You Naughty Girl

You Naughty Girl
28


__ADS_3

Elton menunggu Vi di sebuah ruangan gelap dengan lamu temeram yang menyala. sebatang rokok terselip di bibirnya yang tebal tak lupa Vodka yang menghiasi meja bundar dengan hiasan bunga Lili menambah kesan elegan pada ruangan itu.


tak lama pintu terbuka, ketiga lelaki berpostur tinggi itu memasuki ruangan dan duduk di sofa yang telah tersedia. Brian menyapa Elton kemudian menepuk bahu lelaki itu dengan kuat, "sudah lama tak bertemu Elton", ucap Brian yang meneguk Vodka di depannya.


"kau yang terlalu sibuk dengan misi tak berguna mu itu", ejek Elton membuat Brian menegakkan tubuhnya.


"itu misi Presiden yang harus aku laksanakan tau, aku suka dengan wajah kesakitan mereka hihihi", ucap Brian membuat Vi dan Jack mendengus sebal.


"dasar bottom", ejek Elton membuat Brian melempar sekotak tissue pada Elton yang tertawa dan Jack tentu saja lelaki itu menahan tawa.


"aku tidak G*y bod*h", bela Elton dengan wajah kesalnya yang terlihat imut di tambah pipi lelaki itu nampak lebih berisi di banding sebel sebelumnya.


Jack menatap Brian dengan tawa mengejek, "teman ku ada yang menyukai mu Brian, dia Jean", ucapan Jack membuat Brian membuat ekspresi ingin muntah.


"sial*n, dasar lelaki gila", Brian bergidik ngeri membayangkan dia yang di gandrungi lelaki lelaki kekar.


"siapa suruh punya wajah imut seperti perempuan", ejek Elton membuat Jack tertawa terbahak bahak sedangkan Vi lelaki itu hanya terkekeh pelan.


"sudahlah, kita bahas sekarang saja", ucap Vi yang membuat ketiganya memasang wajah yang sangat serius.


Elton berdehem, "Ronald membuat uji coba Bom di China, melanjutkan usaha Crown yang masih tertinggal di sana, dan kalian tahu Bom itu akan di ledakkan di Prancis natal besok", Elton memberi kertas pada Vi yang mengambilnya.


mata itu terlihat tajam saat membaca baris demi baris serta beberapa foto yang menurut Vi menjijikkan, "doa menggunakan manusia sebagai bahan utama?", Brian mendekat pada Vi saat mendengarnya.


"ya, sudah banyak memakan korban, sebelum dia memberantas semuanya ada baiknya kita hancurkan terlebih dahulu, aku akan mengutus Brian untuk jadi pancingan di sana", Elton menunjuk Brian yang melotot.


"apa apa~",


ucapan Brian terpotong saat Vi bersuara, "kau benar", ucap Vi membuat lelaki itu terdiam.

__ADS_1


"pemegang proyek itu Charlie, dia seorang G*y dan korban terbanyaknya adalah laki laki, maka dari itu aku memilih Brian yang masuk dalam tipenya", ujar Elton dengan tersenyum misterius.


dan Brian lelaki imut itu sudah menampilkan wajah horor menatap Elton dengan mata yang melotot, "bisakah utus lelaki lain saja? jangan aku sial*n".


Vi dan Elton menggeleng secara bersamaan dan Jack lelaki itu sudah tertawa di ujung sofa seraya memegangi perutnya. kemudian ia mendekat pada Brian dan menepuk bahu lelaki yang lebih muda dari mereka bertiga.


"tenang saja, aku akan menyuruh Noa dan Shera untuk mendandani mu nanti", ujar Jack dengan tawa yang ia tahan.


Brian lelaki itu nampak cemberut dengan kedua tangan yang ia lipat di depan dada, ia palingkan wajahnya ke arah samping tak mau menatap ketiga lelaki yanh sekarang nampak tertawa dengan keras mentertawakan dirinya.


******


Shera mencolek dagu Brian saat sepupunya itu memasang wajah yang cemberut, "jangan cemberut nanti tidak cantik lagi", ejek Shera dengan tawa yang ia tahan dan Vi lelaki itu sejak tadi menahan tawa.


"apa aku perlu memasang Bra untuk mu, prety boy?", goda Noire yang juga mencolel dagu Brian.


