X-Loves : Dari Dunia Lain

X-Loves : Dari Dunia Lain
Chapter 39 : Parang Salawaku


__ADS_3

Anna, Dwi, Aldy, dan Mutiara berjalan di tangga ruang bawah tanah itu bersama kepala sekolah di depannya. Pintu masuk ruangan itu tersembunyi di salah satu gudang sekolah dan hanya dapat dibuka oleh sihir. Mereka semua berjalan menyusuri ruangan itu hingga sampai di sebuah pintu kayu kuno. Dan lagi-lagi pintu itu hanya dapat dibuka oleh sihir. Sang kepala sekolah menempelkan tangannya di pintu itu sambil merapalkan sebuah mantra. Dan ajaib, pintu itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya lalu terbuka dengan sendirinya.


“Ayo masuk,” ucap kepala sekolah.


Kegelapan menyelimuti tempat itu, namun hal itu tak bertahan lama. Tepat setelah mereka menginjakkan kakinya di tempat itu, lampu-lampu sihir tiba-tiba menyala dengan ajaib, menerangi tempat itu sampai semuanya terlihat dengan jelas.


“Keren,” gumam Anna.


Ruangan itu terlihat seperti museum. Ada beberapa lemari di setiap sudut ruangannya. Dan yang menarik perhatian mereka adalah sebuah senjata menyerupai pedang yang tersimpan di dalam sebuah lemari kaca yang berada tepat di tengah-tengah ruangan itu.


“Ayo kemari,” ujar kepala sekolah.


Mereka pun kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan itu. Di belakang mereka, Anna terlihat sedang berbisik-bisik pada Mutiara.


“Eh, Mutiara, sebenarnya kau sudah tahu ruangan ini atau belum?”


“Aku sudah tahu sebenarnya. Tapi hanya ibu kepala sekolah saja yang punya akses masuk ke ruangan ini,” jawab Mutiara.


“Oh begitu…”


Mereka pun sudah ada tepat di depan lemari kaca itu. Kepala sekolah lalu menjelaskan tentang senjata itu pada Anna dan Dwi.


“Ini adalah Parang Suci Jailolo, senjata Pusaka yang tersimpan di ruangan rahasia akademi. Benda ini merupakan Pusaka peninggalan Penunggu Gaib Akademi yang hanya dapat digunakan oleh penyihir terpilih saja,” jelas kepala sekolah.


“Oh begitu ya. Ngomong-ngomong ini indah sekali,” puji Anna sambil memperhatikan senjata itu.


“Sesuai dengan catatan kuno dari Tidore, ada dua sosok manusia yang turun ke dunia ini untuk menyelamatkan Tierra Hyuma dari ancaman besar Azazel. Dan kami yakin keduanya adalah kalian, Anna Sahilatua dan Dwi Septianto. Oleh karena itu, cobalah untuk menyentuh kacanya. Kalau segelnya terbuka, berarti kalian orang yang terpilih,” lanjut wanita tua itu.


Anna sempat menoleh ke arah Dwi, memberikan isyarat padanya apakah dirinya harus menyentuh benda itu atau tidak. Lelaki itu mengangguk padanya. Anna pun berjalan ke arah lemari kaca itu lalu menyentuhnya dengan halus.


TWINGG… Garis-garis cahaya muncul secara ajaib setelah gadis itu menempelkan telapak tangannya pada kaca itu. Garis-garis cahaya itu lalu menyelimuti seluruh kaca sebelum akhirnya menghilang. Anna pun kini dapat menyentuh Pusaka itu. Gadis berambut pirang itu lalu memegang gagang parang tersebut.


“Ahh,,,”


Tanpa diduga, sesuatu terjadi padanya. Mata parang itu mengeluarkan cahaya. Anna merasakan aliran mana yang sangat dahsyat keluar dari gagang parang itu dan mengalir menuju tangannya lalu ke seluruh tubuhnya. Beberapa helai rambut pirangnya itu pun ikut melayang sebagai efek dari transfer mana’ itu. Hampir sekitar 20 detik ia tak bisa bergerak sama sekali, hingga akhirnya gadis itu bisa menggerakan tubuhnya kembali.


“Ini, keren,” gumamnya.

__ADS_1


“Selamat, Anna Sahilatua. Dengan ini kau sudah resmi menjadi pemilik dari Pusaka itu. Gunakanlah senjata itu untuk melindungi planet ini dari ancaman Azazel dan para Eldernya,” kata kepala sekolah.


Dwi menghampiri gadis itu dan memperhatikan senjata yang dipegangnya. Setiap sudut senjata itu ia perhatikan dengan seksama.


“Oh iya. Selain itu karena kau sudah resmi menjadi pemilik Parang Suci Jailolo, sekarang kau juga bisa menggunakan sihir perisai istimewa 'Salawaku',” kata kepala sekolah pada Anna.


“Salawaku?”


“Tepat sekali. Itu adalah teknik sihir perisai istimewa yang hanya bisa digunakan oleh pemilik Parang Suci Jailolo. Sihir perisai itu memiliki proteksi yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan sihir perisai 'Parisha' biasa. Coba kau rapalkan,” jelas kepala sekolah.


