
" Hah....bagiku sama saja. Istri atau bukan. Kalian sama saja."
"Yaa Allah tega bener kamu ngomong seperti itu pada istrimu."
"Kamu dan hpmu itu sama-sama BOSOK."
"Astaghfirullah hal 'adzim salahku itu apa. Kalau aku capek waktu tidur malam aku tidur, orang mau beli biar w.a kamu, apa aku salah."
"Salah. Dasar Bosok. Lumoh (pemalas) lihat tuh orang delivery pesanan kamu itu banyak sekali. Malah tidur bangun suruh cepat malasnya kayak kamu. Tau gini gak usah jualan sekalian. Jalanmu saja kayak siput. Yang cepet jadi orang. "
Yaa Allah aku menangis. Aku dikatain pemalas. Padahal sudah sejak pagi aku tak berhenti mengurus rumah tangga memasak, mencuci, menyapu dan menyiapkan makanan. Kok dibilang malas. Padahal dia bangun langsung cuci muka ngopi ke warung.
__ADS_1
Allah SWT Maha tau apa yang ku lakukan dan kau lakukan. Allah maha tau apa yang kau sembunyikan dariku dan apa yang tak ku sembunyikan dari hatiku.
Yaa Allah jika sabbar ini bukan merupakan pahala tentu aku akan mengamuk pada dia. Karena sabbar itu batasnya adalah kematian dan di dalam sabbar itu ada pahala yang tersirat dari semua perbuatan kita.
Biarlah aku kamu Katai BOSOK, Cangkeman, lumoh pemalas Ndak papa. Aku masih berbesar hati. Meski secara langsung itu menyakitkan dan membuat sakit di hati. Allah maha tau dan malaikat sebagai saksinya. Toh jika semua itu tidak benar semua akan kembali padamu.
Yaa Allah, jika aku masih bisa menatap langit yang sama seperti ini aku akan merasakan bahagia. Simpankan langit cerah ini untuk ku nikmati kembali Yaa Robb.
Padahal dalam setiap selesai Ibadah sholatku, aku selalu memohon pada- NYA. Aku memohon kelembutan hati untukmu suamiku, aku memohon engkau bisa bicara halus, berbudi pekerti baik, tidak suka mengatai orang dengan nama panggilan yang engkau buat.
Nyatanya, Allah masih belum membukakan pintu hidayah untuk kamu. Padahal sudah kesekian lama aku titipkan doa ini untukmu seorang. Namun belum terjawab.
__ADS_1
Setiap saat engkau Katai aku, aku pasti menangis dan berlari mengambil air wudlu dan ku katakan kepada Robb ku. "Yaa Allah mohon berikanlah hidayah untuk suamiku !"
Namun apa yang terjadi, tidak semudah itu Allah mengabulkannya. Dan masih harus lebih bersabar lagi dengan rahasia tentang dirimu ini. Aku besarkan hatiku, Engkau masih menguji aku dengan tingkatan ujian yang sama dan lebih jahat lagi kata-katanya yang terucap.
Sungguh bengis kata-katamu itu lebih bengis dari yang kemarin saat kamu belum berikrar janji. Allah masih ingin melihat batas kesabaran ini. Aku terus berdoa, semoga Allah jadikan kesabaranku ini sebagai penghapus dosa-dosaku di masa lalu.
Mengampuni dosa-dosa yang ku perbuat dimasa lalu. Atau mungkin Allah akan memilihkan jalan yang lebih baik dengan ujian ini. Aku tak mau berpikir macam-macam, yang jelas masih ada kesabaran yang harus ku perdalam dari semua perkataan buruk yang terlontar dari mulutnya.
Entah rahasia apa yang tertoreh dibalik ujian kesabaran ini. Hanya Allah yang maha tau.
Hai kak....ikuti ceritaku ya. salam kenal dari Ngawi
__ADS_1