Wanita Selingkuhan Suamiku

Wanita Selingkuhan Suamiku
Bab 23 Menikah?


__ADS_3

“Mas, kalau mau jalan ya jalan aja. Gak usah ngehalangi motor orang gini!” ucapnya.


Pengendara motor itu akhirnya ikut membuka kaca helmnya.


“Sorry, kayaknya saya sengaja,” ucap pengendara motor itu yang tak lain adalah Reydan.


Rizky kaget ketika melihat Reydan, tapi ia kembali menormalkan ekspresinya.


“Saya tidak ada urusan sama kamu. Jadi tolong minggirin motor kamu karena saya mau pulang!” lanjut Rizky lagi.


“Siapa bilang kita tidak ada urusan?! Saya pikir kita punya urusan yang harus diselesaikan.”


Reydan menatap Rizky dengan tajam, seolah olah mereka berdua adalah musuh bebuyutan. Rizky dan Reydan saling menatap satu sama lain. Hingga akhirnya tatapan mereka diputuskan oleh suara klakson yang bersahut sahutan karena ulah mereka.


Rizky menghela nafasnya, ia menoleh kebelakang dan banyak orang yang kesal terhadapnya karena tak kunjung jalan juga. Rizky pun meminggirkan motornya dengan diikuti oleh Reydan. Setelah mereka sudah meminggirkan motornya seketika pengendara lainnya langsung melewati mereka.


Rizky membuka helmnya lalu turun dari motornya.


Begitu pun dengan Reydan. Setelah mereka turun dari motor keduanya maju dan saling berhadapan. Reydan terus memandangi wajah Rizky seolah Rizky telah melakukan kesalahan besar padanya.


“Jadi, apa maksud kamu dengan menghalangi jalan saya untuk pulang. Terlebih kamu juga sampai menunggu di depan gerbang kampus saya. Jangan bilang jika ini tidak sengaja, karena saya tau kamu punya alasan terhadap saya,” ucap Rizky dengan nada yang sengit.


Rizky tersenyum sinis dengan tangan yang bersedekap di dada. “Saya memang menunggu kamu. Tangan saya tidak sabar untuk memukulmu lagi. Berani-beraninya kamu mendekati Zara, istriku.” Geram Reydan dengan wajah yang memerah karena menahan amarahnya.


Rizky yang mendengar hal itu dari mulut Reydan seketika langsung terkekeh. Bisa bisanya pria di hadapannya itu berbicara seperti itu dengannya. Padahal Rizky sudah mengetahui semuanya tentang masalah mereka karena Zara sudah menceritakannya padanya. Dan yang lebih lucu mendengar pengakuan dari mulut Reydan sendiri.


“Jika boleh saya koreksi, mbak Zara itu hanya mantan istri kamu. Mbak Zara juga bukan istri kamu lagi. Lalu hak kamu apa untuk melarang saya mendekati mbak Zara?!” tanya Rizky.


Reydan mengepalkan tangannya dengan kuat. “Terserah, yang penting mulai sekarang kamu jauhi dia! Saya akan segera rujuk kembali dengan dia.”

__ADS_1


Rizky berdecak, dia menggelengkan kepalanya. Melihat sikap Reydan yang seperti ini membuatnya yakin bahwa laki laki itu adalah laki laki yang telah menyakiti wanita sebaik Zara. Matanya menatap lurus pada Reydan, ia tidak menunjukkan bahwa dia akan menyerah dalam hal ini.


“Terserah! Apa pun yang kamu katakan. Saya tidak peduli itu! yang saya pedulikan adalah kenyamanan dan kebahagiaan mbak Zara. Dan saya pastikan saya tidak akan membiarkan kamu untuk mendekati mbak Zara.”


Rizky maju satu langkah mendekati Reydan, ia menatap wajah Reydan dengan lekat lalu secara tiba tiba Rizky memberinya pukulan di wajahnya. Reydan yang tidak siap langsung terhuyung ke belakang sambil memegang wajahnya yang baru saja terkena pukulan.


Rizky tersenyum puas setelah memukul Reydan. “Itu akibatnya kalau kamu mengganggu apa yang aku lakukan! Dan itu juga sebagai balasan atas rasa sakit yang mbak Zara terima.”