Mendengar hal itu, Anna pun berniat mencobanya. Ia menarik napas lalu mengarahkan kedua tangannya ke depan dan merapalkan mantra.


“Salawaku”


WUSHH… Sebuah perisai berwarna merah transparan dengan motif unik muncul tepat di depannya., Perisai itu berbentuk segi delapan yang panjang dengan ketebalan yang tak terlalu besar, tapi Anna dapat merasakan mana yang sangat besar pada sihirnya ini.


“Whoa, menakjubkan,” puji gadis itu.


Di dunia nyata tempat Anna dan Dwi berasal, ‘Salawaku’ sendiri merupakan sebuah perisai tradisional Maluku yang juga sering disandingkan dengan parang. Dan ternyata di Nusantara Alternatif ini juga mengenal hal serupa, meskipun wujudnya sedikit berbeda.


“Baiklah, dengan ini kita sudah siap untuk mengalahkan Azazel dan para Eldernya,” kata Aldy.


Aldy tengah menyiapkan Layangnya untuk perjalanan selanjutnya. Anna dan Dwi terlihat sedang berpamitan dengan Mutiara dan kepala sekolah. Sementara itu sebagian besar para murid sudah pergi dari tempat itu, hanya ada beberapa murid saja yang terlihat sedang berjaga.


“Baiklah, bu. Kami berangkat sekarang. Doakan kami agar kami dapat memperoleh kemenangan dalam pertarungan ini,” kata Dwi.


“Kalian akan selalu kami doakan untuk keselamatan dalam menyelamatkan planet ini. Kalian adalah orang-orang terpilih,” ucap kepala sekolah.


“Oh iya, Mutiara. Kalau ada apa-apa berkabar saja ya pada Kak Aldy,” ujar Anna.


“Pastinya kak,” jawab Mutiara sambil hormat padanya.


Aldy menyalakan kendaraan sihir itu dan mengajak mereka untuk masuk.


“Ayo Anna, Dwi. Kita berangkat,”


“Ah iya…”

__ADS_1


Baru saja mereka melangkahkan kakinya, terdengar suara seorang gadis menyahut mereka dari arah belakang.


“ANNAA”


Gadis itu berlari menghampiri mereka sambil ngos-ngosan. Ia adalah teman sebangku Anna sekaligus orang yang sempat memberikan tempat tinggal padanya di Pulau Una.


“Eh Lici…”


Tanpa diduga, Licia langsung melompat dan memeluk Anna dengan erat. Air matanya perlahan menetes pada baju gadis Parachi itu.


“Kumohon Anna, jangan pergi, hiks…”


“Eh, kenapa Licia?”


“Aku… Aku tidak mau kehilanganmu. Ayahku telah meninggalkanku sejak lama dan entah kapan ia akan kembali. Aku sangat kesepian. Aku tidak mau kehilangan orang yang kucintai lagi. Kumohon Anna, jangan pergi…”


Putri Bunda Rara itu menangis tersedu-sedu. Nampak dari raut wajahnya ia seperti melarang Anna pergi. Dia sudah ditinggalkan oleh ayahnya pergi entah kemana, dan hal itu membuatnya kesepian. Ia tidak mau hal itu terjadi kembali pada Anna yang sudah seperti saudara perempuannya sendiri.


“Tidak, Licia. Aku harus pergi. Aku harus menyelamatkan planet ini, termasuk menyelamatkanmu,” kata Anna.


Licia langsung melepaskan pelukannya.


“Tapi… Tapi Azazel itu sangat kuat. Jailolo saja sempat hancur karena serangannya. Kalau kau memaksa untuk melawannya, kau bisa terbunuh, Anna…”


Mendengar hal itu, gadis berambut pirang itu tersenyum lalu memegang tangan Licia.


“Tidak. Aku tidak akan mati semudah itu, percayalah. Aku berjanji padamu, suatu saat nanti aku akan kembali.”


Anna mengusap air mata Licia, lalu kembali berucap padanya.


“Lagipula aku penasaran dengan ayahmu, Licia. Aku ingin bertemu dengan Pak Viktor. Dan mungkin setelah aku kembali, aku ingin memberinya sebuah hadiah karena keluarganya sudah mengizinkanku untuk tinggal bersama di rumahmu, hehe…”


Anna menunjukkan senyuman manisnya pada gadis itu. Dirinya kini sudah lebih tenang. Sambil mengusap air matanya, ia berpesan pada Anna agar menepati janjinya.


“Baiklah, Anna. Cepatlah kembali,”


Mereka pun akhirnya berpisah. Ketiganya masuk ke dalam Layang lalu terbang meninggalkan tempat itu. Kendaraan itu pun membawa Anna, Dwi, dan Aldy menuju lokasi yang disinyalir menjadi tempat kemunculan Elder selanjutnya.

__ADS_1


Kota Jailolo sudah hilang dari pandangan mata. Dan kini hanya ada mereka bertiga di dalam kendaraan terbang itu. Baik Anna maupun Dwi, mereka sekarang harus berjuang untuk menyelamatkan Tierra Hyuma ini.


“Apapun yang terjadi, kami harus berjuang untuk menyelamatkan planet ini, dan mungkin inilah cara untuk kembali ke dunia nyata”


__ADS_2