Wonder Women

Wonder Women
Ini darah daging siapa


__ADS_3

Aku duduk tertegun melihat bayi laki-laki mungil yang ku gendong ku teteki dengan ASI ku ini. Bibirnya mungil dengan mulut komat Kamit, tangan kecilnya bergerak kecil di dalam gedongnya. Sembari ia membuka matanya perlahan, sesekali ia cegukan karena mulutnya penuh minum ASI.


Tak terasa tangis air mata dari dalam batin ini berkata, apakah Ibumu mampu membuat kamu bahagia sampai engkau dewasa nanti nak. Ibu sudah membenamkan rasa gundah, kecewa dan suara hati ini dari semasa lahir kakakmu 12 tahun yang lalu.


Masih tetap sama perlakuan dan kelakuan Bapakmu seperti musuh untuk Ibumu. 11 tahun dari usia kelahiran kakakmu hingga lahirmu. Laki-laki itu masih punya sifat yang sama untuk kita. Betapa beruntungnya Ibu, mempunyai laki-laki seperti itu yang sarat akan ujian besar kecil harus mampu melampaui.


Apakah mampu Ibu akan membawamu dalam rumah tangga yang berkecamuk ini. Sebentar dia baik, lama dia jahat, dan perkataannya sangat buruk. Seburuk sifatnya untuk kita. Padahal kata orang, semakin orang itu mempunyai ilmu dia akan merunduk seperti padi yang mulai berisi.

__ADS_1


Namun apa kenyataannya, justru semakin tua semakin menjadi. semakin Isbal dan semakin seenaknya sendiri. Yaa Allah, aku tau rezeki anak-anakku dari Engkau. Aku beranikan memohon padamu, Yaa Robb dalam keadaan apapun kekuranganku Engkau selalu menguatkan aku untuk anak-anakku.


Yaa Allah sudah tertidur anakku Rasya hingga aku tidak sadar air mataku ini meleleh di pipi bayi mungil ini. Segera ku lap air mata ini takut anak kecilku ini terbangun, karena dia bisa merasa apa apa yang Ibumu rasakan ini, nak. Maafkan Ibu nak, Ibu tidak sengaja mengajakmu bercerita hari ketigamu hidup di dunia. Doaku untukmu semoga dalam keadaan apapun, Ibumu bisa memberikan yang terbaik untukmu dan untuk kakakmu.


" Hei... sudah melamunnya, aku mau pulang mencuci ompol dan eek anakmu, itu ? " gertakan yang tiba-tiba muncul seperti yang ku kenal akan suaranya yang tak asing untukku. Tiba-tiba membangunkan aku dengan jahatnya mulutnya itu. Begitu kasar dengan nada tinggi ia perlakukan aku dan anak kecil ini dengan suaranya. Seolah-olah aku tak mampu apa-apa.


Segera aku naik ke ranjang dan ku baringkan anakku di ranjang baby di sampingku. Semoga jika aku engkau tinggalkan di tempat ini ada orang baik menolongku jika aku membutuhkan bantuan. Entah itu dokter atau perawat yang berjaga.

__ADS_1


Segera ia memunguti popok dan baju anak kecilku yang sudah kotor sambil cemberut tak karuan. Sambil ia bilang, "jadi perempuan itu jangan lemah, maunya di kamar tidur apa. Ndak mau ngapa-ngapain. Tau enggak yang susah itu aku. Selama kamu nglahirin anak kamu, waktu tidurku berkurang. Semalam aku tidak tidur. Cuma njagain anak kamu itu !"


Heillooooo.....anak aku katanya.... Apa dulu kamu buatnya anak ini sambil tidur ya. Apa kamu cuma nitip air mani aja ya. apa kamu Ndak sadar nih. bener-bener Ndak sadar.... Itu ****** kamu Lo masuk di rahim aku. Itu darah dagingmu, Lo. Segitunya kamu ngatain anak ini anak aku sendiri.


...****************...


Lanjut ke episode selanjutnya ya kak.

__ADS_1


__ADS_2