
Tiba-tiba saja rumor meledak di dalam Rumah Sakit Horison. Rumor mengenai Grace yang akan menikah dengan Gregory, keponakan Dokter Steve, karena menggoda pria itu dengan tubuhnya.
Grace berjalan di koridor rumah sakit, menuju ke lift karena ia sudah mengakhiri waktu prakteknya. Sepanjang jalan, ia bisa mendengar para dokter dan perawat berbisik-bisik membicarakan tentang dirinya.
Ia sangat tahu siapa yang telah menyebatkan rumor itu, namun ia tak peduli. Menurutnya biarlah berkembang gosip seperti itu, karena kenyataannya tidak seperti itu. Ia akan membiarkan semua orang dengan pemikiran mereka masing-masing karena akan percuma jika ia mencoba untuk menjelaskan, karena hanya akan dianggap sebagai pembelaan diri untuk menutupi hal itu.
“Halo, sayang,” sapa Gregory ketika ia menjemput Grace di lobby. Sebenarnya Gregory ingin menjemputnya di ruang praktek, namun Grace bersikeras agar mereka bertemu di area parkir saja. Gregory sengaja datang lebih cepat dan menunggu kedatangan Grace di lobby.
“Kamu di sini? Bukankah aku memintamu untuk menungguku di area parkir?” tanya Grace.
“Aku sudah tidak sabar ingin menemuimu,” jawab Gregory, yang membuat Grace malu dan memerH pipinya.
Beberapa perawat melewati mereka dan berbisik, membuat Grace akhirnya menarik tangan Gregory. Grace ingin mengacuhkan semua rumor itu, hanya saja kadang ia tak tahan mendengarnya.
“Ayo kita pulang,” ajak Grace.
Gregory menyadari perubahan wajah Grace dan ia tahu apa penyebabnya karena ia juga mendengar selentingan pembicaraan saat menunggu Grace di lobby tadi. Ia tak habis pikir dengan pikiran pendek orang-orang. Mereka memang tidak tahu bahwa Gregory sudah menyimpan rasa cintanya sejak mereka berada di Mansion Keluarga Lawrence, namun saat itu ia sangat sadar diri dengan posisinya.
Gregory meraih tangan Grace dan mengajaknya pulang. Ia tak ingin mood calon istrinya itu semakin memburuk.
“Jangan pernah kamu pikirkan omongan orang-orang. Kamu hanya perlu tahu bahwa aku mencintaimu dan menyayangimu,” kata Gregory sambil menggenggam tangan Grace di dalam mobil, kemudian mengecup punggung tangan calon istrinya itu.
“Aku sebenarnya tidak masalah dengan apa yang mereka bicarakan tentang diriku. Hanya saja mereka membawa-bawa orang tuaku,” tiba-tiba saja buliran air mata keluar dari sudut mata Grace. Ia sangat menyayangi kedua orang tuanya dan sangat tak rela jika mereka dihina, apalagi kedua orang tuanya telah berkorban banyak untuk dirinya.
“Sayang, tenanglah. Kita pulang ya,” kata Gregory dengan lembut. Ia tak ingin Grace terus memikirkan hal-hal yang membuatnya sedih.
Gregory menjalankan mobilnya menuju kediaman Alexander. Sesekali ia melihat ke arah Grace untuk memastikan wanita itu baik-baik saja.
“Kita sudah sampai,” Gregory membuka seatbeltnya dan membuka pintu. Ia turun dan berjalan memutar untuk membuka pintu di sebelah sisi Grace duduk. Grace masih menatap ke depan seakan ia tak menyadari sekelilingnya.
__ADS_1
“Ayo,” Gregory meraih tangan Grace dan mengajaknya keluar.
“Maaf,” kata Grace tiba-tiba.
Gregory memeluk wanitanya. Ia tahu hati Grace sedang tak menentu. Mengetahui bagaimana masa lalu wanita di depannya itu, membuatnya tak perlu bertanya tentang apa yang ada dalam pikiran wanita itu.
“Beristirahatlah, besok aku akan menjemputmu untuk makan malam. Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu,” kata Gregory. Ia melepas Grace yang masuk ke dalam kediaman Alexander, setelah sebelumnya ia mengecup kening Grace.
