X-Loves : Dari Dunia Lain

X-Loves : Dari Dunia Lain
Chapter 35 : Ika, The First Elder


__ADS_3

“Ada apa, gadis kecil? Kau takut denganku?”


Hembusan napasnya mengenai wajah Anna. Aromanya seperti bau bahan kimia, atau mungkin gabungan bahan-bahan organik. Perlahan gadis itu melihat seluruh wujud makhluk itu. kakinya ditumbuhi sisik seperti kulit buaya, namun bedanya ini berwarna hijau.


Sedikit naik ke bagian tengah tubuhnya, terlihat sisik berwarna kuning menutupi perutnya yang tak terlalu buncit itu. Sedangkan kedua tangan bersisiknya nampak kekar dan memiliki jari layaknya seorang manusia.


Gadis itu lalu berusaha menatap kepalanya. Namun sebelum melakukan hal itu, makhluk misterius itu langsung menghadapkan wajahnya. Anna langsung terkejut melihat sosok sebenarnya dari makhluk itu.


“Eh….” Anna sedikit berteriak dan berusaha mundur setelah makhluk itu memajukan wajahnya.


Ia terlihat seperti sesosok iblis yang sering digambarkan dalam berbagai cerita. Wajahnya berwarna hijau dan berlapiskan sisik buaya. Ia memiliki hidung dan telinga yang mirip seperti manusia pada umumnya, namun ia memiliki sebuah tanduk di tengah-tengah kepalanya. Matanya berwarna kuning bercahaya menyerupai mata buaya. Tatapannya yang menyeramkan itu membuat Anna cukup ketakutan memandangi wajahnya.


“Ka…ka…”


Anna masih terbata-bata melihat sosok mengerikan makhluk itu. Dan melihat ekspresi ketakutannya membuat makhluk itu tertawa kegirangan.


“HAHAHAHA…”


BRUKK… Makhluk hijau itu dengan bengisnya menendang wajah Anna yang masih tak berdaya itu, hingga dirinya terhempas sejauh beberapa meter sebelum akhirnya berhenti setelah menghantam sebuah tembok.


“Aghh….”


Gadis berambut pirang itu kembali menatap ke arah makhluk itu. Dari balik debu, ia berjalan dengan gagahnya.


“Kau pasti sudah tahu siapa aku kan? Aku adalah Ika, Elder Pertama Sang Azazel Agung,”


“Ka….kau…”


Ika, Elder pertama dari Azazel. Ia pernah mendengar tentangnya saat berbincang di dalam perpustakaan suci bersama Aldy dan Mutiara. Ia adalah satu dari empat Elder yang akan kembali ke permukaan Tierra Hyuma sebelum kedatangan Azazel ‘Sang Raja Iblis’.


Dan kini, Ika sudah menginjakkan kakinya disini. Itu artinya Azazel akan segera tiba di Tierra Hyuma. Mengingat apa yang sempat dikatakan Aldy beberapa bulan lalu tentang kemampuan sihirnya yang mengerikan, kedatangannya berarti kehancuran bagi Tierra Hyuma.


Gadis itu tak menyangka bahwa Sang Raja Iblis dan empat Eldernya telah kembali pada hari ini. Itu artinya Tierra Hyuma dalam bahaya. Harus ada yang menghentikannya sebelum semuanya terlambat.


“Huff… Sudah kuduga, kau pasti sudah tahu siapa kami. Si penjaga perpustakaan itu sepertinya sudah berbicara banyak padamu,”


Ika berbicara sambil sesekali menggeram seperti monster. Ia pun berjalan ke arah Anna yang masih bersandar di tembok itu, sambil menjelaskan sebuah hal padanya.


 “Ribuan tahun silam, peristiwa bersejarah ini memang sudah diramalkan sebelumnya oleh para cenayang, tentang pertarungan besar seorang pemimpin dan keempat pengawalnya melawan para manusia pengacau Tierra Hyuma ini. Dan aku tak menyangka, akulah yang akan membebaskan planet ini dari ulah kalian,”


Perkataan Ika itu seolah-olah menyalahkan umat manusia atas segala hal yang terjadi di Tierra Hyuma ini. Padahal merekalah yang menjadi ancaman bagi planet ini. Anna pun membantah perkataannya walaupun dengan susah payah.


