
"Assalamu'alaikum...." Dari balik pintu muncul seorang perempuan dengan dua anak gadis itu. Tak lain itu adalah Budenya Rasya. Bude yang rumahnya di kota kabupaten ini yang biasanya sering memberikan bantuan untuk semua keluarga ketika bertandang atau sedang rawat inap di rumah sakit di kota.
" Wa'alaikumussalam, bude. Masuk bude....masuk mbak Peti, mbak Lyan" menjawab salam masuk bude Tinik dan dua putrinya.
" Rasya, ini baju dan popokmu sudah kering. Sudah bude setrika sudah wangi kamu tinggal pakai. Tadi siang Bapakmu molor tempat bude, kecapean kali jagain kamu tiap malam. Trus baju kamu yang direndam sama Bapakmu. Bude cuci sewaktu Bapakmu tidur." aku kaget bude Tinik ngomong seperti itu. Hei bukannya Rivos Jedar jeder pamer kalau ia capek mencuci popok dan kotoran Rasya karena kotoran pertama Rasya menghitam. Wah ada yang dibuat nih ceritanya si paksu yang suka berbohong dengan dalih-dalih dan alasan-alasannya.
__ADS_1
Aku cenderung percaya dengan ucapan kakak perempuannya ini. Dia orangnya jujur apa adanya kalau adiknya memang lebih banyak bohong dibanding benarnya. malahan timbangan kejujuran pun ia isikan sedikit dari timbangan kebohongannya. Duhhh Rivos.....kamu tuh kelewatan banget. Masak Eek anak sendiri suruh nyuciin kakaknya, sedang ia malah ngorok molor melulu.
Ngakumu capek jagain kita berdua nggak pernah tidur. Bukannya kamu tidur terus ya.... tiap ketemu bantal kamu langsung tewas. tiap ada bantal kamu raih kamu tewas lagi. Sudah deh ngertiin dan ngomong sama kamu. Udah tau Lo ini anak kamu. Kok eek kotoran anak kamu, kamu tinggal, Kakak perempuan kamu yang nyuci. Ndak etis...tau. Jadi malu aku sama bude. Sabbar.....jangan sampai ke hati aku kebawa perasaan jengkel ini.
" Enggak papa, bulik. Eek Rasya kan hitam. Kelang. anak baru lahir emang eeknya hitam sulit dibersihkan kalau nempel di popok."
__ADS_1
" Ehm....iya bude."
" Tadi Rivos sampai rumah ia rendam saja, trus aku cari eehhhh ternyata nih anak tidur di ruang tamu depan. Katanya sulit biar mbluduk dulu mbak katanya tadi. E sudah mbluduk kenapa Ndak dicuci sudah jam 14.00 padahal. Tuh anak datang jam 13.00 enggak segera direndam dulu, malah bercakap-cakap rokok an sambil ngopi dulu di depan rumah sama Mbah Sal. Wooo nih anak kok Ndak mikir Selak hujan bajunya anak nya gak kering. Namanya Rivos ya Rivos ndablegh bin egois. Maunya ya kayak gitu Bulik. seenaknya sendiri. kalau ia bilang capek mesti tidur. kalau sudah tidur dibangunkan pun susah sekali. Kalau dibangunin suka marah. temperamen dia. Maafin ya Bulik, Rivos kalau di rumah Bulik suka gitu. Dia sudah berumur empat puluhan tapi Ndak pas dengan umurnya harusnya bersikap tua. Jadi kayak gitu. Karena terbiasa hidup enak di rumahmu."
" Ehm iya bude." Jawabku sambil tersenyum-senyum dan benar saja kan pas ucapannya mbaknya Rivos. yang jelas Rivos Ndak mau rekoso. Ndak mau susah-susah. maunya enak terus Ndak usah kerja dan yang kerja yang nyari kebutuhan adalah aku. Gimana dia sebagai lelaki dia tidak tau tanggung jawab. Tidak mengerti harus gimana nyukupi kebutuhan anak dan istrinya. Di luar sana ia bisa ngrokok kumpul sama teman-temannya tapi dia tidak pernah ngerti keluarganya gimana sudah makan belum. Makan sama apa. Seolah-olah dia mbodohi banget.
__ADS_1