Wonder Women

Wonder Women
Pernikahan Yang Tak Dapat Restu


__ADS_3

Tak seperti dulu pertama kenal sifat dan tingkah laku kamu manis, bahkan manisnya gulapun kalah. Mau buah apa aja dibeliin sepulang kamu kerja. Apa apa dimanis-manisin. Pokoknya serba kamu yang nglayanin.


Sekarang tidak ada belas kasihan untukku darimu. Bagai buah simalakama dan sifatmu berbalik 180° dari sewaktu sebelum niqah atau sebelum punya anak. Rasa jahatmu dan tidak menyayangiku sudah kelihatan. Dari cara kamu memandang aku, menilai aku seperti apa dan cara kamu bicara sambil sering menyeringai padaku. Tidak segan- segan kamu bicara jahat dan kasar padaku.


Kamu baik sama aku kalau kamu ada maunya. Kamu baik sama aku ketika kamu ingin punya keperluan apa. Kamu baik-baikin sifat kamu padaku agar aku terenyuh sama kamu. Lamis banget ya bibir kamu. Seolah kamu lupa, kamu sering jahat padaku dan anak-anak.


Memang pernikahan tanpa restu orang tua, entah karma entah bukan. Dalam restu orang tua ternyata ada petuah berduri jika dilanggar hidup kita akan penuh duri, jika kita menurut petuah itu akan menjadi nasehat dan hidup akan bahagia.

__ADS_1


Kenyataannya apa...Memang betul seperti itu. Berjalan ke belakang di angka 14 tahun, " Hai Bapak Ibukku, jika dulu aku menuruti Nasehatmu untuk meninggalkan dia mungkin hidupku tidak seperti ini. Hidupku tidak gagal. ".


Namun aku memilih jalan yang salah dan menuruti kemauan kita sendiri. Ya seperti kehidupan yang kurang bahagia dimana anak-anak tidak kau perhatikan. Kamu hanya memburu kesenangan sendiri.


Iya memang orang tuaku tidak menyukaimu. Karena kamu seorang kondektur sebuah bus salah satu angkutan di daerah kita. Tapi karena hati ini sudah tertutup, kami telah memilih menikah tanpa restu orang tua. Jadinya seperti ini.


Kamu ingat, kamu pernah mengatakan padaku, Aku istrimu yang penyakitan. Padahal penyebab awal pertamanya kamu pembawa virus batuk yang sudah dulu bercengkrama di tenggorokanmu. Memang aku sejak terakhir SMA punya bronchitis yang saban kali kecapekan pasti kambuh. Udah tau istri sakit masih saja dinyinyirin, disakiti ngomongmu itu Lo gak enak di dengar. Sebutan istri penyakitan saja, sudah buat gak nyaman buatku, apalagi kau ulang terus menerus. Padahal aku lagi gak sakit.

__ADS_1


Aku masih ingat perjalanan dari masa lalu hingga sederet cerita yang terpapar. Tapi ini semua akan Mencecar kamu karena akan mengorek hatimu.


Suaramu itu seperti Auman harimau yang siyap menerkam hatiku setiap saat. Suaramu itu jahat yang akan menjahati tangisku. Sudah garang lagi bengis. Kelihatannya hati kamu sakit, kamu tidak bisa membedakan kamu ngomong sama istrimu atau musuhmu.


Pernah aku bertanya padamu, apa kau tak bisa ngomong pelan, halus dan baik perangaimu untuk istrimu. Bukan menggertak atau setiap saat selalu saja membuat marah istrimu.


Hei...aku ini istrimu, aku ingin kamu menyayangiku, membahagiakanku dengan kasih sayangmu. Seperti suami yang sayang sama istrinya. Tapi kamu telah berubah seperti bukan Rivos yang dulu. Kemana Rivos yang dulu, suka memperhatikan pacarnya. Suka membelikan sesuatu untuk aku dan anak anakmu. Sekarang kamu jahat banget.

__ADS_1


Tak kenal maka tak sayang. Aku kenal kamu, tapi kamu pun tak juga sayang sama kita. Sebenarnya mau kamu apa aku tak tau. Keluargamu mau kau bawa kemana aku juga tak tau. Seolah kau lepas tangan begitu saja. Tapi kamu banyak tuntutan.


__ADS_2