When Doctor Meet Mr. Policeman

When Doctor Meet Mr. Policeman
#37


__ADS_3

Di dalam ruangan VVIP sebuah restoran terkenal di pusat kota Meksiko, telah berkumpul 2 keluarga. Keluarga Alexander dengan Chris, Maria, Theo, dan juga Freya. Sementara itu keluarga yang satunya adalah keluarga Horison, yang hanya ada Steve dan Gregory.


“Steve?” sapa Chris saat ia masuk ke dalam ruangan tersebut. Ia cukup kaget karena ternyata Grace akan menikah dengan keponakan dari Steve Horison. Grace sama sekali tidak mengatakan dengan siapa ia akan menikah.


“Senang bertemu denganmu lagi, Chris,” sapa Steve dan mereka saling berpelukan dan memberi tepukan pada bahu masing-masing.


“Aku juga sangat senang bertemu denganmu lagi. Halo Maria,” sapa Steve juga pada istri sahabatnya itu.


Mereka duduk bersama di sebuah meja bundar. Semua makanan telah dipesan oleh Steve dan mereka baru saja selesai menghidangkan semuanya.


“Bukankah ini Kapten Gregory? Yang pernah menangani kasus yang dialami Theo?” tanya Chris.


“Ya, dia adalah keponakanku. Putra dari Stella,” jawab Steve.


“Stella? Kamu sudah menemukannya? Bagaimana keadaannya?” Hubungan Chris dengan Steve memang tidak sedekat seperti Chris dengan Oscar dan Hector. Sejak pertemuan mereka saat menemukan Grace, mereka jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.


“Dia sudah meninggal,” jawab Steve.


“Ahh maafkan aku. Aku sama sekali tidak mengetahuinya,” kata Chris.


“Tidak apa, lagipula itu sudah lama berlalu. Yang terpenting aku masih sempat bertemu dengannya, meskipun aku tidak memiliki kesempatan bertemu dengan David,” kata Steve sambil tersenyum tipis.


Stella? David? Mengapa aku merasa tidak asing dengan kedua nama itu. - batin Grace.


“Apa ada sesuatu?” tanya Gregory yang melihat perubahan pada wajah Grace.


“Ahh tidak apa. Aku minta maaf karena tidak tahu apapun tentang keluargamu,” kata Grace dengan pelan.


Gregory memegang tangan Grace dan menepuknya, “aku akan menceritakan semua tentang keluargaku padamu. Aku hanya berharap kamu tidak kecewa mendengarnya,” bisik Gregory.


“Baiklah, ayo kita nikmati makan malam kita dulu,” ujar Steve agar suasana kembali gembira. Bukankah mereka akan membicarakan hal yang bahagia, jadi ia tak ingin mengingat tentang hal-hal yang membuat hatinya sedih.

__ADS_1


Mereka menyantap makan malam dengan senang. Sesekali mereka berbicara dan melemparkan candaan. Sampai pada akhirnya mereka selesai dan memulai pembicaraan yang sesungguhnya.


“Jadi, aku ingin melamar Grace untuk keponakanku, Gregory,” kata Steve sambil tersenyum.


“Kami menyerahkan semuanya pada putri kami. Jika ia setuju dan menerima lamaran ini, maka tugas kami hanya ikut serta dalam kebahagiaannya dan membantunya menyiapkan sebuah pernikahan yang indah,” kata Chris.


Gregory memundurkan kursinya, kemudian berlutut di samping Grace. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berselimutkan beludru, kemudian membukanya.


“Grace Alexander, Will You Marry Me?” tanya Gregory. Grace yang melihat Gregory seperti itu pun tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Ia yakin saat ini wajahnya sudah memerah. Kalau saja ia bisa menyembunyikannya, mungkin ia akan melepasnya dan meletakkannya di dalam tas.


Anggukan dari Grace, membuat suasana menjadi lebih ceria. Mereka berdua mendapatkan tepuk tangan dan senyuman yang begitu lebar di wajah para anggota keluarga.


Freya memeluk Grace dan mengucapkan selamat, “Congratulation! Ingat, manfaatkan aku sebaik-baiknya sebelum bayi yang di dalam perut ini keluar,” bisik Freya dan membuat Grace tertawa.


**


1 minggu berlalu, berita mengenai pernikahan antara Gregory yang adalah keponakan dari Steve Horison dengan Grace, dengan cepat mencuat ke permukaan. Para dokter dan perawat terlihat membicarakannya, namun tak ada yang berani secara frontal bertanya pada Grace.