“Sa…salah umat manusia katamu? Justru kaulah dan Azazel yang payah itu yang menjadi ancaman atas planet ini. Kalian sendiri yang menyerang kami di masa lalu. Kalian bukanlah pembebas, melainkan penjahat,” ucap Anna.


Mendengar hal itu, Ika pun tersenyum lebar.


“Itu menurut kalian. Namun kenyataannya kami lah yang akan membebaskan planet ini. Ngomong-ngomong…”

__ADS_1


Ia pun kembali menghadapkan wajahnya tepat di depan Anna dan membuat gadis itu terkejut kembali.


“…Aku juga tidak menyangka kalau kau adalah satu dari dua parasit yang akan menghambat upaya kami,”


“A…Apa?”


Anna kebingungan. Apa yang dimaksud parasit oleh makhluk hijau itu.


“Para cenayang itu juga berkata bahwa kami harus berhadapan dengan dua orang penyihir muda yang akan menghambat tujuan kami. Dan tak kusangka satu dari dua orang itu adalah kau, gadis berambut pirang nan cantik jelita,”


Ika menjulurkan lidahnya yang menyerupai lidah ular itu di pipi Anna, hingga air liur pun membasahi kulitnya yang cerah itu.


“Iyuhh… Menjijikkan. Menjauhlah dariku makhluk aneh”


Anna mencoba menjauhkan wajahnya dari  Ika, namun hal itu malah membuat makhluk hijau itu tersenyum menyeringai.


“Haha… Kau ingin menjauhiku ya? Baiklah. Sesuai dengan keinginanmu, kau tidak akan bertemu denganku lagi. Tapi…”


Tanpa diduga, makhluk hijau itu langsung menggenggam leher Anna dengan kedua tangannya.


“…setelah kau menemui ajalmu, gadis kecil,”


“Aghhh…”


Ika mencekik leher gadis itu hingga tak bisa bernapas,


“Setelah kau kulenyapkan, aku akan menghabisi parasit yang satunya lagi, dan langkah Azazel Agung untuk membebaskan dunia ini akan berjalan mulus,”


Dari ucapannya, sepertinya Ika akan menghabisi Dwi setelah ia berhasil membunuh Anna disini. Hal itu tentunya menjadi ancaman bagi lelaki itu. Ia harus segera melepaskan diri dari makhluk hijau itu dan memberitahu Dwi bahwa dirinya juga dalam bahaya.


“D…Dwi…”


“A…Aku harus segera menyelamatkannya”


Gadis itu mencengkeram kedua tangan hijau makhluk itu, berusaha untuk melepaskan diri darinya. Namun nampaknya itu sia-sia saja. Cengkeraman makhluk itu terlalu kuat. Gadis itu tak bisa melepaskan diri darinya. Lehernya tercekik dan ia tak bisa bernapas.


“K…Kalau begini terus, aku bisa mati,” pikirnya.


Saluran pernapasannya mulai serasa terbakar. Suplai oksigen ke otaknya sudah mulai berkurang. Tubuh gadis itu mulai lemas dan pandangannya mulai buram. Anna terus berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Ika dengan sekuat tenaganya. Ia tidak mau mati dengan cara seperti itu.


Tetapi di tengah kondisi genting itu, dirinya tiba-tiba teringat sesuatu. Ini adalah dunia alternatif, bukan dunia nyata. Tubuhnya yang sekarang ini bukanlah tubuh yang asli. Sejatinya dia adalah seorang mahasiswa, bukan seorang gadis akademi. Dunia yang aneh ini telah mengurungnya dan membuatnya bingung.


Oleh karenanya, Anna ingin segera kembali ke dunia nyata, apapun caranya. Berbagai cara telah ia tempuh, dari mempelajari berbagai macam teknik sihir hingga melanggar salah satu aturan utama di dunia ini. Namun semuanya nihil.


Anna sudah putus asa dengan berbagai cara yang ia tempuh, hingga akhirnya ia menemukan suatu ide lain. Ide yang sangat ekstrim, namun tak ada cara lain selain melakukannya.


