergi ke toko kuenya. Zara ingin mengecek bahan bahannya sekaligus mau pergi belanja untuk bahan yang sudah habis. Rizky juga mengatakan pada Zara bahwa dia akan menemaninya.


Zara sudah menolak Rizky tapi Rizky tetap bersikeras untuk menemaninya. Akhirnya Zara pun hanya membiarkannya saja. Lagi pula mereka hanya berteman saja, tidak selingkuh seperti Rey...ah sudahlah Zara tidak ingin mengingatnya.


.

__ADS_1


.


.


Zara baru sampai di rumah jam tiga sore, ia pulang dengan diantar Rizky meskipun pada akhirnya Zara memilih untuk turun di depan gang rumahnya saja. Ia khawatir nanti ada yang melihat mereka. Apalagi Zara baru saja lepas status dari seorang istri menjadi seorang j*nd*. Zara tidak mau digosipkan aneh aneh.


Zara melepaskan helmnya kemudian merapikan rambutnya yang berantakan karena angin di perjalanan pulang tadi. Zara menyerahkan kembali helm itu pada Rizky.


“Makasih ya mas, udah nganterin aku pulang, jadi ngerepotin nih,” ucap Zara pada Rizky.


Rizky tertawa kecil dan mengambil helmnya. “iya mbak sama-sama. Kalau gitu aku pamit ya mbak,”


“Hati hati, mas,” balas Zara


Rizky memutar arah motornya lalu menghidupkan kembali motornya, ia melempar senyum manisnya pada Zara dan segera pergi meninggalkan Zara yang berdiri sambil menatapnya yang semakin menjauh dari pandangan.


Zara berbalik dan segera kembali ke rumah ayahnya. Saat tiba di rumahnya hal pertama yang Zara lihat adalah Heri yang sedang duduk melamun di teras rumah. Zara segera menghampirinya dan menepuk bahu ayahnya yang masih belum menyadari kedatangannya.


“Ayah, kenapa ngelamun?” ucapnya dengan hati hati khawatir Heri kaget.


“Zara habis pergi ke toko kue terus belanja bahan bahan kue,” jawab Zara. Ia berusaha menyembunyikan tangannya agar tidak terlihat oleh Heri.


“Ya sudah kalau gitu kamu masuk dulu sana terus istirahat! Ayah sudah belikan makanan tadi, makanannya ada di meja makan,” Heri menatap Zara dengan tatapan lembutnya.


Meski begitu Zara tau ayahnya itu sedang memikirkan sesuatu. Zara bisa melihatnya dari mata Heri yang terlihat berkaca kaca saat menatapnya.


Zara berlutut di depan Heri kemudian langsung memeluknya, ia yakin ayahnya sedang tidak baik baik saja.


“Ayah, Zara tau ayah lagi memikirkan sesuatu. Selama ini ayah selalu memendamnya sendiri. Tapi sekarang ayah punya Zara, ayah bisa cerita ke Zara kalau mau.”


Heri membalas pelukan Zara, ia beruntung karena masih memiliki Zara dalam hidupnya.


“Makasih ya nak,” ucapnya.


“Sama sama ayah,”


Zara pun melepas pelukannya dan tersenyum. “Ayo masuk yah, daripada ayah disini sendirian lebih baik temanin Zara makan,” Zara menyengir dengan menunjukkan giginya.

__ADS_1


Heri menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang seperti anak kecil.


“Baiklah, ayo masuk!”


Heri bangkit dari tempat duduknya begitu pun dengan Zara. Mereka masuk ke dalam rumah sambil bercanda dan tertawa.


.


.


Malam harinya


Rizky terus tersenyum sendiri saat makan malam. Vina yang melihatnya terheran karena tak biasanya bertingkah seperti itu di meja makan. Sedari tadi Vina terus memperhatikan Rizky. Entah ada apa dengan putranya itu. Vina merasa ada sesuatu yang membuat membuat Rizky bahagia. Akhirnya Vina pura pura berdeham demi mengalihkan perhatian Rizky. Benar saja, Rizky langsung melihat ke arahnya.


“Ada apa Ma?” tanya Rizky.


Vina hanya menggelengkan kepalanya.


“Mama perhatikan dari tadi kamu tersenyum terus. Ada apa sih?! Mama kan jadi penasaran!” ucap Vina.


“Memangnya dari tadi aku tersenyum ya?!” Rizky malah balik bertanya.


Vina mendengus dan menjawab. “iya, kamu senyum. Coba kasih tau mama apa sih yang bikin putra mama sampe gak fokus makan malam dan senyum senyum sendiri.


Rizky berpikir sesaat sebelum menjawab lalu ia menatap wajah Vina.


“Sepertinya aku jatuh cinta lagi, Ma.” Jawab Rizky


“Apaaaaa!!!!”


Bersambung ...


Terima kasih sudah membaca


Jangan lupa tinggalkan jejak


Like kalian penyemangatku

__ADS_1


__ADS_2