Wanita Selingkuhan Suamiku

Wanita Selingkuhan Suamiku
Bab 14 Keluarga


__ADS_3

“Mas Reydan berhubungan badan sama Mama,” akhirnya kalimat itu keluar juga dari bibir Zara, sedari tadi lidahnya terasa kelu karena ingin mengatakan itu.


Pada akhirnya sekarang ia sudah melepaskan ucapannya. Zara mengangkat wajahnya dan melihat reaksi mereka.


“Apa maksudnya ini Zara? Mana mungkin mereka melakukan itu. Ini mustahil, mama yakin kamu salah paham. Lagi pula kenapa kamu tega menuduh mama kamu sendiri,” ucap Layla menggeleng tak percaya.


Sedangkan Noval ia tidak berkata apapun, ia masih mencerna berita ini. Tentu saja ia sangat terkejut dengan hal ini.


“Ma, tapi ini kenyataannya. Zara berani bersumpah jika Zara berbohong biar Allah cabut nyawaku sekarang. Tapi apa yang aku katakan ini bukan kebohongan Ma, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri.” Zara sangat emosi karena mertuanya malah menuduhnya berbohong.


Ia bahkan berani bersumpah jika dirinya tidak berbohong. Pikirannya sudah kalut saat ini, Zara tidak bisa berpikir jernih.


Heri tidak berkata apapun, tapi Zara tau ayahnya itu tidak mungkin menghakiminya. Tapi tiba tiba Zara melihat ayahnya mendekati Asri yang sedari tadi terdiam. Tangan Heri langsung menampar pipi Asri dengan kuat dan berhasil membuat semua orang terkejut.


“Dasar bi*dab, jadi ini alasan kamu minta cerai dariku. Setelah kuceraikan ternyata kamu bermain gila dengan suami putrimu sendiri. Kamu sudah gila hah!!!”


Zara membulatkan matanya saat mendengar kata cerai dari mulut ayahnya. Kenapa ia baru tau sekarang. Zara pikir selama ini rumah tangga orang tuanya harmonis tapi nyatanya mereka sudah bercerai tanpa sepengetahuannya. Zara menggelengkan kepalanya, ia tidak akan tinggal diam saja. Ia yakin semua ini ada hubungannya dengan masalah perceraian itu.


Asri tersenyum sinis pada Heri dengan memegang pipinya yang memerah karena tamparannya. Kemudian ia melirik semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


“Kalau aku benar melakukannya kamu mau apa Mas? Kita melakukannya secara suka rela kok. Apalagi Reydan tidak menolak itu. Reydan juga bersalah dalam hal ini kenapa hanya aku yang disalahkan di sini,”


Noval dan Layla yang mendengar dari mulut besannya sendiri langsung menatapnya dengan tidak percaya. Noval yang sedari tadi diam akhirnya ia angkat bicara. Emosinya sudah tidak bisa ia tahan lagi.


“Cukup!!!”


Noval menggebrak meja dengan kuat hingga suasana kembali hening, mata Noval tertuju pada Reydan yang sedari tadi tidak berkutik. Lalu ia juga melihat ke arah Zara yang sepertinya mulai lelah dengan situasi saat ini.


Noval merasa kasihan dengan menantunya itu. Terlebih istrinya tadi menuduhnya berbohong. Noval tidak banyak bicara lagi, ia berdiri dan menyeret Reydan dengan sekuat tenaga. Tidak hanya itu Noval langsung melayangkan pukulannya pada Reydan. Berkali kali dia memukulnya bahkan sampai hidungnya berdarah.


Layla dan Tari juga tidak berusaha mencegahnya, mereka tau dalam hal ini Reydan sangat bersalah. Layla jadi merasa bersalah karena sempat menuduh Zara tadi. Ia bisa melihat dengan jelas saat ini Zara kosong, tatapannya tidak seperti tadi. Sepertinya Zara sudah tertekan dngan masalah ini ditambah berita perceraian dari orang tuanya.

__ADS_1


Zara memejamkan matanya, ia tidak sanggup melihat suaminya dipukuli secara habis habisan oleh ayahnya sendiri. Meski begitu, ia hanya membiarkannya saja. Rasa sakit pukulan itu tidak sesakit hatinya yang sudah terluka dalam sekali.


Niel, sepupu Reydan yang melihat kejadian itu langsung bangkit dan berusaha menghentikan Noval.


“Om, tenang dulu om. Kita bisa selesaikan ini baik baik. Reydan juga sudah cukup terluka,” ucap Niel sambil menahan tubuh Noval agar tidak kembali memukul.


Niel meringis ketika melihat wajah Reydan yang penuh dengan darah. Ia merasa tak tega sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi, Reydan sudah menanam maka dia juga yang harus menuainya.


Noval mengangguk dan kembali duduk bersama Niel, ia bahkan membiarkan Reydan kesakitan sendiri di lantai yang begitu dingin itu.


Reydan berusaha bangun sambil terbatuk batuk, ia merasa kesakitan di sekujur tubuhnya akibat pukulan dari ayahnya.