**
Keesokan harinya, Gregory menjemput Grace untuk makan malam berdua. Malam ini ia akan mengatakan pada Grace mengenai siapa dirinya, bahwa ia adalah kakak anggurnya, putra David Green dan Stella Horison.
Gregory mengajak Grace ke sebuah hotel. Di lantai teratas hotel itu, terdapat sebuah restoran yang memiliki pemandangan Kota Meksiko yang dipenuhi dengan lampu-lampu.
“Ini indah sekali,” kata Grace.
Grace menggelengkan kepalanya. Ia memang tidak pernah pergi-pergi karena hanya fokus pada pendidikannya, karena ia tak ingin gagal dan mengecewakan keluarga Alexander yang telah membantunya.
“Aku akan membawamu ke tempat-tempat yang indah di seluruh dunia,” kata Gregory lagi.
Grace tersenyum. Ia sangat berterima kasih karena Gregory mencintai dan menyayanginya begitu dalam, seperti keluarga Alexander memperlakukannya.
Seorang pelayan menyiapkan santapan malam mereka, ditemani oleh alunan musik yang begitu romantis. Mereka pun berdansa setelah selesai menyantap makanan mereka.
Setelah menyelesaikan semuanya, Gregory mengajak Grace untuk berdiri di pinggir balkon, agar bisa melihat pemandangan Kota Meksiko dengan lebih jelas. Ia tersenyum ketika angin malam menerpa wajahnya.
Gregory sekali lagi berlutut dengan satu kaki menghadap ke arah Grace, kali ini ia akan melamar wanita di hadapannya sebagai Gregory Green, yang mencintai dan menyayangi Gracia Lawrence.
“Gracia Lawrence, I love you. Will you marry me?” Kata Gregory sambil tersenyum dengan senyum terbaiknya.
__ADS_1
Deggg
Grace merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh Gregory, tapi … apa yang ia katakan tadi, Gracia Lawrence? Dari mana Gregory mengetahui nama aslinya?
“D-dari mana kamu tahu namaku?” Sekelebat pikiran buruk kini sudah berada di dalam kepala Grace. Apa benar perkiraan awal kalau Gregory ada hubungan dengan masa lalunya dan pria di hadapannya ini berhubungan dengan Pamannya, Marco Lawrence?
Grace memundurkan tubuhnya, ia memeluk tubuhnya sendiri agar tidak goyah.
“Tentu saja aku tahu, karena aku mengenalmu sejak dulu,” jawab Gregory dengan tenang. Ia tak ingin membuat Grace takut dengannya, apalagi dengan sikap Grace yang tiba-tiba berubah.
“Siapa kamu? Apa kamu orang suruhan Paman?” Grace kembali menjauh.
“Apa kamu benar-benar tidak mengenaliku?” tanya Gregory. Grace terdiam, bahkan ia tidak mengangguk ataupun menggelengkan kepalanya, membuat Gregory tersenyum kecil.
Gregory berjalan mendekati Grace kemudian meraih pinggang wanitanya. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Grace, “Aku menyukaimu sejak kita sering bermain dan bercanda bersama di perkebunan anggur.”
Kakak anggur? - batin Grace.
“Apa benar itu dirimu?” tanya Grace dan Gregory pun mengangguk sambil tersenyum.
“Apa kini kamu sudah mengingatnya?” Grace mengangguk, namun ada perasaan aneh di dalam hatinya. Ia memang ingin bertemu dengan kakak yang menolongnya. Ia bahkan berjanji di dalam hatinya bahwa jika ia berhasil menemukannya, maka ia akan memintanya menikahi dirinya.
Namun, saat pria di hadapannya ini mengakui bahwa dia adalah kakak anggurnya, ntah mengapa hati Grace seakan mengalami dilema. Apalagi ia sudah tahu kehidupan apa yang terjadi pada Gregory setelah kepergiannya dari Mansion Lawrence.
🌹🌹🌹
Maaf ya kemarin Pansy ga up, soalnya lagi ada kerjaan yang ga bisa ditinggal, apalagi nyicil ngetik 😁
Terima kasih sudah membaca 🥰❤️
__ADS_1