
Noire terlihat memanggil Jack yang berjalan cepat. Namun lelaki itu tak menghentikan langkahnya, dengan kesal Noire menarik lengan Jack.
"Jack please dengarkan aku dulu", Noire menarik Jack menghadapkan lelaki itu agar menatap nya, " I love you only you, aku tak tahu jika Leo menjebakku malam itu Jack ku mohon percayalah pada ku, believe me please ", Noire menatap Jack yang sekarang menatapnya.
" kau bahkan tidur dengannya Noa ", ucap Jack dengan nada dinginnya.
" aku di jebak Jack, aku tak sadar saat itu ", Noire mencoba menjelaskan pada mantan kekasihnya ini, " akan aku lakukan apa pun agar kau memanfaat ku", ujar Noire memohon.
**** dia rendahan sekali dengan memohon seperti ini. Tapi itu memang benar adanya, dia merendahkan diri hanya pada Jack seorang, bahkan tidak dengan Leo.
Jack menyeringai dengan seksi, "bermain di balkon kamar mu", ujar Jack membuat Noire melotot lebar.
Sial sekali otak licik Jack ini. Hei bukannya Noire tak mau bermain s*x dengan Jack, bahkan dia sangat merindukan p*nis besar milik Jack yang bersarang nyaman di v*ginanya. Tapi, kalian tahu sendiri! Balkon kamar Noire sangat sangat terbuka dan akan dengan mudah menjadi tontonan para orang orang.
" jika tak mau aku tak akan menemani mu ke Italia", ucap Jack dengan seringai tampan yang membuat Noire terpesona seketika.
"Oke, kita lakukan di balkon", dengan cepat Jack menarik tangan Noire. Membawa gadisnya ke arah mobil dan menghajar Noire hingga pagi di atas balkon.
******
Shera berjalan pelan menuju kampusnya, gadis itu baru saja mendapat penolakkan dari Kris secara tak langsung. Matanya menatap area lapangan yang berlalu lalang para mahasiwa.
Tak sengaja dia menatap Kris bersama seorang wanita, bibir keduanya saling menyatu satu sama lain. Tangan Kris yang masuk ke dalam baju sang gadis dan jemari lentik gadis yang menempel erat di lengan Kris.
" Kris ", suara itu membuat Kris melepas cepat tautan mereka. Dengan gugup Kris menatap Shera dan tersenyum tipis, " maaf menganggu kalian".
Namun saat Shera berjalan pergi, Kris menarik tangannya, "are you ok?".
Bodoh, pertanyaan yang bodoh Kris. Tentu saja gadis di depannya ini sedang tak baik baik saja. Dia menyukai mu Kris sangat menyukai mu tapi kau sama sekali tak mengerti bagaimana gadis itu.
" I am oke", Shera tersenyum lebar, "Kris I have something to tell you", ucap Shera, namun tatapan matanya menatap gadis di samping Kris.
Kris yang mengerti menyuruh gadis itu pergi. Matanya menatap Shera kembali, "what is it?".
"Everytime I see you, you leave me breathless, I think I am in love with you", ucap Shera dengan pelan.
Kris terdiam, sebelum ia terkekeh, "wow, thank you for telling me how you feel about me, but sorry I already have a girlfriend", jelas Kris pada Shera yang sekarang tersenyum. Benar bukan Kris sudah mempunyai kekasih. Namun kenapa Kris selalu mengatakan bahwa dia tak mempunyai kekasih?
" its ok Kris, aku hanya ingin mengatakannya saja, sekarang aku lega", ucap Shera membuat Kris tersenyum, "see you", Shera berlalu begitu saja tanpa menatap Kris yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
******
Akhir akhir ini Shera tak pernah melihat keberadaan Vi, kemana lelaki itu? Biasanya dia akan menganggu Shera dengan mata tajamnya serta seringai tampan yang lelaki itu tampilkan.
Noire menatap Shera yang tak seperti biasanya, "oh my dear, what is going here? You look so sad!". Noire berjalan mendekati Shera.
" I am not sad Noa, I've just broken a heart", ucap Shera dengan menatap ke arah luar jendela.
"What? I am so sorry to hear that, I don't know if you have a boyfriend, would you like to tell me", tawar Noire pada Shera.
Shera menghela nafas, menatap Noire dengan intens, " tak perlu Noa, aku baik baik saja lagi pula ini bukan masalah mu", ujar Shera membuat Noire mendengus.
