When Doctor Meet Mr. Policeman

When Doctor Meet Mr. Policeman
#21


__ADS_3

“Tapi, Dok. Mengapa saya harus dipindahkan?” tanya Hanna kesal. Pasalnya ia sedang mengincar keponakan Dokter Steve yang tak lain adalah Gregory. Sejak bertemu pertama kali waktu itu, ia sudah menambatkan hatinya pada pria itu.


“Sekarang saya balik bertanya, apa yang membuatmu berat untuk menerimanya?” tanya Dokter Steve yang seketika membuat Hanna terdiam. Ia tak mungkin mengatakan kalau ia sedang mengincar keponakan Dokter Steve dan berharap menjadi dekat dengannya jika ia berada di Kota Meksiko.


“Mengapa kamu diam sekarang? Katakan alasanmu padaku dan mungkin aku akan mempertimbangkannya,” ujar Dokter Steve sekali lagi.


“T-tidak ada, Dok. Maafkan saya. Saya hanya merasa tidak ingin jauh dari kota kelahiran saya.”


“Seharusnya kamu bangga saya mengutus kamu pergi ke sana. Kamu akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi serta pengalaman yang tak pernah kamu rasakan di sini.”


“Baik, Dok. Saya mengerti dan maafkan kesalahan saya.”


“Persiapkan dirimu dan pergilah besok lusa. Saya akan meminta supir Rumah Sakit untuk mejemputmu dan mengantarmu ke bandara.”


“Baik, Dok. Terima kasih,” Hanna pun keluar dari ruangan Dokter Steve dengan perasaan jengkel. Gagal sudah rencananya. Ia mulai memikirkan langkah apa yang harus ia lakukan untuk bisa tetap menjerat keponakan Dokter Steve.


**


“Grace?” Grace yang merasa dirinya dipanggil pun menolehkan kepalanya. Ia tersenyum saat melihat temannya berada di sana.


“Han! Kamu ada di sini?” tanya Grace dengan heran.


“Ya. Untuk sementara waktu aku dipindahkan ke sini. Ini semua karena kinerjaku yang sangat baik,” puji Hanna pada dirinya sendiri.


“Senangnya,” ungkap Grace yang merasa iri dengan keberhasilan temannya itu.


“Apa yang membawamu ke sini?”


“Ahhh, aku sedang menemani tetanggaku. Ia mengalami sakit perut yang luar biasa dan aku tidak bisa menanganinya di klinikku.”


“Klinik? Kamu membuka klinik?” tanya Hanna.


“Ya, hanya kecil-kecilan saja. Aku melakukan itu untuk warga di sekitar tempat tinggalku.”


“Jadi sekarang kamu tinggal di California?”

__ADS_1


“Hmm, tapi di pinggiran kota,” jawab Grace.


Nyaman sekali hidupmu. Kamu bisa menikmati hidupmu dengan pindah ke sini, sementara aku di sini karena pekerjaan. Seharusnya kamu yang bertugas di sini, lagipula hukumanmu kan harusnya belum selesai. Enak sekali kamu melarikan diri begitu saja. Aku harua membuat Grace kembali bekerja di Rumah Sakit Horison dan menggantikan keberadaanku di sini. - batin Hanna. Ia benar-benar tak ingin berlama-lama berada di sana dan menghabiskan waktunya.


“Apa kamu tidak ingin bekerja di rumah sakit lagi, Grace?” tanya Hanna menelisik.


“Tentu saja aku ingin. Aku baru tahu kalau Rumah Sakit Horison memiliki cabang di sini.”


“Aku biaa membantumu untuk mendapatkan pekerjaan di sini, bagaimana? Aku baru akan membantumu kalau kamu setuju,” kata Hanna penuh harap.


Grace tampak berpikir. Jarak dari tempat tinggalnya ke Rumah Sakit itu sekitar 1 jam. Ia memperkirakan kemungkinan-kemungkinan yang bisa diambil.


“Bisakah?” tanya Grace.


“Tentu saja bisa. Berikan padaku nomor ponsel terbarumu dan jangan menggantinya lagi. Aku kesulitan menghubungimu. Kamu tahu betapa kuatirnya aku mendengar bahwa kamu resign dari Rumah Sakit Horison,” kata Hanna dengan sendu.


“Maaf, maafkan aku.”


Belum sempat Grace memberikan nomor ponselnya pada Hanna, seorang Dokter menghampiri mereka untuk menjelaskan mengenai keadaan Nyonya Sophie.


