Wanita Selingkuhan Suamiku

Wanita Selingkuhan Suamiku
Bab 32. Panggilan Video


__ADS_3

Setelah Rizky dan Vina pulang, Zara memutuskan untuk mencuci wadah kuenya terlebih dahulu. Hari ini tidak begitu banyak pesanan, hanya ada beberapa pesanan yang sudah ia siapkan dan tinggal diambil oleh pelanggannya. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang mencuci wadah wadah itu.


Zara meletakkan wadah itu di tempatnya semula, ia mengusap keningnya yang meneteskan keringat. Karena merasa gerah, Zara memilih untuk keluar dari tokonya sebentar. Zara pergi ke indo****aret yang berada tepat di depan tokonya itu.


Ia masuk ke dalam indo***et itu lalu mengambil beberapa minuman dan cemilan yang akan ia makan nanti di toko kuenya. Saat sibuk memilih cemilan, tiba tiba dari arah belakang seseorang menabraknya sehingga cemilan yang dipegang Zara jatuh berceceran.


“Aduh, maaf mbak. Saya gak sengaja,” ucap orang yang menabrak itu sambil memungut cemilan Zara kembali.


Setelah mengambilnya orang itu menyodorkan kembali cemilan Zara yang jatuh tadi padanya.


“Ini mbak,” ucapnya.


Tatapan Zara tidak mengarah pada cemilan miliknya itu, tapi matanya tertuju pada siapa yang mengambilkan cemilannya itu. begitu juga dengan wanita itu, wanita itu adalah Asri yang kebetulan juga berbelanja di situ. Alhasil mereka hanya saling pandang satu sama lain.


Zara mengenali pakaian yang dipakai oleh ibunya itu, itu adalah pakaian miliknya yang sengaja ia tinggal di rumah Reydan. Namun sekarang ia terkejut ketika melihat pakaian itu dipakai oleh ibunya sendiri.


“Kamu lagi?! Nih cepat ambil snack mu. Aku mau pulang,” ketus Asri sambil menyodorkan snack itu pada Zara. Zara segera mengambilnya tanpa banyak bicara dan menggelengkan kepalanya.


“Baguslah kalau mau pulang, lihatlah orang orang disini menertawakanmu karena pakaian yang kau pinjam itu,” jawab Zara sambil tersenyum sinis.


Asri menoleh ke belakang, ia melihat semua pembeli disana sedang menatap ke arahnya. Bahkan karyawan dan kasirnya juga ikut melihat ke arahnya, mereka saling berbisik bisik satu sama lain seolah sedang mengejek penampilannya. Lalu ia kembali menatap Zara yang tersenyum mengejek ke arahnya.


“Kenapa tersenyum? kamu pikir ada yang lucu?!” ucap Asri lagi dengan ketus.


Zara menggelengkan kepalanya, “Tidak lucu, hanya saja kenapa kamu begitu bangga memakai pakaian orang lain. Itu adalah pakaianku. Dan itu dibeli dengan uangku sendiri, jadi kamu gak ada hak untuk memakai pakaian itu. sadar diri aja lah ya,” sindir Zara lalu melewati Asri dan berjalan menuju kasir untuk membayar cemilan dan minumannya itu.


Asri yang mendapat serangan telak itu tidak terima, ia juga melangkah menuju ke arah kasir dan menyerobot antrian Zara.


Zara hanya bisa menghela nafas pasrah, “Sabar Zar, di depanmu ini orang tua. Kasihan dia gak punya tenaga untuk ngeladenin mainannya nanti,” ujar Zara dengan santainya.


Asri tidak menghiraukannya meski ia sudah kesal pada Zara. Dulu ia memang menyayangi Zara, namun sejak Zara memiliki Reydan. Asri mulai iri padanya, ia merasa Zara sangat beruntung karena memiliki seorang Reydan yang berwajah tampan dan tubuh atletis. Namun sekarang, tidak ada lagi rasa sayang itu. Jiwa keibuannya saja bahkan sudah hilang entah kenapa.

__ADS_1


Setelah Asri membayar belanjaannya, ia langsung pergi dari ind****ret itu. Zara mengangkat bahunya dengan acuh tidak acuh. Biarkan saja Asri pergi, lagi pula ini bukan salahnya. Zara hanya mengomentari cara berpakaiannya. Jujur saja ia masih membenci ibunya. Ia mungkin masih bisa memaafkan Reydan karena dia hanya orang luar dalam hidupnya yang tidak ada hubungan darah. Sedangkan dengan Asri, Zara tidak semudah itu untuk melupakannya.