__ADS_1
"Come on girl, you know that I always with you, right?", Noire mengusap lengan Shera pelan.
"Aku seperti malas membahasnya Noa, tapi ini benar benar membuat ku tak bisa bernafas dengan benar".
"Oh my god. Siapa dia? Kris or Vi?".
" Kris, we just meet one years ago, I love him at first sight Noa, he was so charming, he had something "boom" you know, it was like a boom which burned my mind, I was so crazy about him". Bisik Shera pelan yang hanya mempu di dengar dia dan Noire.
"Yeah aku juga pernah merasakannya baby, sama saat pertama aku bertemu Jack tapi syukurnya hubungan kami berjalan lancar sampai sekarang, so what am I supposed to do?".
Shera menggeleng, " tak ada, aku akan memikirkan nya nanti aku harus apa".
"Ya sudah, suatu saat nanti akan ada yang mencintai mu dengan tulus, waktu yang akan membuktikannya dan waktu juga yang akan menjawabnya dan akan menyembuhkan hati mu".
Shera memeluk Noire dengan erat, "thanks Noa, you're my best friend that I ever have", Noire tersenyum tipis.
" ya sudah aku pulang dulu, aku harus mempersiapkan keperluan ku untuk pergi ke Itali kau juga", Shera mengangguk pelan kemudian dia mengantarkan Noire sampai ke depan pintu.
***
Malam ini Shera berjalan sendiri ke arah pusat perbelanjaan di L.A. Shera ingin membeli sesuatu untuk ia berikan pada Selena nanti.
"Hiks~~ mama~", keluh Shera, dia sangat kesal dan tak bersemangat untuk pergi ke pesta pernikahan Selena.
"Kau ini kenapa suka mengeluh", suara di sampingnya membuat Shera terjengkit kaget. Matanya menatap Vi yang sekarang memilih sebuah benda kecil di atas etalase kaca itu.
" Vi ", Shera berujar pelan.
Shera mendengus, kemudian dia memanggil pelayan toko untuk membungkus salah satu perhiasan yang ia hadiahkan pada Selena.
"Bersiaplah, besok aku akan menjemput mu", gumam Vi dengan menunjuk sebuah cincin putih dengan permata kecil berbentuk bunga Lavender.
Gadis di sampingnya penasaran dengan apa yang Vi ambil, " Lavender ", bisik Shera pelan dengan menata cincin yang berada di kotak berwarna hitam.
" untuk istri ku nanti", ucap Vi enteng, sedangkan Shera gadis itu hanya mengangguk pelan kemudian bergegas pergi meninggalkan Vi.
Langkah kaki di belakang Shera tak membuat gadis itu berhenti. Namun sentuhan lembut di bahunya membuat Shera berhenti. Dengan pelan Shera membalikkan tubuhnya menatap seorang lelaki bertubuh tak terlalu tinggi dengan seringai mengerikan.
"YAAIIIISSSSSSHHH KAU SIAPA?", jerit Shera mencoba berlari dari lelaki itu namun cengkraman di tangannya membuat ia semakin ketakutan.
" kau seksi", bisik lelaki itu dengan tubuh yang memeluk Shera membuat gadis itu meronta agar ia di lepaskan.
Saat bibir tebal itu ingin menempel pada bibir merahnya. Shera dengan kasar memukul wajah lelaki itu, "****, you *****", dengan kasar lelaki itu mendorong Shera membuat si cantik terjatuh.
Saat lelaki berbaju hitam ingin mendekati Shera. Tarikkan di bajunya membuat langkah kakinya terhenti. Belum sempat dia melihat, pukulan kuat lelaki itu terima hingga giginya rontok membuatnya tersungkur kesakitan.
Itu Vi yang berdiri dengan tatapan menakutkan dan mengusap tangannya yang baru saja memukul keras rahang lelaki yang sekarang tersungkur, " cih, mengotori tangan ku saja".
"Kau baik baik saja?", tanya Vi dengan mengulurkan tangannya pada Shera dan mendapat balasan dari Shera.
" kau membuat giginya rontok", Shera menatap jijik secercah darah dan beberapa gigi yang berserakkan, "tangan mu terbuat dari besi ya".
__ADS_1
"Bisa di bilang begitu", Vi mengambil tas Shera dan memberikan pada gadis itu, " ayo pulang, besok kita harus ke Italia", Vi mengenggam jemari Shera dan menyeret gadis itu agar segera pulang sebelum malam.
