You Naughty Girl

You Naughty Girl
29


__ADS_3

Berita Terkini: Siapa Dalang di Balik Pembunuhan Pria Gimbal Pembawa Bom di Bandara


Vi terkekeh membaca berita itu di televisi, ia ingin duduk santai tanpa memikirkan apa pun namun saat mendengar berita yang terpampang di hadapannya membuat Vi ingin sekali membongkar identitas pria gimbal seperti yang di jelaskan itu.


Shera duduk dengan membawa cemilan, kakinya ia tumpuka di kedua paha Vi, "jangan bilang jika itu kerjaan Brian?", tanya Shera menatap lauar televisi yang menampilkan anggota polisi yang berkumpul.


"siapa lagi jika bukan dia? Elton tidak mungkin dia hanya pintar strategi itu pun lemah", ucap Vi pada kekasihnya seraya mengecup kening Shera berkali kali.


"bagaimana dengan Jack?", tanya Shera lagi.


"dia Sniper handal", ucap Vi, "tapi di keramaian seperti itu hanya Brian sniper terbaik".


Shera mengangguk mendengar ucapan Vi, "bagaimana dengan mu? apa keahlian mu itu?", Vi terdiam mendengar ucapan Shera.


"kau bisa menanyakan pada Jack dan Brian".


"akan aku tanyakan kapan kapan", ucap Shera, "keahlian mu paling baik aku tahu apa itu?".


Vi mengangkat sebelah alisnya mendengar ucapan Shera, "karena berhasil membuat ku jatuh cinta", bisik Shera dengan pelan kemudian ia menurunkan kakinya dan mencoba pergi dari hadapan Vi.


namun belum ia pergi Vi terlebih dahulu menariknya dan memeluk erat Shera, "aku tak sabar meunggu hari minggu", ungkap Vi pada Shera, "setelah Brian menghancurkan Charlie kita akan menikah".


"bagaimana persiapannya? kau sibuk sekali dan aku juga", ucap Shera yang melepas pelukkan Vi.


"mama sudah mengaturnya", Vi kembali menarik Shera kedalam pelukkannya.


Shera hanya terdiam, Vi memang penuh kejutan ia sudah membayangkan bagaimana nanti dia menikah. mengenakan gaun terbaik, mahkota yang tak ada satu lun orang yang punya dan bersanding dengan lelaki tampan bak pangeran.


"jangan membayangkan yang tidak tidak", ucap Vi dengan menyentil kening Shera membuat gadis itu mendengus sebal namun bukannya marah Shera malah memeluk Vi dengan erat.


******

__ADS_1


Brian menatap ngeri pada Charlie yang berdiri tak jauh dari hadapannya. sekarang dia sedang berada di sebuah gedung tinggi mengamati Charlie yang terlihat berdiri menatap anak buahnya yang melakukan penyatan pada kulit bocah lelaki yang tergeletak tak berdaya.


"kalian mengumpan ku pada Psycho seperti dia", tunjuk Brian pada Charlie seraya menatap layar besar yang menampilkan wajah Vi dan Jack yang terkekeh.


"sudah lakukan saja yang terbaik", ucap Jack seraya menutup wajahnya mencoba tak melihat wajah Brian yang menatap horor pada Charlie.


"sialan, kenapa tidak Elton saja yang menjadi umpan?", kesal Brian yang sekarang duduk dan meletakkan teropongnya dengan kasar.


Elton mendecih, "aku terlalu tampan dan kekar untuk menjadi pihak bottom", bela Elton, "karena kau yang paling mungil di antara kami bertiga jadi kau harus menjadi umpan terbaik".


lagi lagi Jack tertawa dengan keras membuat Vi mendelik, "diamlah Jack", ucap Vi yang membuat Jack terdiam namun masih dengan tawa yang cobaia tahan.


"maaf Vi aku benar benar tak bisa menahan tawa ku", Jack mencoba menutupi mulutnya agar tawa tak keluar dengan lebih keras.


Brian menatap intens pada layar besar di hadapannya, melihat tatapan Brian ketiga lelaki di sana nampak waspada. jika Brian sudah memasang wajah serius itu tandanya ada hal yang tidak berea yang lelaki itu ketahui.


"aku curiga dengan salah satu gedung yang ku lewati tadi", gumam Brian membuat ketiga lelaki itu memasang telinga baik baik, "sial sepertinya mereka melakukan rencana lain", ucap Brian.


"gedung di depan itu hanya sebuah persinggahan, sedangkan gedung tinggi di dekat laut Selatan itu lah tempat produksi bom", jelas Brian, "ku pikir mereka sudah mengetahui seluk beluk rencana kita".


