Wonder Women

Wonder Women
Terulang Lagi


__ADS_3

Hai suamiku kamu ingat nggak sih. Kamu coba deh ngomongnya halus, pelan Ndak kasar seperti kamu ngadepin musuh bebuyutanmu aja. Aku ini Lo istrimu. Coba dong perlembut suara hati dan suara mulutmu.


Memang tabiat dan karakter dari kecil tanpa ada yang mengingatkan. Jadinya ya seperti ini. Kotok bin keras kepala. Ngomongnya pun suka kasar, tak bisa menghargai orang lain.


Terulang lagi dan terulang lagi. Kata Azimat berduri yang siyap menerkamku. Entah apa yang kau Pikirkan terhadapku. Hingga aku bisa membaca pikiranmu, seolah hatimu tak ingin berdamai dengan aku.


Padahal tidur kamu pun sama aku. Kadang sesaat malam tubuhmu berdamai dengan tubuhku. Hingga terdengar dengusan panjang.


Masih saja suaramu yang parau, galak, ganas seolah kamu itu ingin membinasakan aku istrimu yang tak berdaya ini. Berulang kau sakiti aku. Berulang kau kecewakan aku.


Kata bicaramu itu sangat kasar, membuat dentum hatiku tak menentu. Gendang telingaku ini Lo terasa pekak kamu buat suara yang menyayat telingaku.

__ADS_1


Apa kamu tak jenuh apa, aku saja sebenarnya jenuh terasa ogah gitu ndengerin suaramu. Suara dengkuran mu juga membuat emosi. Pokoknya tuh ya, sekujur tubuhmu membuat aku dilematik berkepanjangan.


Bayangin aja, belum kering betul kamu mengataiku keras, pedas dan tak pantas engkau ucapin ke aku istri kamu. Hello....kalimat itu masih tersimpan di hatiku sayang.


Tidakkah kau ingat ... Mungkin lagunya Charlie Bells pun kamu juga lupa. Masih membekas bak sebuah goresan tinta yang tak pernah memudar dalam ingatan.


"Aku tuh kerja. Siapa yang bilang aku gak kerja".


"O...kerja ya. Bukannya kamu sukanya cangkrukan di Warung bawah Pohon Beringin yang besar dekat sungai yang wingit itu. Dimana disana dijaga ular siluman yang akan memakan kamu."


Walah kata-kata kotor ini lagi keluar hingga mata kamu mencereng memerah seperti sedang Khalaf. Betul betul nih orang kalau suruh ataupun tak disuruh, kalau mengatakan hal tabu cepet banget bisanya.

__ADS_1


"Semoga ini benar kamu kerja. Kenyataannya mana gajimu ? Aku ingin tau gajimu kamu kemanakah ?"


"Lho Lo uang yang kamu terima 50.000 kemarin apa. itu gajiku Lo itu ?"


"hHah..." Aku melongo. Kerja 2 Minggu cuma digaji 50 rb senenge Ra njamak njamak. Dus Gusti...aku hanya menghela napas, senyum sekaligus mengumpat. Nih punya suami kok gini amat sih ya. ini aku yang dibodohin atau dia yang gak pinter berbohong atau didustain sih dia gak sadar.


Ah palingan dia berharap yang merasa diperhatiin gitu trus akhirnya terlena dengan uang sebanyak itu. Sebanyak itu....hahahaha..... Susunya adik aja Dancow ++ aja 1 kotak 350 gr harganya 50 rb dikirain banyak uang sejumlah 50 rb itu.


Hallo ini sudah 2022 Bapak Suami. Mana ada sih mana cukup buat nyukupin kebutuhan sehari-hari. Yang ada kemuringan-kemuringan tambah double nih mulut. Huft...segitu dibilang banyak.


Ya udah lah coba kamu belanjaan sendiri sana. Mungkin kamu lebih pandai memanjakan uang hasil kerjamu itu. Dan tugas istri hanya memasak hasil keringat suami.

__ADS_1


Mana cukup aduhai...yang ada aku Lo tombok tiap bulan. Itu Lo belum termasuk listrik, air, WiFi, susu anak kecil dan jajan untuk anak-anak.


Hai kak....ikuti ceritaku ya. salam kenal dari Ngawi...


__ADS_2