Asri adalah ibu kandungnya, ibu yang selalu mengajari cara bersikap baik di depan semua orang. Namun saat ia dewasa, malah Asri yang bersikap tidak baik.


.


.


Malam hari


Rizky baru saja selesai melakukan kewajibannya, yaitu beribadah. Dia melepaskan sarungnya dan menggantinya dengan c*lan* pendek yang biasa ia pakai untuk tidur. Setelah itu Rizky naik ke ranjangnya dan merebahkan dirinya disana.


“Kira kira mbak Zara sekarang ngapain ya?” pikir Rizky dalam hatinya.


Rizky menoleh ke sampingnya, ia mengambil ponsel yang tergeletak di sampingnya. Ia menggeser layar ponselnya lalu mencari aplikasi chat yang biasa ia gunakan. Setelah menemukannya, Rizky langsung mengkliknya. Ia mencari nama Zara dalam daftar kontaknya.


Rizky tersenyum ketika membaca kembali chat yang dikirimkan Zara tadi pagi, Zara berterima kasih padanya dan setelah itu mereka juga sempat video call pada siang harinya.


“Selamat malam, mbak. Sudah tidur belum?”


Setelah mengirimkannya, Rizky memegang ponselnya dan meletakkan di dadanya. Matanya memandang ke langit langit kamarnya. Selalu saja ia merasa gugup saat mengirimkan pesan pada Zara. Ia bisa merasakannya saat ini, detak jantungnya terus berdetak dengan kencang. Ia tidak pernah merasakan hal ini bersama wanita lainnya kecuali mendiang tunangannya dan Zara.


Ting


Ponselnya kembali berbunyi, Rizky dengan cepat mengangkat ponselnya dan melihat balasan dari Zara.


Zara: Belum mas, ini aku baru selesai ibadah


Rizky: Alhamdulillah kalau gitu mbak, kita sama kok. Semoga saja suatu sat kita juga bisa melaksanakannya bersama-sama ya.


Zara: Maksudnya gimana ya, mas

__ADS_1


Rizky: Bukan apa apa kok mbak. Oh iya sekarang mbak lagi ngapain?


Zara: Lagi rebahan aja mas, mas nya sendiri lagi ngapain? Gak nongkrong mas? Biasanya kan mahasiswa kalau udah mau wisuda sering nongkrong sama teman temannya.


Rizky terus membalasnya dengan senyum yang terus terpatri di bibirnya. Rizky bahkan lupa menutup pintu kamarnya sehingga kamarnya terbuka dengan lebar.


Vina yang melihat pintu kamar Rizky terbuka merasa heran, karena tak biasanya Rizky membuka pintu kamarnya saat ia sendiri ada di dalamnya.


“Pasti dia ketiduran,”  ucap Vina dalam hati.


Vina menggelengkan kepalanya, ia melangkah menuju kamar Rizky untuk menutup pintunya. Namun saat ia tiba disana, Vina malah melihat pemandangan Rizky yang tersenyum sendirian sambil memegang ponselnya. Vina tidak langsung menutup pintu, dia memutuskan untuk mengintip terlebih dahulu. Ia penasaran pada apa yang dilakukan Rizky sampai membuatnya tersenyum seperti itu.


Rizky yang tidak menyadari keberadaan Vina, ia terus melanjutkan chatnya dengan Zara. Sampai akhirnya Rizky memberanikan diri untuk mengajak Zara video call. Ia menggigit bibirnya saat Zara menyetujui ajakannya.


“Hai mas,” sapa Zara saat panggilan video call mereka terhubung.


Rizky tidak menjawab, ia tertegun melihat penampilan Zara malam itu. Zara hanya memakai baju tidur yang tipis. Zara terlihat lucu sekali di matanya. Lalu ia segera menyadarkan dirinya dan menjawab sapaan Zara.


“Hai juga, mbak.”


Zara tersenyum pada Rizky.


“Besok gak ke kampus mas?”


 


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca


Jangan lupa like+komentar

__ADS_1


 


__ADS_2