When Doctor Meet Mr. Policeman

When Doctor Meet Mr. Policeman
#28


__ADS_3

Grace terus berjalan bolak-balik di dalam kamar di mana ia pernah tinggal selama 15 tahun. Semua kebutuhannya dipenuhi oleh Naldo. Ia selalu diberi makan 3 kali sehari dan ditambah dengan snack di sore hari.


Sudah 3 hari ia terkurung di sana tanpa bisa berinteraksi dengan dunia luar. Setiap kali mendengar suara pintu dibuka, ia selalu berharap bahwa Naldo-lah yang akan masuk. Ia sudah melatih rayuannya untuk membuat Naldo melepaskannya. Namun, sejak pertemuan terakhirnya, ia tak pernah lagi melihat Naldo.


Pelayan akan datang membawakannya makanan dan apapun yang ia butuhkan. Ia merasa kuatir karena ia tak bisa memberi kabar pada siapapun. Bagaimana dengan pekerjaannya, keluarganya, lalu Gregory?


**


Sebuah senyuman terbit di wajah seorang Marco Lawrence saat mendengar bahwa Naldo berhasil membawa Gracia kembali ke mansion. Ia akan membuat gadis itu menandatangani semua surat-surat pengalihan hak dan kuasa.


Selain itu, ia juga akan menikahkan Grace dengan putra dari Vicente agar semua bisnisnya semakin lancar.


Tawa Marco memenuhi ruangan. Ia tak sabar untuk segera kembali ke Norwegia dan menyelesaikan semuanya. Ia sudah menunggu ini selama bertahun-tahun. Pengacara kakaknya hanya memberikannya kuasa untuk mengolah perkebunan. Kalau ia sampai gagal, maka semua aset dari Martin Lawrence akan jatuh ke dinas sosial, yang artinya semua harta Martin Lawrence akan disumbangkan.


Sebenarnya saat Gracia sudah dinyatakan meninggal, Semua harta sudah siap dihibahkan ke dinas sosial. Namun Marco membuat surat palsu dan tentu saja dengan tandatangan palsu juga. Pengacara yang melihatnya tak serta merta percaya, apalagi ia sudah lama bekerja dengan Tuan Martin Lawrence dan tahu betul siapa itu Marco Lawrence.


Marco pun akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengelola perkebunan tersebut dengan pembagian hasil yang sebagian akan diberikan kepada dinas sosial hingga saat ini. Saat mengetahui bahwa Gracia masih hidup, ia berada dalam kondisi antara senang dan marah. Senang karena ia bisa mengambil alih semuanya dan marah karena kerja tidak becus dari para anak buahnya.


Oleh karena itulah Marco menggaji beberapa orang untuk memastikan perkebunan berjalan dengan semestinya hingga ia mendapatkan tandatangan dari Gracia Lawrence. Setelahnya, ia tak peduli lagi, kalau perlu ia akan membunuh keponakannya itu untuk kedua kalinya.


**


Gregory masih terus mencari tahu kemungkinan ke mana Grace dibawa pergi. Jujur saat ini hatinya sangatlah gundah. Pada selembar kertas ia menulis semua kronologinya dan masih tak menemukan perkiraan siapa yang melakukannya.

__ADS_1


Ia tidak pernah tahu dengan siapa Grace memiliki masalah karena Grace jarang sekali berhubungan dengan orang luar selain dengan pihak rumah sakit.


Jika Grace adalah Nona Gracia Lawrence, maka musuhnya hanya satu … Tuan Marco Lawrence! - Gregory langsung bangkit dan menghubungi kantor pusatnya. Ia meminta cuti selama 1 minggu penuh tanpa diganggu.


Karena kinerja Gregory yang dianggap baik, maka dengan mudah ia mendapatkan cuti. Apalagi Gregory tak pernah mengajukan cuti selama ia bekerja di kepolisian.


Ia langsung memesan tiket menuju Negara Norwegia, tempatnya dulu tinggal bersama dengan Gracia Lawrence. Selama perjalanan, Gregory merasa gelisah karena ia tahu apa yang bisa dilakukan oleh seorang Marco Lawrence.


