
Grace merentangkan kedua tangannya, menghirup udara dalam-dalam. Angin bertiup lumayan kencang dan menerpa wajahnya. Rambutnya yang ikal, dengan indahnya melambai.
Gregory mendekati Grace dan memeluknya dari belakang. Ia mencium bahu istrinya yang terbuka karena menggunakan pakaian sedikit terbuka.
Saat ini mereka berada di sebuah yacht di tengah lautan yang sangat luas. Mereka tak pergi ke destinasi manapun untuk honeymoon mereka tapi memilih untuk berada berdua saja, tanpa ada gangguan apapun.
Gregory menyingkirkan rambut Grace, kemudian langsung memberikan ciuman di tengkuknya, membuat tubuh Grace meremang dan merasakan gelenyar-gelenyar yang nikmat. Ia memutar tubuhnya dan memeluk suaminya.
Cupp
Grace mencium Gregory singkat kemudian tersenyum, “I love you.”
“I love you more and more,” balas Gregory.
Gregory kembali memberikan ciuman pada Grace. Ia menahan tengkuk wanitanya dan memeluk pinggangnya untuk memperdalam ciumannya.
“Aku tak bisa menahannya lagi,” kata Gregory yang langsung menggendong Grace ala bridal. Ia membawa Grace ke bagian dalam dan mulai membuka semua pakaian yang melekat di tubuh mereka masing-masing.
Gregory menyusuri setiap jengkal tubuh Grace dan memberikan banyak tanda kepemilikan di sana. Tentu saja Grace tak mau kalah karena ia juga melakukannya.
__ADS_1
“Sejak dulu kamu adalah milikku, hanya milikku. Kamu tahu, aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu.”
Gregory memberikan sentuhan-sentuhan yang begitu memabukkan bagi Grace, hingga ia sudah mencapai puncaknya terlebih dahulu.
“Ahhh!!!” teriak keduanya ketika Gregory telah menyatukan miliknya dengan milik Grace. Ia menghentakkannya perlahan. Semakin lama semakin cepat hingga keduanya mencapai puncak bersamaan.
Setelahnya Gregory membawa Grace ke luar. Di atas geladak dengan sebuah selimut yang tebal. Ia merebahkan tubuh Grace.
“Kita akan membuat kenangan dengan membuat junior kita di bawah terang bulan dan cahaya bintang,” kata Gregory dengan tersenyum.
Mereka pun kembali melakukan pergulatan panas dan kenikmatan yang tak mungkin ditolaknya. Suasana malam dengan penuh bintang membuat mereka semakin bergairrah dan mencapai puncak berkali-kali.
“Ahh!!” Kini Grace yang memutar posisi. Ia membiarkan Gregory berada di bawahnya dan ia mulai bekerja.
“I love this position,” kata Grace sambil terus menggoyangkan pinggulnya.
“Oohh baby, come on!”
Gregory yang tidak dapat menahan lagi langsung menghentakkan tubuhnya dari bawah, membuat Grace mendessah dan mengerrang. Grace terjatuh di atas tubuh Gregory ketika mereka berdua mencapai puncak untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
“I love you!! I love you, Gracia Lawrence.”
“I love you too, My Captain,” kata Grace sambil tersenyum dan memeluk Gregory dengan erat.
🌹 T A M A T 🌹
...*****...
Terima kasih buat semuanya yang sudah ngikutin novel Pansy yang masih jauh dari sempurna, maklum masih harus banyak belajar.
Pansy berdoa supaya kakak semua selalu sehat dan dilimpahi rezeki.
Akhir kata, terima kasih atas semua dukungan yang diberikan, baik itu like, comment, vote, favorit, dan juga hadiah. Semuanya itu sangat berarti untuk Pansy.
Sebelum pamit, Pansy mau memperkenalkan novel baru yang covernya seperti dibawah ini. Ceritanya tentang apa, jujur masih ngambang karena masih dibuat alurnya. Kiranya kakak-kakak semua mau mampir dan memberikan dukungan untuk Pansy berkarya lebih baik lagi.
I love you all and thank you 🌹❤️
__ADS_1