Vi terdiam cukup lama, "aku akan menyusul mu", Vi mematikan sambungan sebelum ia mendengarkan ucapan Brian.


******


Shera berjalan cepat dengan membawa beberapa kotak panjang. kakinya yang di hiasi high heels tinggi terlihat lincah saat melangkah dengan cepat. tangannya terus saja memegang ponsel yang berbunyi, namun ia abaikan karena ada hal yang lebih penting di banding telepon tak berguna itu.


dengan sekali tendangan, pintu berwarna hitam itu terbuka dengan kasar. membuka laptop yang tersedia di atas meja kemudian ia membuka kotak panjang itu dan menyambungkannya pada lubang kecil di samping laptop hitamnya.


"Vi kau mendengar ku?", seru Shera yang memanggil kekasihnya.


"ya, lakukan sekarang", bisik Vi pelan.

__ADS_1


"kau berjalanlah ke arah Selatan, gunakan pistol mu Vi jangan lupa", jelas Shera, "dia memiliki bom besar di gudang bawah tanah, bawa Jack untul berjaga jaga".


"ya, aku sudah berada di Selatan, hanya tinggal memasuki pintu besar yang berkamuflase dengan tembok berlumut", kesal Vi membuat Shera mendengus.


"287654", bisik Shera memberi kode pada pintu besar itu, bagaimana Shera bisa tahu? karena itu tempat dimana ia melakukan penelitian terhadap DNA Harimau dan Ular Phyton, "apakah sudah terbuka?".


Vi mengangguk, "gadis ku memang pintar", puji Vi dengan menyeringai dan Shera mendengua melihat dari layar di depannya, sedangkan Jack mendecih melihat kebucinan Vi.


"jangan senang dulu, kau harus membuka kembali kode rumit di samping kanan mu, Jack kau awasi benerapa bagian sudut ruangan, di sana banyak kamera pengintai yang kapan saja siap membunuh kalian berdua", jelas Shera, "dan aku tak ingin Vi mati sebelum menikahi ku".


lagi lagi Jack mendecih sebal, bagaimana bisa dua orang dengan sikap dingin dan childish itu bersatu dengan kebucinan di tingkat rata rata? dan Vi dia lelaki dingin yang sekarang terlihat lebay hanya karena Shera yang cerewet.


"aku tak akan mati sebelum menikahi mu, lagi pula nyawa Charlie sekarang lebih penting untuk di habisi", sela Vi yang sekarang menghadap dinsing besi dengan kode yang ia tak tahu apa itu, "cepat berikan kodenya".


"23°Ch//™56••L[%]°°23ie", Vi mendecih kuat mendengar password yang Shera ucapkan.


"jika tahu begini kami mengajak mu pergi", kesal Jack yang ikut geram mendengar kode yang Shera sebutkan.


"cepatlah, tak ada waktu lagi untuk mendecih dan mengeluh", ucap Shera membuat Vi segera menekan kembali kode yang menurut Vi sangat rumit.


dan bagaimana bisa kekasihnya itu menyebut kode itu dengan gampang sekali, bahkan Vi saja harus menghafal cara baca kode sialan itu.


tak butuh waktu lama pintu itu terbuka, Vi menarik Jack agar segera masuk dan menyusuri ruang bawa tanah yang terlihat remang remang, dan mata tajam Jack menatap sosok tinggi di sudut ruangan.


dengan sekali tembakkan menggunakan pistol Double Action Revolver sosok itu terjatuh seketika. sedangkan Vi lelaki dengan pistol Desert Eagle itu nampak menyeringai menatap tubuh yang hanya penuh dengan otot saja.


Shera melotot saat Jack menembak. kemudian bertepuk tangan bagaimana lelaki itu tepat sasaran, "jangan bahagia dulu Shera Leonel, kau harus segera memikirkan kode Bom yang harus aku jinakkan terlebih dahulu".


Mendengar ucapan Vi dan tatapan tajam kekasihnya, Shera terdiam dan bergegas membuka lembar buku kecil namun tebal, "aku akan mencari mana kode yang valid, seingat ku nama ZhediBara adalah kode yang selalu di gunakan oleh Dokter Charlie", Shera bergeges mengetik nama itu.


teknologi Vi sangat canggih. bahkan hanya dengan bau saja mereka bisa melacak keberadaan seseorang yang mereka incar, apalagi hanya sekekdar kode namun Shera tak begitu yakin tapo dia harus tetap berusaha.

__ADS_1


__ADS_2