Wanita Selingkuhan Suamiku

Wanita Selingkuhan Suamiku
Bab 19 Bertemu seseorang


__ADS_3

Zara dan Heri langsung pulang ke rumah setelah pulang dari pengadil*n.Sebelum pulang tadi Zara sempat mampir ke rumah mantan mertuanya itu. Mereka ngobrol bersama dan membicarakan tentang rencana masa depannya setelah cerai itu. Zara hanya menanggapinya dengan senyuman. Jujur saja ia tidak punya rencana apapun. Zara hanya ingin menjalani kehidupannya dengan baik saja. Dengan status baru sebagai j*nda muda.


Taksi yang dinaiki Heri dan Zara sudah sampai di halaman rumah mereka. Keduanya langsung turun dan segera membayarnya. Setelah itu mereka masuk ke dalam rumah dan kembali ke kamarnya masing masing tanpa perbincangan.


Zara masuk ke dalam kamarnya dan menghempasan tubuhnya di kasur.


Ia menatap langit langit kamarnya dengan perasaan yang bercampur aduk. Ada rasa marah dan kecewa dalam dirinya yang tak bisa ia ungkapkan. Zara marah dengan semua yang terjadi saat ini, ia juga begitu kecewa karena Reydan bukannya berubah lebih baik malah semakin lengk*t pada ibunya.


Dalam hati kecilnya Zara masih sangat mencintai Reydan. Ada rasa tak rela dalam dirinya melihat Reydan bersama ibunya meskipun ia dan Reydan sudah bukan suami istri lagi.


Zara memejamkan matanya sejenak, ia ingin mendinginkan pikirannya dengan cara tidur. Hari ini sudah cukup melelahkan baginya. Baru saja Zara mencoba tidur, notif ponselnya tiba tiba berbunyi. Zara kembali membuka mata dan mencari ponselnya.


Setelah menemukannya Zara langsung mengecek. Satu pesan di aplikasi chatnya membuatnya penasaran. Zara langsung membukanya karena penasaran. Setelah dibuka Zara tersenyum ketika melihat siapa pengirimnya.


Mas Rizky: Gimana mbak hari ini?


Zara dan Rizky sudah mulai bertukar kontak setelah kejadian pem*kulan itu. Awalnya Rizky memintanya dengan alasan untuk memesan kue bila ia ingin. Namun lama kelamaan Rizky malah semakin gencar mendekati Zara. Ia juga sering mengirim pesan yang isinya menanyakan Zara sudah makan atau belum.


Zara langsung mengetikkan balasannya, ia sudah menganggap Rizky seperti temannya jadi ia sudah mulai santai dan tidak formal lagi.


"Iya mas, semuanya lancar, Mas.” Zara mengirimkan balasannya.


Tak lama kemudian ia kembali mendapat balasan.


Mas Rizky: Berarti udah resmi sendiri lagi ya mbak?”


“Iya begitu deh, Mas.”


Di sebrang sana, Rizky terlihat sangat senang mendengar kabar itu. Entah kenapa ia malah senang mendengar kabar Zara sudah resmi bercerai. Dari tadi ia membalas pesan Zara dengan senyum yang terukir di bibirnya. Rizky memberanikan diri untuk mengajak Zara bertemu.


Ia sudah mengetiknya hanya saja masih ragu untuk mengirimkannya. Rizky takut Zara menolak. Ia akan menghapusnya kembali.


Sayangnya jarinya malah menekan tombol kirim sehingga pesan itu terkirim dan langsung dilihat oleh Zara. Rizky membelalakkan matanya saking terkejutnya.

__ADS_1


“B*d*h banget sih kamu Ky, bisa bisanya pesan itu kamu kirim,” rutuk Rizky sambil melihat ponselnya dengan pasrah. Ia menarik nafas menenangkan dirinya dan bersiap untuk mendapat balasannya.


Ting, ponselnya kembali berbunyi. Rizky langsung membukanya, kali ini lebih terkejut lagi daripada sebelumnya.


Zara: Boleh mas, kita ketemu di cafe depan toko kueku saja ya. Sekalian aku mau ngecek bahan bahan nanti disana,”


Rizky tersenyum lebar, ia pikir Zara akan menolaknya tadi. Kalau begitu sekarang juga ia harus bersiap siap. Zara juga sudah menentukan waktu dan tempatnya. Rizky tidak mau membuat Zara menunggu dirinya nanti. Ia harus tiba di cafe sebelum Zara datang.


.


.


.


Tiga puluh menit kemudian


Zara masuk ke dalam cafe tempat ia berjanjian dengan Rizky tadi. Ia mengedarkan pandangannya di seluruh meja sambil mencari keberadaan Rizky. Setelah menemukannya Zara langsung menghampirinya. Zara bisa melihat Rizky sudah menunggunya. Rizky masih tidak menyadari kedatangannya karena sedari tadi ia hanya fokus dengan ponselnya.