******
"Noa sudah pergi bersama Jack, apa hanya kita yang terlambat datang? Ini semua gara gara kau", tunjuk Shera pada Vi yang terlihat santai di tempat duduknya, " jika saja aku pergi tak bersama mu pasti aku sudah sampai di Itali dan bersantai di sana".
Vi hanya menatap gadis itu dengan bosan. Shera benar benar cerewet, ingin sekali ia membungkam mulut gadis itu dengan bibirnya, "diamlah, atau aku akan mencium mu di sini", ancam Vi.
" jangan mengancam ku stupid people, ini semua gara gara kau", tunjuk Shera pada hidung mancung Vi.
"Diamlah Shera, kau membuat orang lain menatap kita", ujar Vi dengan menatap beberapa orang yang menatap Shera, menatap gadis yang sejak kedatangannya mengomel tiada henti.
Bahkan Shera tak peduli, " aku tak peduli, pokoknya aku tak mau tahu sebelum malam tiba kita harus sampai di tempat Selena, jika tidak aku tak mau pergi", ancam Shera pada vi.
"Ya ya ya, kita akan sampai sebelum malam tiba, setelah itu mari kita lakukan one night stand", ejek Vi dengan seringai mesum di wajahnya yang membuat Shera melotot.
Beberapa orang yang mendengar ucapan Vi hanya dapat tersenyum menggoda pada Shera yang sekarang menahan malu dengan wajah memerah.
Namun tak lama jeritan Shera membuat Vi tersentak. Matanya yang tajam menatap lelaki berkulit putih berambut gimbal yang meremas bokong sintal Shera.
Bahu lelaki berambut gimbal itu di pegang erat oleh Vi, dengan pelan masker yang Vi gunakan ia turunkan membuat lelaki itu melotot, " kau berurusan dengan ku white boy", bisik Vi dengan mendorong kencang lelaki yang sekarang berlari dengan terburu buru.
Lelaki itu tahu siapa Vi, lelaki dengan kekuasaan yang hampir menguasai seluruh wilayah L.A dan sekitarnya, berurusan dengannya sama saja menyembahkan nyawa pada sang raja Iblis.
"Berpakaianlah lebih tertutup saat berpergian", ujar Vi seraya berjalan pergi meninggalkan Shera namun belum jauh ia melangkah, Vi menarik Shera untuk berjalan mengikuti nya.
Gadis di belakangnya tersenyum tipis, menatap genggaman di jemarinya yang terasa pas di tangan Vi.
" Vi ", ucapan Shera membuat lelaki di depannya berhenti. Vi menatap Shera yang menatapnya, " terima kasih", ucap Shera pelan.
Lelaki dengan wajah yang tampan itu mendekat kan wajahnya pada Shera, "anything for you",ucap Vi pelan, sedikit kecupan di bibir Shera terima, sial Vi menciumnya di depan orang banyak.
Namun belum sempat Shera protes, Vi sudah membawanya pergi untuk menuju pesawat yang sebentar lagi akan berangkat mengantar mereka ke tempat tujuan, Italia.
******
Selena memeluk erat tubuh Shera, menatap gadis di depannya dan menatap Vi yang berdiri di belakang Shera dengan tatapan menggoda.
"Wow gadis ku bersama sang casanova", goda Selena pada Shera yang meringis.
" dia bukan gadis lagi setelah malam itu merengek pada ku", suara husky Vi terdengar di telinga Shera. Dengan kesal cubitan Vi terima di pertunya membuat Vi meringis kesakitan.
Selena menyeringai, "oucchh I know, selama di Italia kalian boleh melakukan sesuka hati", Selena mengedipkan sebelah matanya.
"Jangan berbicara yang tidak tidak Selena", kesal Shera membuat Selena terkekeh, " dimana kamar ku?", tanya Shera pada Selena.
"Di sebelah kamar Noire", tunjuk Selena pada lantai atas rumahnya, "oh iya kalian satu kamar sama seperti Noa dan Jack", bisik Selena.
Shera yang mendengar mendengus sebal, " yang benar saja nyonya Paul, are you kidding me?". Sher mendorong Vi yang berdiri di sampingnya, "kau cari hotel sendiri".
" in your dream, ayo ke kamar", Vi menarik Shera membuat gadis itu menjerit kesal. Aahh~~ Shera selamat kan lah diri mu dari sang raja tampan itu.
__ADS_1