“Aku tidak merayunya,” jawab Grace. Ia tak memiliki pikiran buruk pada Hanna, meskipun Hanna pernah meminta bantuannya untuk dekat dengan calon suaminya.


“Aku tidak percaya padamu. Apa jangan-jangan karirmu cemerlang karena bantuan dari Dokter Steve?” tanya Hanna lagi.


Grace menghela nafasnya pelan. Saat ini ia ingin berbahagia menyambut hari pernikahannya, tapi mengapa temannya seakan ingin mencari celah untuk merusaknya.


“Aku tidak tahu bagaimana pendapatmu, itu semua terserah padamu.”


“Kamu tidak membantahnya, berarti itu semua benar. Kamu sungguh beruntung Grace karena rayuanmu berhasil. Mungkin kamu ada keturunan wanita penggoda.”


Brakkk!!!


Grace tak dapat menahan amarahnya lagi ketika Hanna membawa-bawa Mommynya, bahkan dengan berani ia mengatakan bahwa Mommynya adalah seorang wanita penggoda.

__ADS_1


“Kamu tidak tahu apapun tentangku dan tentang keluargaku, jadi jangan pernah mengambil kesimpulan sendiri,” kata Grace sambil berjalan pergi meninggalkan Hanna yang awalnya mengajak dirinya makan siang di kantin rumah sakit.


Grace merasa hatinya sangat sakit saat Mommynya dianggap sebagai wanita penggoda.


Kalian semua tidak tahu apa-apa. - batin Grace. Ia langsung berjalan menuju ruang prakteknya, kemudian mengunci pintunya. Sebenarnya ia sangat lapar karena ia melewatkan makan paginya, tapi mendengar perkataan Hanna, membuat rasa laparnya langsung menghilang begitu saja.


**


Kini Grace sudah kembali tinggal bersama dengan keluarga Alexander. Sebenarnya ia tak ingin merepotkan mereka, namun Aunty Maria memaksanya karena setelah menikah nanti, Grace pasti akan lebih jarang lagi pulang ke sana.


“Sayang, Aunty sudah memasak makanan kesukaanmu. Ayo kita makan bersama,” ajak Maria.


“Baik, Aunty,” Grace sangat bersyukur diangkat anak oleh keluarga Alexander. Mereka benar-benar sangat baik dan penuh dengan kasih sayang. Apa jadinya jika dulu ia tak bertemu dengan mereka.


Grace kini duduk bertiga bersama dengan Chris dan juga Maria. Theo dan Freya memiliki rumah sendiri dan memang Chris-lah yang meminta pada Theo untuk hidup terpisah karena ia ingin Theo menjadi pria yang lebih bertanggung jawab.


Di meja makan, Grace menceritakan pada Chris dan Maria tentang awal pertemuannya dengan Gregory, hingga hubungan mereka yang semakin haru semakin dekat. Tentu saja itu karena Maria yang bertanya, kalau tidak tak mungkin Grace akan menceritakannya.


“Dad dulu mengenal Stella, Mommy dari Gregory. Itu karena Dad bersahabat dengan Steve, kakaknya. Ia mencintai seorang pria bernama David, mereka kabur bersama karena kedua keluarga tak menyetujui hubungan mereka. Kedua orang tua Stella sangat shock hingga salah satunya terkena sakit jantung dan yang lainnya menyusul. Oleh karena itulah Steve menjadi seorang dokter.”


“Tapi aku dengar akhirnya mereka bertemu,” tanya Grace sedikit ingin tahu.


“Ya, tapi itu setelah belasan tahun. Steve bercerita kalau tidak salah mungkin saat Gregory berusia 17 tahun.”


“Wah itu lama sekali,” kata Maria.


“Hmm, kasihan sekali Stella. Suaminya meninggal dan ia menjadi depresi hingga semakin hari tubuhnya semakin kurus. Steve sempat merawatnya selama 1 tahun, tapi tetap tak bisa mengembalikannya seperti semula,” kata Chris.


Kamu juga tak memiliki orang tua sepertiku. Tapi kamu masih memiliki seorang Uncle baik yang berhubungan darah dengan dirimu, sementara aku? Pamanku ingin sekali membunuhku, melenyapkanku dari dunia ini. - batin Grace.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2