“Mas Rizky?!” panggil Zara kemudian.


Zara mengangguk seraya berterima kasih. Matanya kembali menatap pada Rizky yang juga tengah menatapnya. “Kamu sudah pesan, Mas?” tanya Zara.


“Belum mbak, aku juga nunggu mbak makanya belum pesan. Berhubung sekarang mbak sudah disini, kita langsung pesan dulu ya?!”


Rizky mengangkat tangannya dan memanggil pelayan untuk memesan makanan. Setelah itu mereka berdua memilih makanan. Rizky hanya memesan h*t chocolate dan steak sedangkan Zara memesan udang crispy dan lemon tea. Setelah pelayan mencatat pesanan mereka, Rizky dan Zara hanya tinggal menunggu pesanan mereka datang.


Sambil lalu Rizky mengajak Zara mengobrol tentang kuenya. Obrolan mereka semakin asik bahkan Zara sampai bisa tertawa lepas karena Rizky.


“Mas Rizky ada ada aja deh,” ucap Zara di sela sela tawanya.


Rizky tersenyum ketika melihat Zara yang sudah bisa tertawa lepas. Sepertinya Zara sudah tidak terlalu memikirkan masalahnya lagi. Rizky memberanikan diri untuk bertanya hal itu lagi pada Zara.


“Boleh aku bertanya gak mbak?” tanyanya secara tiba tiba sehingga membuat Zara berhenti tertawa.

__ADS_1


“Mau nanya apa, mas?”


“Mbak, baik baik aja kan?!” Rizky menatap lurus pada kedua bola mata indah milik Zara.


“Soal apa ya?” Zara yang tidak mengerti langsung bertanya balik.


“P*rcerai*n mbak dan status baru mbak saat ini,” jawab Rizky tanpa ragu. Ia hanya ingin melihat ekspresi Zara ketika ia membahas masalah itu. Rizky terus memperhatikan Zara tanpa mengalihkan pandangannya.


Lama Zara terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Rizky sampai akhirnya makanan mereka pun datang. Rizky bisa melihat tatapan Zara sudah berbeda dari sebelumnya.


“E-emm kita makan dulu ya mas. Baru nanti kita lanjutin ngobrolnya,” ucap Zara sambil menunduk dan pura pura mau menyantap makanan di mejanya. Padahal Rizky tau, Zara hanya ingin mengalihkan pembicaraan mereka. Rizky juga bersiap untu memakan makanannya, ia juga tidak mungkin memaksa Zara cerita.


Mereka makan dengan tenang tanpa ada obrolan sedikit pun. Sesekali Zara melirik Rizky yang memotong steak dan dimakannya. Tak terasa mereka sudah menghabiskan makanannya hingga piringnya kosong. Zara menyeruput lemon teanya sampai habis tak bersisa. Begitu pun dengan Rizky.


Meski begitu masih tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka. Rizky khawatir salah bicara lagi. Dengan melihat ekspresi Zara yang berubah tadi membuat Rizky merasa bersalah karena menanyakan itu.


“Soal pertanyaan mas Rizky tadi, aku jawab sekarang yah,” ucap Zara.


Rizky mengangguk kecil meskipun ia kaget karena Zara tiba tiba menjawabnya. Ia pikir Zara tidak akan menjawab.


Zara mengambil nafas yang dalam, ia berusaha menengkan dirinya untuk bercerita meskipun berat.


“Kalau aku bilang baik baik aja, itu sama saja aku berbohong mas. Nyatanya aku masih butuh waktu untuk mengatakan baik baik aja. Bagaimana pun ini bukan hal yang mudah bagiku. Empat tahun kami berpacaran hingga melanjutkan dengan pernikahan. Nyatanya pernikahan ini hanya bertahan dalam beberapa bulan saja,” mata Zara berkaca kaca saat menceritakannya. Ia seperti kembali membuka luka dengan menceritakannya.


“Apa yang membuat mbak berani mengambil keputusan cer*i?! bukankah wanita biasanya jika terlalu mencintai dia akan memaafkan apapun kesalahan suaminya.”


“Saat aku mengambil keputusan c*rai, aku tidak melihat dari wajahnya, tapi dari kesalahannya. Wanita jika bisa memaafkan itu artinya dia masih memandang pelaku sebagai suami yang dicintainya. Tapi itu tidak berlaku untukku, karena yang aku lihat hanyalah kesalahannya meskipun aku sangat mencintainya.”


“Bagaimana dengan status mbak sebagai j*nd*?”


Zara terkekeh karena Rizky terus memberinya pertanyaan seperti wartawan.


“Tidak ada yang salah dengan statusku ini, Mas. Hanya saja mungkin aku belum terbiasa.”

__ADS_1


“Kalau aku mau mengenal mbak dengan lebih baik apa mbak mengizinkan?”


__ADS_2