"dasar wanita sial*n", kesal Brian, "menjijikkan sekali aku harus menggoda Charlie hueekk~~".


"bersiap siaplah, kita akan ke Bandara", ucap Vi, "Elton sudah menunggu mu, jalankan sesuai rencana Brian aku tak ingin gagal".


Brian mengangguk patuh walau denga wajah yang masij cemberut. tangannya mengambil koper, "jika dia berani menyentuh ku. aku akan menembak kepalanya", Brian menggeret kopernya dan keluar dari kamar menuju mobil yang sudah Jack parkir di depan.


"bye Brian", Noire melambaikan tangannya pada Brian kemudian ia melangkah mendekat pada Shera, "aku pulang dulu".


"kau tak ingin kami antar?", tawar Shera pada Noire yang menggeleng.


"tidak perlu, kau tahu supir ku sudah menunggu, aku akan berdiam diri di rumah seraya menunggu Jack datang nanti".


"baiklah, hati hati di jalan", Noire memeluk Shera dan berlalu pergi setelah ia pamit pada pasangan yang nampak tersenyum mengantar kepergiannya.

__ADS_1


Vi menatap Shera yang juga menatap lelaki itu, "kau ingin berjalan jalan?", tanya Vi membuat Shera menggeleng.


"aku ingin tidur seharian hari ini", ucap Shera seraya menuju ranjang namun Vi menariknya.


"bagaimana jika kita melakukan kegiatan yang bermanfaat?", Vi menyeringai membuat Shera mendelik dan memukul dada Vi pelan.


"baiklah, ayo", Shera menarik kerah kemeja Vi dan mendorong lelaki itu ke arah ranjang besar miliknya.


merangkak pelan di atas tubuh Vi, Shera terkikik saat menatap kedua mata Vi yang sayu sebelum ia mengecup singkat bib*r tipis lelaki di bawahnya, setelahnya jangan tanyakan apa yang mereka lakukan.


******


Elton yang berjalan nampak terkikik geli melihat Brian yang memasang wajah cemberut, sejak menginjakkan kakinya di kota Beijing wajah itu bahkan semakin kesal. tangannya sejak tadi mengepal membuat Elton lagi lagi harus menahan tawa.


"jika kau masih tertawa juga, aku tak segan segan menembak kepala petugas itu Elton sial*n", Brian siap siap menarik pistol di jaketnya.


"oke oke, aku akan diam", Elton bergegas berjalan mendahului Brian, namun dengan tawa yang ia tahan.


Brian menyipitkan matanya saat menatap seorang membawa koper hitam yang nampak mencurigakan. dengan topi hitam dan rambut gimbal yang kentara sekali bahwa dia terlihat mencurigakan.


"kau kenapa berhenti?", ucap Elton yang tak di tanggapi oleh Brian, melihat lelaki muda itu terdiam Elton mengikuti arah pandang Brian yang fokus pada sosok lelaki pembawa koper, "jangan berpikir untuk menghabisinya~".


ucapan Elton terpotong saat Brian sudah membidik lelaki berambut gimbal itu. tak ada sedikitpun suara tembakkan membuat orang orang terkejut bukan main saat lelaki berkoper itu tergeletak dengan kening yang berlubang.


beberapa petugas terlihat berlarian menuju korban penembakkan dan melarang orang orang untuk mendekat pada mereka yang mencoba mengecek keadaan.


"dia membawa Bom Sir", ucap salah satu petugas yang membuka koper itu namun Bom yang ingin diledakkan itu masih dalam keadaan mati.


"bawa ke kantor polisi secepatnya, yang lainnya mengurus jasad pemuda ini", ucap petugas itu dengan segera mungkin berlari dan mengasingkan Bom itu.

__ADS_1


seorang komandan mereka yang berdiri tegak terlihat mengamati sekitar mencoba mencari siapa dalang di balik penembakkan lelaki ini. matanya yang menyipit mencoba melihat wajah wajah yanh mencurigakan, namun sama sekali tak bisa ia tebak.


Brian dan Elton berjalan tanpa memperdulikan para petugas itu, keduanya menatap jasad pria yang terbuka matanya. Brian ingin sekali mentertawakan para polisi yang berkumpul yang berdiri seperti orang orang bodoh.


__ADS_2