
'Gadis nakal' kenapa sepertinya nama itu selalu yang ku sandang semenjak mengenalnya. ah ini lucu sekaligus menggelikan namun aku menyukainya.
Kau tahu prison? Yah penjara. Penjara yang membuat ku terkekang sampai kapan pun itu, namun jika bersama nya aku rela mendekam hingga titik terendah ku. Dimana aku bisa selalu memeluk tubuhnya, menatap senyum menyerigainya dan tentu saja harum maskulim tubuhnya, semua yang ada padanya adalah milikku.
Aku Shera, gadis yang membenci lelaki dambaan wanita. Bahkan sahabat ku sendiri saja menyukainya bahkan tergila gila padanya. Apa yang ada di dalam otaknya itu? Pertanyaan seperti itu selalu muncul di benakku.
Namanya Vi tapi bukan berarti dia seorang cassanova terkenal, ahh~~ aku bingung harus menyebutnya apa. Dia tampan tentu saja, kulit putih dan postur tubuh yang tidak gendut dan juga kurus, dan jangan lupakan smirk yang ia miliki membuat setiap wanita bertekuk lutut.
Wanita mana yang tidak tertarik? Dia seorang Direktur ternama di sebuah perusahaan di L.A, membuka bisnisnya di Jepang, Korea, Indonesia, dan negara negara eropa lainnya. Hanya tinggal mengangkang kau akan mendapatkan apapun yang kau mau, simple bukan?
Tapi itu tidak berlaku pada ku, aku tak pernah tertarik padanya sebagaimana gadis gadis di luar sana yang rela mengantri untuk mendapatkan One Night Stand dengannya atau hanya sekedar sentuhan belaka yang akan lelaki itu lupakan. Namun ntah kenapa sentuhan itu yang mampu membuat mereka seperti orang gila yang haus akan belaian.
Tepukkan di bahu ku membuat aku tersentak kaget, menghilangkan pandangan tentang lelaki yang bernama Vi itu, "f**k Selena, kau mengangetkan ku", Shera mencubit lengan sahabatnya itu.
" I am so sorry Mrs. Shera", Selena duduk di samping Shera yang menatap malas buku tebalnya, "kau memikirkan sesuatu?", tanya Selena.
" haahh~~ aku bingung saat prom night nanti, aku harus memakai apa?", keluh Shera yang bingung soal gaun yang akan ia pakai nanti.
Selena memutar malas kedua matanya, "are you kidding me? Buat apa baju dengan empat lemari di apartement mu itu? Kau gunakan saja gaun yang tak pernah kau pakai, gaun hijau mint itu mungkin", Selena mencoba memberi solusi.
" itu terlalu s**si untuk diri ku", keluh Shera.
"Gaun merah", tawar Selena. Ucapan Selena membuat Shera menegakkan badannya dan menatap dengan berbinar sahabatnya itu.
" kau benar, itu tidak terlalu s**si hanya terbuka sedikit".
Keduanya terkekeh dan kembali membicarakan tentang prom night besok malam yang akan di hadiri banyak tamu.
__ADS_1
"Kau sudah menemukan pasangan?", tanya Shera pada Selena.
" of course", ucap Selena dengan bangga.
Shera mendekatkan wajahnya ada Selena, "who?".
"You know Richard, he my boy", kekeh Selena saat menatap terkejut wajah Shera.
Tangan dengan jari lentik itu mengusap wajah ayu Shera, "are you crazy? I know what you want, tapi kau yakin?", tanya Shera sekali lagi mencoba mencari kegundahan pada wajah sahabatnya.
Selena lagi lagi terkekeh, kali ini ia menunjukkan wallpaper ponselnya, "one night stand! Kami sedang dalam berhubungan saat ini, yaaah kau tahu siapa Richard? Lelaki pujaan wanita", ucap Selena bangga.
Gadis di depannya mendengus, kemudian berdiri dan berlalu di ikuti oleh Selena, "Selena", ucap Shera membuat Selena berhenti menatap wanita berdarah Asia itu.
"What?".