Reydan hanya melihat Rizky dengan tatapan yang penuh kebencian. Ia merasa tidak terima karena dipermalukan seperti ini. Aksi mereka aja sampai ditonton oleh mahasiswa yang baru pulang kuliah sama seperti Rizky. Reydan bisa melihat mereka semua menertawakannya karena tidak membalas pukulan Rizky.


“Urusan kita belum selesai,” ancam Reydan setelah kembali menegakkan tubuhnya.


“Terserah!” jawab Rizky.


Reydan berjalan menuju motornya kembali. ia bahkan dengan sengaja menyenggol bahu Rizky dengan bahunya. Rizky hanya berdecih melihat aksi kekanakan Reydan. Ia berbalik dan melihat Reydan yang sudah bersiap pergi. Setelah benar benar pergi Rizky melirik ke arah semua orang yang mengintipnya.


“Bubar bubar! Ini bukan tontonan,” ucapnya yang langsung disoraki oleh mereka.


.


.


.


Reydan pulang ke rumahnya dengan emosi di wajahnya. Ia masuk dan membanting pintu rumahnya dengan keras. Asri yang sedang menonton televisi terkejut saat mendengar bantingan pintu itu. Saat ia menoleh disana ada Reydan yang membuka pakaiannya dan menuju ke arahnya. Reydan tidak berbicara apapun selain merebahkan dirinya di sofa yang ada di depannya.


Reydan menutup matanya dan meletakkan tangan di atas keningnya. Hal itu membuat pertanyaan besar dalam hati Asri. Tak biasanya Reydan pulang ke rumah dengan keadaan seperti itu. Asri juga melihat betapa masamnya wajah Reydan.


Reydan bahkan tak menyapanya.

__ADS_1


Asri beranjak dari sofa kemudian pindah ke samping Reydan. Secara perlahan ia mengelus rambut hitam legam milik Reydan.


“Kenapa sayang? Ada masalah lagi di bengkel? Ayo cerita sama mama,” ucap Asri.


Reydan diam tak bergeming, ia tak menanggapi perkataan Asri. Reydan malah menepis tangan Asri yang ada di kepalanya.


“Gak ada masalah! Mending mama lanjut nonton aja. Aku mau sendirian dan gak mau diganggu,” ketus Reydan.


Asri tidak menghiraukannya, ia malah semakin mengelus wajah Reydan yang tidak tertutupi oleh tangannya itu. Asri jadi teringat dengan pertemuanmya bersama Zara tadi. Semua perkataan Zara yang mengatainya ia ingat semuanya. Akan tetapi hal itu tidak membuatnya menyesal. Justru Asri semakin bernafsu untuk memiliki Reydan seutuhnya.


“Rey, kita kan sudah melakukannya sampai sejauh ini. Bagaimana kalau kita menikah saja?!” ucap Asri.


Reydan yang mendengar hal itu langsung melepaskan tangannya dan duduk dengan tegak. Bola matanya mengarah pada Asri yang tersenyum manis padanya.


“Mama, jangan berharap lebih dengan hubungan kita. Inget, Mama hanya pelampiasanku dan mama juga yang selalu menggodaku. Jadi jangan berharap seperti itu. itu hanya ada di dalam mimpi mama,” jawab Reydan.


“Tidak bisa begitu dong, Rey. Mama tidak ingin selalu menjadi pelampiasanmu.”


“Bukankah sejak awal mama yang menawarkan tubuh itu sendiri?! Aku hanya menikmatinya saja.”


Reydan berdiri dari sofa dan berniat meninggalkan Asri sendiri. Pikirannya saat ini kalut memikirkan Zara dan Rizky yang mungkin akan ada hubungan di antara mereka. Reydan tidak bisa menerima itu.


Saat Reydan akan pergi, tangan Asri langsung menariknya hingga tubuhnya terjatuh tepat di pangkuan Asri. Asri mencium bibir Reydan dengan begitu cepat. Reydan bahkan tidak bisa menolaknya. Tangan Asri juga membuka kancing baju Reydan. Sambil lalu ia memegang bagian tubuh favoritnya di Reydan.


“Sshhhh, Mama hanya ingin memiliki tubuh ini seutuhnya Rey.: bisik Asri saat melepas ciumannya.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak


Like kalian penyemangatku


__ADS_2