
Katanya habis melahirkan seperti seorang putri raja. Tidak boleh banyak bekerja apalagi pasca melahirkan Caesar. Tidak boleh mencuci baju sendiri. Tidak boleh melakukan aktifitas yang mengundang tenaga. Tapi itu tak berlaku untuk aku.
Sama saja pekerjaan berat atau ringan juga aku yang melakukan. Kamu mah enakan tidur. Banyak tidurnya dibanding enggaknya. Sebel banget deh punya suami kayak gitu. Udah tau nih istri gak boleh bekerja berat. Masih saja aku harus nyuci dan mengangkat jemuran basah sendiri, masak sendiri kalau gak masak apa yang ku makan dan bagaimana menghasilkan ASI.
Lelaki....kerjamu cuma begini saja. Kapan kamu akan berubah. Tidur melulu anakmu sudah gede Lo... sudah ada yang SMA. Apa kamu Ndak mikir mereka butuh biaya yang Ndak sedikit. Apa kamu akan menggantungkan hidupmu ke aku saja.
Istrimu yang harus berpikir, mencari rezeqi dan bekerja 24 jam tanpa kenal lelah. Apa tidak ada belas kasihmu sedikitpun.
__ADS_1
Kamu sudah menginjak umur 45 tahun harusnya sadar dong, usia Sudah tidak muda lagi. Uban sudah menumpuk kayak gitu. Jangan pernah berpikir mencari kerja. Tapi pikirkan sekeluargamu butuh makan butuh nafkah untuk kehidupan mereka.
Keegoisanmu telah membutakan semua yang ada di matamu. Egoismu sudah melampaui batas maksimal. Terkadang egoismu sudah membungkus semua perasaan kemanusiaanmu. Hingga kamu lupa kamu masih manusia. Kamu masih punya tanggung jawab sebagai manusia yaitu seorang ayah. Yang tugasnya mencari nafkah untuk anak dan istrinya.
Bukan kamu menjejali kami dengan keegoisan kamu. Bukan kamu mengharuskan kami untuk berpuasa setiap tidak ada makanan untuk perut kami. Kamu paksa untuk kami berpuasa. Seperti kamu tak peduli aku ini habis melahirkan wajarlah ibu menyusui makanannya harus banyak dan bergizi. Kamu pun tak mau tau. Tak mau untuk berpikir.
Maunya kamu hidup enak makan tersedia. sedang kamu tak pernah memberikan apapun yang berarti untuk istri dan keluargamu. Apakah istrimu kamu suruh merebus batu seperti dongeng itu. Yang kemudian bisa jadi nasi untuk kita makan semua.
__ADS_1
Bisa to ya....seperti itu. Merebus batu biar jadi nasi. Coba deh aku melakukannya biar hemat kamu Ndak usah kerja. Ndak usah memikul beban tanggung jawab sebagai pencari nafkah.
Aku cukup bilang pada anakku, ayo nak kita mengumpulkan batu sekarung dua karung untuk kita tanak menjadi nasi. Puas ya kamu berdiri diatas kakiku. Apa-apa aku sendiri kerja keras sendiri. Kamu hanya bisa apa.
Datang ke rumah tak ada yang kamu makan kamu marah, tak ada lauk tak ada nasi kamu mengumpat padaku.
"Istri bisa apa kamu, suami pulang tidak pernah kamu sediakan makanan. Kamu istri macam apa. Malu kamu harusnya jadi istri enggak bisa ngapa-ngapain. Udah bagus kamu jadi istriku." hmmm ...diam saat ini lebih bagus daripada ngladenin orang yang gak punya hati.
__ADS_1
Sabarku kuat diatas segalanya. Hanya bisa memendam, tersenyum dan membatin dalam hati. Aku membujuk hatiku seraya mengatakan "iya, betul. Memang aku istri seperti yang dalam pikiranmu. Apa kamu puas mengatakan kelakuanku seperti itu ? Padahal perlakuanmu tidak lebih baik. Ngaca dong kamu punya tabiat." Yaa Allah mohon berikanlah kesabaran untuk aku dan berikan rasa nyaman untuk anak-anakku yaa Robb, meski keadaan keluarganya seperti ini. Semoga tidak berpengaruh pada Perkembangan Rasya yang masih balita.