When Doctor Meet Mr. Policeman

When Doctor Meet Mr. Policeman
#35


__ADS_3

Kedatangan Grace kembali ke Rumah Sakit Horison di Kota Meksiko, menimbulkan perbincangan di kalangan dokter dan perawat.


“Ia kembali, Han!” kata Laura yang langsung menerobos masuk ke dalam ruang praktek Hanna.


“Siapa?” tanya Hanna dengan sedikit menautkan kedua alisnya.


“Grace! Dia kembali. Bukankah kamu bilang ia menggantikanmu di Horison California?”


Hanna yang mendapatkan informasi itu pun segera berlari keluar. Ia ingin mencari kebenaran. Saat melihat pintu ruang praktek Grace terbuka, ia pun masuk tanpa permisi lagi.


“Grace! Kamu di sini?” teriak Hanna dengan akting gembira.


“Ya, aku bahagia sekali bisa kembali ke sini. Dokter Steve mengijinkanku kembali ke sini,” jawab Grace.


“Wahhh aku senang sekali. Kita bisa selalu bersama sekarang,” ungkap Hanna, padahal di dalam hatinya sedang mengumpat Grace habis-habisan.


“Bagaimana kalau kita merayakannya dengan makan siang bersama?” tanya Hanna.


“Tentu saja,” jawab Grace.


Mereka makan siang bersama dan saling bertukar cerita, hanya berdua … ya hanya berdua saja. Hingga mereka kembali ke rumah sakit dan melakukan kerja mereka seperti biasanya. Saat tiba jam pulang,


“Grace, apa kamu belum mau pulang?” tanya Hanna.


“Ya, aku akan pulang,” Grace membereskan barang-barang dan memasukkan ponsel ke dalam tas miliknya.


“Apa kamu sudah siap?” Gregory yang baru saja sampai di depan pintu ruang praktek Grace langsung tersenyum.


Hanna yang melihatnya tentu saja merasa sangat senang, tapi ia tidak suka melihat kedekatan antara Gregory dengan Grace.


“Ahhh Kapten Gregory, senang bisa bertemu dengan anda lagi,” tanpa banyak bicara, Hanna langsung bergelayut manja di lengan Gregory. Ia sengaja melakukan itu agar terjadi pertengkaran di antara Grace dan Gregory, atau setidaknya perdebatan kecil. Bukankah dari hal-hal kecil seperti itu bisa menjadi besar suatu saat nanti dan ia akan menunggu saat yang besar itu akhirnya meledak.


Dengan cepat Gregory menarik lengannya, “jangan sembarangan!” katanya dengan ketus.


“Ahh maaf, aku tidak sengaja. Aku sangat senang sekali kita bisa bertemu lagi,” kata Hanna untuk menyembunyikan rasa malunya. Ujung matanya melirik ke arah Grace yang tidak terlalu peduli dengan apa yang ia lakukan.

__ADS_1


Gregory mendekati Grace dan membantunya menyusun map dengan rapi, membuat Grace tersenyum.


“Terima kasih,” kata Grace.


“Tidak perlu berterima kasih, dengan senang hati aku akan melakukannya,” kata Gregory.


Hanna yang menyaksikan itu mengepalkan kedua tangannya. Ia pun segera berbalik dan meninggalkan Gregory dan Grace berdua saja.


Keduanya berjalan keluar dari rumah sakit. Hampir semua mata tertuju ke arah mereka berdua. Keduanya terlihat begitu serasi, membuat yang melihatnya merasa iri.


“Bagaimana kalau kita makan malam di luar?” tanya Gregory dan dijawab dengan anggukan oleh Grace.


Kini mereka berdua duduk di sebuah resto dan saling berhadapa.


“Bagaimana hari pertamamu bekerja kembali?” tanya Gregory.


“Tentu saja menyenangkan,” jawab Grace. Ia tak ingin mengeluh pada Gregory tentang bagaimana ia mendengar dokter dan perawat membicarakan dirinya. Ia dianggap menggunakan koneksi karena menjadi kekasih dari keponakan dari Dokter Steve Horison.


“Aku senang mendengarnya,” mereka menyantap makan malam mereka sambil bercerita tentang hari yang mereka lalui.


**


“Grace!” Hanna yang baru saja datang dan melihat Grace langsung memanggil dan berlari mendekati.