“Ah, iya. Ini hanyalah dunia alternatif kan? Dunia yang membuatku sangat kelelahan hidup disini. Aku ingin segera mengakhiri semua ini dan kembali ke dunia nyata…” ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Anna pun memandangi langit yang ada di atasnya. Tatapan matanya nampak kosong. Gadis itu terlihat sudah benar-benar lelah dan putus asa, dengan segala hal yang terjadi di dunia yang aneh ini.


“Mungkin kalau aku mati disini, tujuanku akan tercapai. Mungkin inilah satu-satunya cara untuk kembali, dengan menghilangkan eksistensi seorang Anna Sahilatua,”


Anna melepaskan genggamannya. Ia sudah pasrah akan nasibnya, terbunuh oleh Ika Si Elder Pertama. Ia pun perlahan menutup matanya, dan tinggal menunggu ajalnya tiba di dunia ini.


Sebenarnya dalam lubuk hatinya sendiri ada sebuah keraguan. Kalau dia mati disini, apakah dia bisa kembali ke dunia nyata, ataukah dirinya akan benar-benar hilang dari semesta. Bimbang, itulah yang ada di benak gadis itu.


Dirinya lalu teringat bayang-bayang masa lalunya saat pertama kali singgah di Pulau Una. Anna tersesat dan seorang gadis bernama Licia Salampessy membantunya. Ia bersama gadis itu akhirnya menjadi teman sebangku, belajar bersama, melatih ilmu sihir bersama, dan menjalani kehidupan bersama.


Namun semuanya mungkin hanyalah ilusi belaka. Anna Sahilatua, itu hanyalah identitas samaran, hasil perjanjian bersama partnernya Dwi Septianto yang juga tersesat di dunia aneh ini. Semua yang ada disini mungkin hanyalah kepalsuan belaka. Semua kenangan yang indah itu mungkin harus ia lupakan sebelum benar-benar berpisah dari dunia ini.


“Licia… Maaf…”


Anna sudah siap menghadapi akhir riwayatnya disini. Tetapi di tengah keheningan dan kegelapan itu, sebuah suara keras terdengar menyahutnya.


“JANGAN MENYERAH, ANNA!!!”


Itu adalah suara seorang gadis seumurannya, suara dari teman sebangkunya. Entah darimana datangnya suara teriakan itu. Tapi suara itu seolah menyahutnya agar tidak menyerah begitu saja.


“Licia?”


Anna pun langsung teringat sesuatu. Ia adalah salah satu dari ‘dua penyelamat’ Tierra Hyuma. Tanggung jawabnya atas keselamatan planet ini sangatlah besar. Akhirnya ia pun tersadar bahwa cara yang ia lakukan itu sangat tidak tepat. Ia tak boleh menyerah sekarang.


Gadis berambut pirang itu membuka matanya kembali dan menggenggam kedua tangan Ika yang mencekik lehernya tersebut.


“Tidak… aku tidak boleh mati sekarang….”


Dengan sekuat tenaga ia pun mencoba melepaskan cengkeraman makhluk hijau itu. Ika yang melihatnya terkejut, namun ia langsung tersenyum menyeringai dengan ekspresi jahatnya.


“Oh, kau belum mau menyerah juga ya, gadis kecil. Baiklah, aku akan mempercepat waktu kematianmu,”


Ika memperkuat cengkeramannya pada leher gadis itu. Anna pun merasakan kesakitan yang luar biasa pada saluran pernapasannya.


“Aghhh…”


“Matilah kau, parasit,”


Meskipun cengkeramannya semakin kuat, namun gadis itu tetap tidak menyerah. Ia memberontak sekuat tenaga agar bisa terlepas dari monster itu.


“Sial, aku harus segera melepaskannya…” katanya dalam hati.


Pandangannya kembali buram. Tubuhnya semakin lemah. Perlahan pandangannya mulai kabur hingga kegelapan pun menyelimuti penglihatannya. Nasibnya kini sudah di ujung tanduk. Namun di tengah pertarungan hidup mati itu, sebuah peristiwa terjadi di depan mereka. Terdengar seperti suara objek halus yang melesat dengan sangat cepat lalu berhenti di depan mereka.


WUSHH…


“Apa?”

__ADS_1


__ADS_2