Wonder Women

Wonder Women
Hidayah


__ADS_3

Hidayah itu tak datang 2x jika kamu merasa datangnya bertubi-tubi kamu enak. Tobatnya nanti saja masih ada hari esok dan kamu bilang Allah pasti mengampuni dan menerima tobatmu.


Itu salah, hidayah itu harus kamu kejar, yah. Bagaimana aku bisa menerangkan padamu, ngomong A saja kamu sudah nyekak Aku. Ngomong begini salah ngomong begitu salah.


Keluarga yang tak bisa berkomunikasi dengan baik. Maunya kamu hidup enak, pakai semua yang kau butuhkan tanpa merasa pinjam ke orang, kamu pinjam sepeda anakmu, pergi sepeda baik-baik saja pulang ban sepeda gembos. Kamu aja gak mau tau tentang aku dan anak-anakmu apalagi hanya sebuah barang. Picik kamu tau gak sih.


Lempar batu sembunyi tangan. begitulah kesekian kalinya kamu seperti itu melulu. Seperti sebuah hidayah, kamu tak mengerti kamu didatangin dia. Kamu tak mengerti Allah masih sayang sama kamu. Tapi kamunya tidak tau atau memang sengaja malas untuk bersyukur.


Merasa kamu bisa ini Lo aku sudah gini....gini... Padahal andai kamu tau semua itu bagian dari doa anak dan istrimu bukan kamu.

__ADS_1


Rezeqi kita dilewatkan kamu dari jalan angkringanmu itu. Malah kamunya congkak dan sombong. Seolah kita itu apa. Hanya bergantung pada kamu.


Mungkin sebabnya kamu menyebut aku pemalas. Hanya nitip hidup ke kamu. Tapi semuanya bohong. Kamu Ndak bisa setulus ketika kamu membutuhkan sesuatu dariku.


Tulusnya kamu, ketika kamu butuh sesuatu dan sesuatu itu harus terpenuhi jika tidak kamu akan celaka. Itu baiknya kamu disitu.


Pernah suatu ketika kamu di posisi itu. Kamu baik banget sama aku, kelihatan sayang banget peduli sama kita-kita. Bahasa bicaramu juga luwembutttt seperti kapas. Ahhh sebenarnya su'udzonku tingkat dewa dan sudah tercatat dalam kitab hatiku.


Pada saat aku berganti alur menjadi kamu yang butuh sesuatu, aku bilang ke kamu.

__ADS_1


"Yah, aku butuh ini. Tolong bantu Ibuk. Dulu ketika kamu butuh uang Ibuk sudah bantu Ayah. Sekarang giliran Ayah buat bantu, Ibuk."


"apa ...seenaknya saja kamu bilang minta. Aku ini punya apa. Orang cuma bakul kopi suruh bantu uang. Ngaca dong kamu. Dulu kamu bantu aku, memang sudah seharusnya. Kalau aku suruh balikin uang mana bisa. Ya aku butuh uang kamu harus bantu, namanya suami istri. Tapi giliran kamu yang butuh sekarang ini, Laa mbok sampai gunung Lawu mbledos aku Ra bakal kasih." jawabmu bikin kupingku memerah mataku nanar hingga air mataku ini berduyun-duyun jatuh tanpa ku sadari.


" Apa nangis...mewek...bisamu cuma gitu. Dasar Bosok. sana cari sendiri."


"Yaa Allah yah, itu uang aku. Uang tabungan aku. Aku cari uang sendiri untuk nyukupin susunya cah cilik. Kenapa kamu kayak gini sih. Aku ini enggak kerja Ibu rumah tangga, kalau aku punya uang itu dari hasil aku sendiri. Kalau kamu pinjam harus kamu kembalikan."


"Alah....bodo amat. uangmu ya uangku. Kamu itu istri gak berbakti sama suamimu ya. Sana bilang sama Bapakmu bilang sama keluargamu. Ikuti mereka. Suamimu gak pernah kamu turutin. Mau dilaknat kamu sama Tuhanmu ? Haaaahhh......"

__ADS_1


Hai kak....ikuti ceritaku ya. salam kenal dari Ngawi


__ADS_2