Wonder Women

Wonder Women
Operasi Caesar


__ADS_3

Sejak aku mengandung si kecil dan memasuki bulan ke sembilan, kamu tak percaya itu anakmu darah dagingmu keturunanmu torehan napasmu. Taunya kamu semenjak bangun perniqahan kedua sama kamu aku telah dita'arufkan sama guru SMA Negeri yang berstatus PNS. Tapi bodohnya aku, aku lebih memilih kembali padamu lagi. Dalihku, aku masih istri sahmu kalau dulu berpisah itu dipisahkan Bapakku yang juga kecewa sama kamu


eits...maaf aku tak boleh bilang bodoh. karena sudah ada anak kecil lucu yang menendang-nendang perutku dengan kaki mungilnya. Kalau aku bilang itu berarti aku tak menyanyangi dan mensyukurinya. Terserah lah kamu alasan apa, apa kamu lupa kamu yang menorehkan napas kehidupan untuk si kecil kita. Kamu yang telah mereinkarnasikan bayi mungil itu dalam rahimku. Berbuat tapi tak mau tanggung jawab.


Mau tes DNA.... jelas-jelaslah itu anakmu. Masak ya itu anak siapa. Kamu pernah menuduh aku selingkuh tapi aku bukan tipe perempuan seperti itu. Ya sudahlah...aku terima dengan ikhlas.

__ADS_1


Suatu ketika kontrol kehamilan tiap bulan aku ajak kamu di puskesmas. Kamu bilang dengan nada tinggi, "Ini bukan anakku, kamu selingkuh ya ?". Yaa Allah berasa mau pingsan aku mendengarnya, udah perut besar masuk delapan bulan, jalan sudah ngos ngosan gampang capek mudah sesak napas cepet gerah.


Beraninya dia ngatai istrinya yang sedang buncit gede. Gak kasihan apa. Mana dilihatin orang banyak lagi. Yaa Allah....seperti murka dia. Padahal kan aku cuma minta ditemenin aja biar kayak pasangan lain. Malah seperti makan buah simalakama di siang bolong


Malu tau dikatain gitu, dikiranya aku hamil di luar nikah dan sedang hamil anak dari selingkuhan. Sedang kamu yang bertanggung jawab semua. Gila apa nih orang. Kagak waras apa. Dosamu guede Lo ya...ngatain istri sholikhah selingkuh dan bayi mungil yang tak berdosa yang siyap lahir ke dunia lihat perilakumu sebagai bapak buruk tingkah.

__ADS_1


Tiba saat dokter bilang " anak ini harus segera keluar dari perut mamanya, sy sudah pilihkan tanggal tepat di 17 Agustus. Nanti operasinya pas hari itu. Sudah ada lima orang yang minta di tanggal itu. Dan kamu berkesempatan melahirkan bayi kamu di tanggal itu. Dua hari lagi ya, berarti." kata dokter kandungan.


" Jangan punya pikiran macam-macam, relaks, banyak istighfar dan berdoa semoga operasinya lancar dan dimudahkan Allah SWT. Kamu kuat, Bismillah kuat ya. " pesan Pak Dokter spesialis kandungan memberikan motivasi untukku waktu itu.


Aku hanya mengangguk saja mengikuti nasehat pak dokter. Karena aku memang butuh nutrisi semangat dan motivasi untuk aku bangkit dari suaranya orang tadi yang tidak mengakui ini bayinya.

__ADS_1


Sembari menyiapkan perlengkapan persalinan, ku siapkan sendiri karena aku memang sudah tidak punya Ibu. Ibu sudah 4 tahun meninggal jadi apa-apa sama Bapak. Kebetulan bapak sedang berhaji. Alhamdulillah ada kakak laki-lakiku yang setia menunggu aku, memberikan semangat aku, bahkan hingga rela menungguiku sampai masuk kamar persalinan.


Lalu Kemana Rivos .... dia tak mau berangkat menemaniku, lebih memilih pakai sepeda motor daripada harus sama kami menuju Rumah Sakit Besar di Kota Kabupaten yang harus ku tempuh perjalanannya selama 1 jam.


__ADS_2