Dengan jari tengah yang ia tunjukkan pada Selena, Shera berucap, " f**king you b**ch", kemudian berlari sebelum ia mendengar teriakkan Selena yang menggema.
******
Tubuh sintal dengan balutan kain berwarna merah mencetak lekuk tubuh s**si itu melekat pas pada Shera, membuat gadis itu seribu kali lebih cantik dan s**si. Shera berdiri di depan cermin besar, menghela nafas saat menatap pantulan dirinya, "aku seperti p***cur jika seperti ini", bisiknya.
Tapi aah sudahlah, ini hanya untuk malam ini saja, setelahnya tak akan ia pakai. Shera mengoleskan lipstick merah pada bibirnya, menjilat sedikit bibir itu agar terlihat basah.
" kenapa seperti gadis m***han", desis Shera kesal, "cih kemana Selena? Ahhh aku lupa dia pergi dengan Richard".
Dengan menyambar cepat tasnya Shera bergegas pergi. Kunci mobil tak ia lupakan, berjalan cepat menuju garasi dan menatap malas pada mobil merah yang terparkir rapi.
__ADS_1
" apa aku harus menjemput Noire? Ah tidak tidak dia mungkin sudah pergi, oh god", Shera memasuki mobilnya, berlalu pergi meninggalkan Apartementnya.
******
Shera masuk ke gedung dengan langkah perlahan, demi tuhan dia malu sekali lagi pula ini prom night pertamanya semenjak ia pindah ke L.A.
Matanya yang tajam menyusuri beberapa sudut ruangan berharap menemukan Noire dan juga Selena, tapi tidak mungkin dengan Selena wanita itu pasti sudah mendesah keenakkan di bawah kuasa Richard.
Shera menatap penampilannya kembali, gaun merah dengan dada terbuka dan tali kecil yang sedikit menutupi belahan dadanya, kakinya terlihat karena belahan gaun yang memanjang dari mata kaki hingga pahanya.
"S*al, aku benar benar tak berpakaian sama sekali", ujar Shera. Sebuah tangan kekar melingkari pinggang rampingnya dengan deruan nafas yang menjalar di bahunya.
"Ehmmm~~s**si", bisik suara husky yang dalam. Dengan cepat Shera mendorong orang yang dengan kurang ajarnya memeluk dirinya.
Matanya bertatapan dengan mata tajam seorang lelaki tampan yang tengah menyeringai seraya bersiul dengan bibir tipis nan merahnya. Ia mengenal lelaki ini, Vi orang yang sangat ia hindari akibat cerita yang ia dengar dari Noire dan Selena.
" maaf tuan aku harus pergi", suara Shera yang dingin membuat lelaki itu terkekeh mengerikan. Astaga lelaki ini manusia apa iblis? Kenapa wajahnya tampan tapi auranya mengerikan?
Vi mencengkram pergelangan tangan Shera membuat gadis itu terhenti, "berdansa dengan ku setelah itu aku akan melepas mu", tawar Vi dengan senyum miringnya.
" ahahah,, maaf aku tidak bisa berdansa", ucap Shera dengan tawa yang canggung, Shera menjerit kecil saat Vi menariknya hingga ia mendekat pada tubuh Vi.
"Berdansa dengan ku atau ku kirim Noire ke neraka?", Shera menelan ludahnya dengan pelan. Sial ancaman lelaki ini benar benar menakutkan dengan anggukan pelan Shera menyetujui ajakkan Vi.
Matanya menatap bahu lebar lelaki yang berjalan mengajaknya ke lantai dansa. Wangi maskulin itu tercium dengan sangat jelas, terasa dingin namun sangat nyaman. Genggaman itu erat tapi ntah kenapa terasa hangat.
Vi menyentuh pinggang itu dengan pelan, sedikit mengelusnya membuat bulu kuduk gadis di depannya berdiri, "lelaki ini mengerikan, setelah ini jangan pernah temukan aku dengannya lagi tuhan", batin Shera.
__ADS_1
Wajah tampan itu mendekat pada Shera, memiringkan wajahnya membuat Shera memejamkan kedua matanya, " setelah ini kita akan sering bertemu", suara husky itu pelan terdengar namun menusuk.
JUST FOR FUN