Wonder Women

Wonder Women
Seperti Jaelangkung bag. 2


__ADS_3

Aku tunggu dari hari kamu pergi dari rumah hari Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu kamu tak pulang. Minggu kamu tak juga pulang. Senin ...tiba-tiba dia menampakkan hidungnya. Langsung mencari anaknya si Rasya memeluknya.


Aku dan si Safi dikemanain. cuek bebek dia. Langsung ngeluyur ke Angkringan. Duduk menyendiri lalu ku hampiri.


Dia bercerita panjang x lebar x tinggi sama dengan luas balok. Dan hasilnya masih ini jadi alas dikalikan tinggi dibagi dua Sama dengan Luas segitiga. Masih dikalikan a kwadrat ditambah b kwadrat sama dengan c kwadrat.


Dan aku tidak diberikan waktu bicara. Seolah ini mimbarnya dia dan malah ia menceramahiku. Looo apa Ndak kebalik sihhh.... Enggak biar aja dia bicara tunggu dia selesai bicara kan ku serang dia......Des Des Des Des...... kena kau.....hyahahhahaha.....


Dia menyodori uang aku 150. Alhamdulillah bisa untuk nafkah 1 tahun. Sempat tertanam seperti itu. hahhaha....apa 1 tahun....hehehhe....Lo la dia memberinya pasti ini untuk setahun Lo.

__ADS_1


Bukan nge pal ya, ntar tak lama lagi dia mesti punya sifat Jaelangkung Jaelani lagi datang dan pergi sesuka hati dan pulang-pulang seperti bang Thoyib.


Lama tak pulang bawa uangnya segepok tiga lembar sejumlah seratus lima puluh miliyar alias seratus lima puluh ribu rupiah. Enggak heran aku....sudah tabiat kamu seperti itu Pak Jaelani.


Sampai kapan Yaa Allah, suamiku taubat Ndak jadi Jaelangkung Jaelani lagi. ayolah hidup normal jadi manusia biasa yang super herooo jadi ayahnya anak-anakku.


Buka angkringan semangat lagi dan open thingking jangan bermalas-malasan, buang rokokmu ingat anak istrimu perut mereka perih keroncongan menahan cacing-cacing yang hendak memotong usus-usus mereka sendiri.


Itu Lo tenggang waktunya lama banget wahai suamiku...hmmm....sampai humob ini mulut tiap hari ngasih tau ngasih pencerahan... Yaa Allah tiap kali aku copy paste ucapan aku sendiri. screenshot sana screenshot sini. Bisa-bisa mungkin tipe ex nya habis kali ya jika semua saranku ku tuliskan dengan pena emas berbalutkan warna ungu artinya aku ingin mengakhiri hidup kayak gini.

__ADS_1


Ayo bangkit mi suami....bangun rumah tangga kita lagi. Aku yang lebih suka puasa Sunnah dan anakku gimana untuk menahan lapar biar jadi pahala apa iya aku suruh puasa seharian.


Sampai kadang aku tak punya sebutir beras pun kamu tak mau tau. Hanya ego yang kau punya. Bercerita di warung itu dengan kebanggaan gini gini gini. Nyatanya keluargamu Lo tak kau urus. Membanggakan apa.... Apa yang kau banggakan. Jangan lupa banggamu itu bisa menjadikan kufur untuk kamu.


Baru aja buka dua puluh hari semangat-semangatnya dia. ee...sudah main tutup lagi dia. Yaa Allah... mana uang penjualan malam itu ia bawa semua. Tak ada kecocokan di nota


Qodarrullah Allah SWT menunjukkan semuanya. Laporan keuangan ini. Uang tadi malam ini, Nota tidak diserahkan ke aku. Kamu timbun rapat-rapat di angkringan. sudah tidak kamu bawa pulang nota itu.


Qodarrullah Allah maha tau, ku buka penjualan tadi malam. ku hitung uang penjualan, pengeluaran, orang makan di tempat, nota delivery dan hasilnya.... Astaghfirullah ternyata terkuak semuanya.

__ADS_1


Hai kak....ikuti ceritaku ya. salam kenal dari Ngawi


__ADS_2