Reydan menyeret tubuhnya untuk mendekati Zara, tapi sayangnya Zara memilih untuk berpindah tempat dan duduk di samping Heri, ayahnya. Reydan tidak bisa melakukan apa apa lagi kecuali hanya memohon dengan tatapan sendunya.


“Zara.....”


“Aku mau kita sebaiknya bercerai,” Zara memotong perkataan Reydan.


Zara mengalihkan pandangannya pada Niel yang terus memperhatikan mereka. “Mas Niel, aku mohon, tolong bantu aku untuk mengurus surat cerai. Aku sudah tidak mau melanjutkan pernikahan pahit ini,”


Zara mengangguk seraya tersenyum tipis, ia bisa mengerti perasaan Layla. Layla yang sudah menganggap Zara seperti putrinya sendiri langsung menarik Zara ke dalam pelukannya. Layla mengelus rambut Zara dengan begitu lembut. Matanya tertuju pada Asri yang hanya diam saja, Layla benar benar tidak menyangka ada seorang ibu yang seperti itu. Bisa bisa putranya bermain dengan wanita tua sepertinya.


“Enggak!!!! Pokoknya Aku gak mau cerai, lagi pula aku hanya melakukannya sekali. Tolong beri aku kesempatan Zara,” Reydan bangun dengan tertatih tatih sambil menatap tajam pada Zara yang masih di pelukan Layla.


Layla yang sudah geram dengan Reydan akhirnya bicara.


“Kenapa enggak? Zara bisa mendapatkan laki laki yang lebih baik dari kamu. Mama akan dukung Zara untuk cerai sama kamu,”


“Pokoknya Reydan gak mau cerai!!!!,”


Heri mengepalkan tangannya, wajahnya memerah karena menahan amarahnya. Ia tidak terima jika Zara diperlakukan seperti ini. “Nak Niel, om juga minta tolong sama kamu untuk secepatnya mengurus surat cerai untuk mereka,” ucap Heri dan berhasil membuat Reydan terdiam.

__ADS_1


Niel yang merasa namanya disebut sebut sejak tadi tersenyum tipis. Dalam hal ini dia tidak memandang siapapun sebagai keluarga. Karena secara tidak langsung mereka meminta Niel untuk jadi pengacara Zara dalam perceraian ini.


“Baik, om. Saya akan berusaha untuk membantu,” jawabnya yang berhasil membuat semuanya lega, kecuali Reydan.


“Jangan gila Niel, ini masalah rumah tanggaku sendiri! Kamu tidak usah ikut campur apalagi bahas masalah perceraian!!” gertaknya.


Zara melepaskan dirinya dari pelukan ibu mertuanya, sepertinya ia sudah terlalu sabar tadi sehingga tidak banyak bicara. Zara tidak mau terlihat lemah lagi, ia harus menyelesaikan semuanya malam ini.


“Sorry Rey, daripada kamu marah marah karena kesalahanmu sendiri, lebih baik kamu ngaca dulu dan renungi kesalahanmu. Mulai sekarang aku tidak hanya sepupunya, akan tetapi pengacara untuk Zara, istrimu.”


“Terima kasih Mas Niel,” Zara tersenyum tipis dan dibalas senyuman oleh Niel.


“Aku tidak ingin mengatakan apapun sama kamu, Mas. Aku hanya ingin meminta maaf pada Mama sama papa karena tidak bisa menjadi menantu yang baik untuk mereka dan memilih menyerah untuk secepat ini,”


“Kamu tidak bersalah nak, kamu tidak usah minta maaf,” sahut Noval.


Layla mengangguk setuju, “Justru papa sama mama yang harus minta maaf sama kamu,”


Zara menatap Heri yang menganggukkan kepalanya padanya, ia tidak peduli lagi dengan Asri, bahkan melihatnya pun ia sudah malas.


“Sampai jumpa di pengadilan Mas, sebelum pengadilan yang memutuskan hubungan kita, aku juga ingin mengatakan sesuatu. Mulai detik ini aku anggap kita bukan suami istri lagi. Aku menyerah Mas. Malam ini juga aku akan pulang bersama ayahku.”


“Dan untuk Mama yang sudah melahirkanku, terima kasih sudah menyakiti aku. Sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan mama.”


Zara meneteskan air matanya dan kembali menangis. Air matanya jatuh bahkan sampai ke lantai. Tari yang merasa tidak tega langsung beranjak dari sofa dan berlari memeluk Zara.


“Jangan nangis kak, Tari bangga punya kakak ipar seperti kakak,”


Malam ini Zara lewati dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia sedih, kecewa, marah dan bahagia saat keluarganya mendukung keputusannya. Terlebih pada ayahnya sendiri, Zara bangga karena memiliki ayah seperti Heri. Kedua mertuanya bahkan ikut memberikan dukungan. Ia sempat melihat Asri dan Reydan saling menatap satu sama lain. Zara memilih mengabaikannya, ia tidak mau sakit hati lagi.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah membca


Jangan lupa tinggalin jejak ya


__ADS_2