
"Ayah, seperti sekarang ini Ibuk sudah bisa mengajukan Khuluk ke ayah looo." WhatsApp ku ke ayah. Lewat w.a aku hanya bisa bicara apapun dengan bebas dan ayah juga banyak bercerita di w.a. Entah faktor malu mengungkapkan semua paling.
Setiap pesan w.a-w.a, juga dijawab dan berhasil aku mengajak ngomong. Karena sebenarnya tidak ada keterbukaan diantara kita.
Dia pendiam banget, kalau tidak diajak ngomong ya diam. Ngomong hanya seperlunya saja. Bingung kan jadinya kalau mau ngomong nggak ditanggapi.
OOO...akhirnya 'ku baru tau. Hanya lewat w.a seperti aku bicara dari hatinya. Kayak ilmu kebatinan aja....
Yang dulu aku menganggap dia, suamiku yang sulit diajak bicara. Ternyata dia butuh perhatian extra. Hmmm....
Harus dieluk dari hati ke hati.
__ADS_1
" Lhoh...khuluk pisah maksudnya, Buk?" status w.a nya emoticon kaget.
"Iya, yah."
"Lhoh...kita ada masalah apa, Buk. Apa semua kekuranganku ini, iya memang aku orang miskin ya, Buk. Ibuk meremehkan Ayah ?!?"
"Lhoh...enggak gitu ayah. Ayah salah paham, Ibuk Lo Ndak pernah matur (ngomong) Ayah miskin, ngremehin ayah. Kalau dulu ayah miskin kan sekarang enggak. Ayah sudah punya angkringan. Iya kan ?"
Whah....disini ni aku terdiam. Sebenernya juga cuma masalah itu, jangan karena egoku aku merusak semua. Kalau bisa diperbaiki kenapa tidak.
Ya mungkin aku harus tambah kesabaran lagi, Kalau ada kakak iparku perempuan mungkin aku digodhok disini ditempa wahhh ditanyain macem-macem ini itu ini itu. Maksudnya biar tidak pisah, bisa diperbaiki lagi, jangan ambil tindakan Khuluk dulu.
__ADS_1
Dan benar kan, suatu ketika ketika kakakku pernah bilang. whahhh....kakakku menyampaikan ini itu, ini itu dan ini itu...... kena dehhhh aku. Menangis menunduk mengeluarkan air mata, seperti kena hantaman dalam hati Mak jlebbbbb sore itu.
"Perempuan apabila tidak kuat dalam berumah tangga karena faktor ekonomi, perempuan boleh mengajukan bercerai, TETAPI apabila tidak melakukan bercerai TIDAK MENGAPA dan PAHALA UNTUKNYA ATAS KESABARAN NYA.
Kamu sudah bisa memenuhi hak-hak kamu Kepada suami belum ? kok kamu mengajukan khuluk. Dan suami sudah bisa memenuhi kewajibannya dia ke kamu, belum ?
Coba dalam suatu keluarga jika ada masalah apapun itu dengan suami kalian, diajak bicara.
Misal ini ya, hehehe manja sama suami sekali-kali Ndak papa kan. Berkali-kali juga Ndak papa..hehehhe. Trus kita Selami hatinya perlahan-lahan. Pasti nanti juga ngajak ngomong yang enak gitu Lo. Sudah pernah yang disini, ngajak ngomong baik-baik dari dalam hati. Trus apa yang diomongin pas mau tidur ngumpul sama berdua sama suami." terang kakak ipar perempuanku sore tadi ketika aku bertandang ke rumahnya.
Iparku menjelaskan begini begini begituuuuu sampai aku merasa uhhhhh... kena deh....batunya. mungkin butuh introspeksi diri. Butuh evaluasi, butuh kesabaran, butuh penyelaman dalam hati, butuh berlembut-berlembut hati, jiwa, sikap dan tutur kata.
__ADS_1
Apa mungkin aku egois, mau menang sendiri tapi enggak i. aku merasa aku sudah memenuhi hak-hakku sebagai istri, dan dia malah belum memenuhi tanggung jawab dia ke aku.