Dulu, Gregory berhasil kabur bersama Mommynya karena bantuan beberapa pelayan di Mansion. Namun, ia harus kehilangan Daddynya yang saat itu pergi menolong Nona Gracia.


Flashback on


“Dad, kita harus menolong Nona Gracia. Kalau tidak, ia bisa mati!” teriak Gregory dengan berapi-api.


Namun sejak kehadiran Marco Lawrence yang selalu mengatakan bahwa ia adalah adik dari Martin Lawrence dan diberi tanggung jawab untuk mengelola perkebunan, semua seperti berubah. Sikap Marco yang semena-mena dan seenaknya membuat beberapa pekerja memilih berhenti.


“Tapi Greg?!”


“Ayolah, Dad. Kita tidak mungkin diam saja dan melihat semua ini,” kata Gregory dengan memelas.


Melihat putranya, pada akhirnya ia pun mengalah. Gregory mengatakan rencananya pada Daddynya. Ia akan membebaskan Gracia sementara Daddynya akan menunggu di luar dan memastikan Nona Gracia keluar dan sampai ke tempat yang aman.


Saat ia berhasil membebaskan Nona Gracia, Gregory ditangkap oleh salah satu anak buah Marco. Namun, Mommynya memukul anak buah itu dari belakang hingga orang tersebut jatuh pingsan.

__ADS_1


“Cepat ke sini!” Beberapa pelayan langsung memanggil Gregory dan Mom Stella. Mereka disembunyikan sementara waktu. Gregory terus berdoa agar Daddynya bisa menolong dan membawa Jona Gracia ke tempat yang aman.


Namun, setelah beberapa hari bersembunyi, ia mendapat kabar bahwa baik Nona Gracia maupun Daddynya telah meninggal di tangan para anak buah Marco Lawrence, membuatnya marah.


Mom Stella yang merasa sedih pada akhirnya meminta bantuan para pelayan untuk menolongnya keluar dari mansion. Dengan sebuah mobil, mereka meminta izin pergi ke kota untuk membeli kebutuhan dapur. Mom Stella dan Gregory bersembunyi di antara tumpukan kain terpal, agar tidak menimbulkan kecurigaan para penjaga.


Flashback off


Gregory sampai di Negara Norwegia setelah melewati 13 jam perjalanan. Ia tak merasakan lelah sama sekali karena apa yang menjadi tujuannya jauh lebih penting.


Ia meletakkan barang bawaannya di hotel dan dengan menggunakan rompi anti peluru dan senjata yang tentu saja berizin, ia menyewa sebuah mobil. Ia oangsung melajukan mobil tersebut ke sebuah mansion besar yang berada di tengah-tengah perkebunan anggur.


Saat melewati perkebunan anggur, Gregory bagai mengingat kembali semua yang terjadi belasan tahun yang lalu. Ia tak akan pernah melupakan tempat itu karena di sanalah ia kehilangan Daddynya dan di sana juga ia menemukan cinta pertamanya.


Aku akan menemukanmu, Grace. Aku tak akan membiarkan kamu menghilang lagi dariku. Ke mana pun kamu pergi, aku akan mencari dan menemukanmu. - Gregory menerawang jauh.


Ia bisa melihat sebuah mansion yang masih terlihat sama seperti sebelumnya, tak ada perubahan di bagian luarnya. Ia menghentikan kendaraannya sedikit jauh untuk memantau terlebih dahulu. Ia tak ingin bertindak gegabah seperti belasan tahun lalu, yang mengakibatkan ia dan Mom Stella harus kehilangan Daddynya.


Ia sungguh menyesal dengan keputusannya yang gegabah saat itu, hingga menyebabkan Mom Stella mulai sakit-sakitan dan pada akhirnya meninggal. Untung saja mereka berhasil ditemukan oleh keluarga Horison yang adalah keluarga Mom Stella dan membawa mereka pergi.


Dengan kacamata hitamnya, Gregory melihat seorang pria keluar dari mansion. Ia menautkan kedua alisnya merasa mengenal siapa pria itu. Dari gerak-geriknya, Gregory meyakini kalau itu adalah pria yang sama dengan yang membawa Grace. Kini ia lebih jelas melihatnya.


Naldo!!

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2