Wonder Women

Wonder Women
Khuluk


__ADS_3

"Kalau sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini, daripada dosa. Kamu sudah bisa loo mengajukan khuluk. Menyimpan perasaan yang tak karuan l tambah dosa karena seiring kesabaranmu membuat kamu sakit hati melulu." ada teman yang mengamati gerak gerikku yang menyarankan untuk kita berpisah.


"Eh syarat Khuluk ketika suami kamu sudah cacat dalam ekonomi kamu berhak mengajukan pisah." aku hanya mengangguk, dan memang aku sudah tau bab itu.


"Kalau aku jadi kamu, aku lakukan khuluk saja. Biar hidupku bisa tenang. Bahagia sama anak-anak. Kehidupan kamu masih panjang Lo, masih ada hari esok yang lebih baik."


" Suamimu itu cacat fisik enggak, dan masuk di kriteria kedua cacat ekonomi. Secara kamu sudah bisa mengajukannya. Ayo tunggu apalagi ?"


"Tapi kan tidak mengapa jika aku tidak mengambil jalan Khuluk."


"Apa kamu masih memaafkan dia suamimu dan memilih memberi kesempatan lagi. Apa bisa ?"


"Wallahu a'lam. Hanya Allah yang tau. "

__ADS_1


" Kenapa kamu bisa sebodoh atau sesabar ini ya. Kamu itu,,,ahhh aku tidak tau jalan pikiran kamu. Sudah jelas agama, sudah memperbolehkan kamu Khuluk kamu minta pisah. Segera manfaatkan."


"Endak, saya tidak akan mengambil jalan itu. Memang benar Agama mengatakan Khuluk atau pisah dengan catatan suami cacat ekonomi salah satunya. Tapi tidak mengapa jika aku bersabar untuk ini. Toh Allah SWT akan mengganti semua dengan pahala."


"Lhoh lhoh...kamu ini gimana sih....jelas-jelas Lo dari Safi kecil hingga adanya Rasya kamu belum bahagia diantara kamu dan anak-anakmu. Apa kamu Yaqin dengan pilihanmu ?"


"In Syaa Allah, Yaqin !!!"


"Ayolah bangun dari sadarmu, laki-laki itu tidak bisa kau harapkan. Bahkan untuk biaya makan sehari-hari anak-anakmu saja endak ada. Kok kamu bisa-bisanya mempertahankan. Yaa Allah Yaa Robb Yaa Tuhan."


"Duh...kamu ini. Endak usah berpikir panjang. Segera ambil keputusan, mungkin Allah memilihkan jalan yang terbaik dengan cara seperti ini."


"Maaf, aku tidak bisa teman. Kesabaran itu batasnya sampai kematian. Dan Allah maha tau hamba-hambanya yang bersabar. Terima kasih atas sarannya. Pahala yang sangat banyak jika aku bisa menerima dengan bersabar. Semoga dia bisa berubah".

__ADS_1


"Oh baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu. Aku tidak bisa mencegahmu mengambil langkah itu. Karena di jiwamu ada kelembutan dan kesabaran saudaraku."


" Aku tetap mengajukan Khuluk, tapi..." belum sempat aku melanjutkan kalimatku sudah terpotong oleh kegembiraannya menyambut jawabanku.


"Nhah gitu lo itu baru pilihan tepat. Ahh menghabiskan tenaga saja aku tadi menjelaskan kepadamu. Tau gitu aku gak ngomong panjang x lebar. Bikin pegel saja."


"Aku tetap melakukan khuluk. Tapi aku mengajukannya kepada Allah SWT. "


"Maksudmu???"


" Aku ulangi lagi ya, aku tetap mengajukan khuluk perpisahan hanya saja aku melakukannya dengan pengajuan kepada Allah saja, Dia hakimku dan dia juga pengacara terhebatku. Entah kan jadi apa dia suamiku. Hanya Allah yang maha tau. Entah DIA akan memberioan hidayahnya pada lelaki itu. Aku tetap menerima. Dan ketika dia belum mendapatkan hidayahnya, aku akan tetap bersabar. In Syaa Allah, Allah akan menunjukkan jalan perpisahan untuk aku dan dia yang TERBAIK MENURUT NYA."


"Tapi apa kamu akan selalu diam dan diam bersabar dan bersabar hingga dia seperti tidak punya dosa"

__ADS_1


"iya, aku akan selalu bersabar. Allah SWT tidak akan membiarkan aku sendiri. "


Hai kak....ikuti ceritaku ya. salam kenal dari Ngawi


__ADS_2