“Ia baik-baik saja sekarang. Kami sudah mengeluarkan semua obat pencahar dari tubuhnya. Obat tersebut terbilang keras hingga mengikis lambungnya dan membuat asam lambungnya terus naik , hingga ia merasakan sakit dan mual.”


Grace menganggukkan kepalanya tanda mengerti, “Terima kasih, Dokter.” Grace melihat nametag yang tersemat di dada Dokter tersebut, bertuliskan nama Richard Clay.


“Untuk sementara, biarkan ia dirawat di sini sampai kondisinya benar-benar pulih.”


“Baik, Dok. Kami mengerti. Sekali lagi terima kasih,” kata Grace.


Dokter Richard pun mempersilakan mereka jika ingin masuk dan melihat keadaan Nyonya Sophie.


“Grace, cepat berikan nomor ponselmu. Aku tak bisa berlama-lama karena aku harus kembali berjaga,” Hanna menghela nafasnya kasar. Ia kesal karena langsung mendapatkan shift jaga malam, padahal ia baru tiba kemarin.


Namun, ia kini menganggapnya sebagai suatu keuntungan karena bisa bertemu dengan Grace. Ia akan membuat Grace kembali bekerja di Rumah Sakit Horison di Kota California, sementara dirinya akan kembali ke Kota Meksiko.


“Ahhh maafkan aku, Han. Ini masukkan saja nomormu, nanti aku akan menghubungimu,” kata Grace sambil menyodorkan ponselnya.

__ADS_1


“Baiklah. Aku pasti akan segera memberikan kabar gembira untukmu.”


“Terima kasih, Han,” Grace sangat senang bisa berjumpa kembali dengan temannya saat di Rumah Sakit Horison Meksiko. Ia kini hanya perlu berdoa dan berusaha agar ia kembali diterima bekerja. Dengan bekerja, ia akan mendapatkan gaji dan bisa membantu warga Desa S yang memerlukan pengobatan.


**


Gregory baru teringat kalau ia memiliki teman seorang intel. Setelah memikirkannya masak-masak, ia akan meminta bantuan temannya itu untuk mencari keberadaan Grace.


Ia mengirimkan semua data dan informasi yang ia miliki kepada temannya. Ia tersenyum saat melihat balasan bahwa temannya itu akan membantunya. Kini ia bisa tidur dengan lebih tenang sambil menunggu informasi yang akan didapatkan oleh temannya.


Keesokan paginya, Dokter Steve yang sudah berada di meja makan, melihat ponselnya yang berbunyi, tanda sebuah pesan masuk. Hari ini ia tak ada jadwal operasi ataupun praktek. Oleh karena itu, ia berencana tidak akan ke Rumah Sakit Horison pagi ini. Ia berencana akan menghabiskan waktunya di rumah untuk beristirahat.


Dokter Steve yang membaca pesan itu langsung menautkan kedua alisnya, “Grace?”


Gregory yang baru saja turun dari lantai atas di mana kamar tidurnya berada, juga ikut menautkan kedua alisnya ketika mendengar Uncle-nya menyebut nama Grace saat memegang ponselnya.


“Ada apa, Uncle?” tanya Gregory dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi.


“Apa kamu sudah menemukan keberadaan Grace?” tanya Dokter Steve karena ia teringat bahwa saat itu Gregory pernah mencari keberadaan Grace.


“Belum, Uncle.”


“Apa kamu masih memerlukan informasi itu?” tanya Dokter Steve dan Gregory langsung mengangguk dengan cepat.


“Uncle tidak tahu sebenarnya bagaimana hubunganmu dengan Grace. Uncle hanya minta padamu untuk tidak menyakitinya. Jika kamu menghubunginya untuk masalah pekerjaan, segera selesaikan. Setelah itu jangan mengganggunya lagi.”


“Memangnya ada apa dengannya, Uncle?”


Dokter Steve menarik nafasnya dalam, “Uncle tak tahu detailnya, tapi yang pasti kondisi psikisnya tidak terlalu baik jika berhubungan dengan hal-hal yang berbau polisi dan kejahatan. Sebenarnya Uncle meminta ia berada di Camp Kepolisian agar ia aman dan yang terutama bisa menghilangkan rasa traumanya perlahan-lahan.”


“Lalu di mana dia sekarang?”


“California.”


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2