“Pagi, Han,” Grace membalas sapaan Hanna.


“Grace, waktu itu kamu mengatakan kalau kamu berteman kan dengan Kapten Gregory? Bisakah kamu mendekatkan aku dengannya? Aku menyukainya Grace, bahkan aku sangat menyukainya. Dia itu benar-benar pria idamanku,” kata Hanna sambil meletakkan kedua tangan di depan dada, bergaya gemas.


“Jika kamu ingin mendekatinya, dekati sendiri. Aku tidak bisa melakukannya.”


Kamu tentu tidak akan bisa melakukannya karena kamu juga menyukainya dan tak ingin aku merebutnya darimu. - batin Hanna. Ia benar-benar tak suka dengan jawaban Grace.


“Ahhh tapi dia kan temanmu. Begini saja, kalau ia ke sini lagi, kamu harus membuat dia dekat denganku … ya … ya?! Ajak aku makan bersama kalian. Bukankah dengan begitu lama kelamaan kami akan dekat?” tanya Hanna.


“Aku harus bekerja, Han,” kata Grace mengelak. Ia bingung bagaimana menjawab pertanyaan Hanna. Bukankah seharusnya Hanna sudah mendengar bahwa Grace sedang menjalin hubungan dengan Gregory. Bahkan satu rumah sakit sudah membicarakannya.

__ADS_1


“Grace, ayolah! Bantu aku dekat dengan Kapten Gregory. Aku sangat menyukainya, bahkan sejak pertama kali aku melihatnya.”


“Maaf, Han. Aku tak bisa membantumu,” ujar Grace sekali lagi. Tentu saja, tak mungkin ia membantu Hanna untuk berdekatan dengan calon suaminya.


Hanna mengepalkan tangannya, “baiklah kalau begitu. Aku akan mencari cara sendiri untuk mendekatinya.” Lalu Hanna pergi meninggalkan Grace.


Grace menghela nafasnya pelan. Ia melihat kepergian Hanna dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Ia memejamkan matanya dan mengambil udara sebanyak-banyaknya. Setelah tenang, ia merapikan beberapa berkas, kemudian bersiap untuk menemui Dokter Steve.


Dokter Steve secara khusus memanggilnya karena ada beberapa hal yang harus dibicarakan, terutama mengenai pekerjaan.


“Selamat datang kembali, Grace. Maaf kemarin saya tidak menyambut kedatanganmu,” kata Dokter Steve.


“Tidak apa-apa, Dok. Saya sangat berterima kasih dokter sudah mengijinkan saya untuk kembali bekerja di sini. Maaf karena saya sangat merepotkan dokter dengan berpindah-pindah,” ujar Grace.


“Saya senang kamu kembali ke sini, Grace. Tidak masalah bagi saya tentang dirimu yang berpindah, karena saat ini saya berterima kasih padamu karena sudah menerima Gregory sebagai calon suamimu.”


Degghh


“Maaf, Dok.”


“Untuk apa kamu mengatakan maaf? Saya justru berterima kasih. Jangan hiraukan selentingan yang mengatakan ini dan itu, yang kamu harus lakukan adalah percaya pada Gregory. Saya ingin dia bahagia, setelah sekian lama,” Dokter Steve tersenyum.


“Bolehkah saya meminta sesuatu, Dok?” tanya Grace.


“Tentu saja, katakan.”


“Bagaimanapun hubungan saya dengan Gregory, bisakah jangan mengistimewakan saya? Saya ingin selalu profesional dalam bekerja,” kata Grace.


“Itulah yang kusuka darimu, Grace. Tapi maaf saya tidak bisa menjanjikan itu. Gregory adalah keluarga saya satu-satunya dan apapun permintaannya, tentu saja saya akan berusaha mengabulkannya.”


Grace merasa berbicara dengan Dokter Steve, sama dengan berbicara dengan Gregory. Kedua-duanya sama-sama cukup keras kepala dan lebih memikirkan apa yang menurut mereka benar dan lebih baik.


Ia tak bisa memaksa Dokter Steve untuk mengikuti keinginannya kalau begitu. Ia kini harus bekerja secara profesional dan memperlihatkan pada semua doker dan yang lainnya bahwa bisa berkarya tanpa bantuan dari keluarga Horison.


“Saya akan menemui keluargamu secepatnya, Dokter Grace.”

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2