You Naughty Girl

You Naughty Girl
04


__ADS_3

Shera terbangun saat mentari menepra wajahnya, silau cahaya membuat tidurnya terusik. Matanya sangat berat saat ia ingin membukanya.


Ini seperti bukan kamarnya, terlihat asing dengan corak dan nuansa kamar ini. Kamarnya berwarna biru langit dengan hiasan dinding yang imut dan berwarna warni, berbeda dengan kamar yang ia tempati sekarang, berwarna hitam dan gelap.


"Sudah bangun Scorpio galak", suara itu sangat Shera kenal, bukankah itu suara Vi? Berarti ia sedang berada di kamar Vi.


Matanya menatap tubuhnya, bajunya masih sama saat tadi malam ia pakai, berarti tidak ada kejadian aneh antara dia dan Vi.


Ahhh~~ Shera baru ingat, tadi malam ia terjebak bersama Vi di dalam lift sial itu.


" kau itu berat juga ya", celetuk Vi dengan meletakkan nampan berisi roti dengan susu putih.


Shera mendengus, "sudah tahu berat kenapa tetap menggendong ku, kenapa tidak kau tinggalkan saja", keluh Shera.


" kau mau menjadi santapan lelaki hidung belang? Lagi pula dada mu terlalu besar makaya beban yang ku pikul bertambah berat".


"JANGAN MEMBAHAS DADA KU SIALAN", raung Shera dengan suara yang menggema di setiap ruangan membuat Vi terkekeh.


" oke, mandilah aku sudah menyiapkan baju untuk mu di dalam lemari itu", Vi keluar dari kamar untuk memberi Shera waktu membenahi dirinya.


******


Vi menatap Shera yang memakin baju kaos besar dan celana pendek, rambutnya tergerai begitu saja dengan hiasan strawberry yang semakin menambah kesan manis pada diri Shera.


"Ayo ku antar pulang", tawar Vi pada Shera yang hanya menatapnya aneh.


" aku bawa mobil", ucap Shera dengan sinis.


"Mobil mu ada di parkiran apartement Noa, dan aku meninggalkannya beserta kuncinya", ucapan Vi membuat Shera melotot.


Dengan berjalan cepat, gadis itu menjambak rambut Vi yang terlihat panjang, " YAKKK BAGAIMANA KAU DENGAN BEGITU SANTAINYA BERKATA SEPERTI ITU LELAKI MESUM SIALAN".


Vi memegang tangan Shera membuat gadis itu terdiam, "kita akan mengambilnya, setelah aku mengerjakan pekerjaan ku", ucap Vi dan Shera mendudukkan tubuhnya pada sofa di belakangnya.


Hari sudah siang dan Vi sama sekali belum menampakkam batang hidungnya membuat Shera semakin kesal, omong ong dia lapar.


Baru saja Shera ingin berteriak, Vi datang dengan beberapa bodyguardnya. Mendengus saat menatap Vi yang terlihat angkuh di hadapan anak buahnya.

__ADS_1


" Vi kau tahu aku lapar, dan apa yang kau kerjakan hingga selama ini hah?", marah Shera, dia benar benar lapar dan ingin makan di restoran mewah kesukannya.


"Kau bisa mengambil makanan di dapur Shera, pelayan ku banyak kau tinggal memilih", ucap Vi.


Gadis itu mendelik, " aku ingin makan di Restoran", mendengar ucapan Shera lelaki dengan wajah tampan itu mendengus sebal.


"Ayo", Vi mengulurkan tangannya agar Shera mau menggenggamnya namun gadis itu malan melewati Vi begitu saja dan lagi lagi Vi mendengus  sebal, " keras kepala", kemudian ia melangkah mengikuti Shera.


******


Shera memasuki restoran itu dengan senym di wajahnya tak sia sia juga ia bersama Vi jika dengan begini dia bisa menikmati apapun. Dari membeli baju mahal yang Shera inginkan selama ini kemudian makan di restoran paling mewah di L.A.


Vi berjalan ke arah pelayan yang berdiri di hadapannya, empat orang pelayan itu menunduk hormat, mereka tahu siapa yang ada di hadapan mereka.


"Waiter! Can you let us have a table for two?", ucap Vi pada pelayan wanita itu yang mengangguk.


" yes sir, this way please!", pelayan itu mengantar kedua pasangan ini ke dalam Vip room.


Shera duduk dengan manis seraya menunggu daftar makanan yang akan ia pesan.


"Bring us the menu  please?", ucap Shera dengan tak sabar.


"What do you have  for dessert?", tanya Vi dengan menatap Shera yang bingung.


" we have iced-fruid, Ice Cream, juice and choco late pudding".


"Good, bring us one ice cream and coffee", ucap Vi dengan memesan makananya, "hei kau pesan apa?".


Shera menatap Vi, kemudian menatap pelayan yang masih berdiri di sampingnya, " I want choco late pudding and hot chocolate".


"Well, wait a minute every thing will be ready in a few minutes", pelayan itu pergi meninggalkan mereka. Shera yang memainkan ponselnya dan Vi yang sibuk dengan pemandangan di luar sana.


Shera terlihat tidak nyaman dengan keadaan ini, biasanya dia akan berceloteh panjang lebar jika bersama Noire maupun Selena. Omong omong tentang Selena gadis itu pergi ke Itali bersama Richard, Shera jadi ingin pergi liburan juga.


" ada yang kau pikirkan?", tanya Vi menatap Shera yang sekarang mendengus, "jangan mendengus Shera kau seperti anjing laut", ejek Vi membuat gadis itu melotot.


" aku pergi, tiba tiba saja tak berselera untuk makan", Shera berdiri dan membawa ponselnya sebelum tangannya di tarik oleh Vi.

__ADS_1


Matanya menatap tajam Shera yang menatapnya dengan kesal. Ada sedikit rasa takut saat melihat Vi menampilkan wajah dingin yang menakutkan.


"Jangan bertingkah kekanakkan Shera", bisik Vi pada Shera yang berusaha melepas pegangannya.


" jangan bertingkah seolah olah kau orang terdekat ku Vi, kau bukan siapa siapa, kau hanya orang asing yang mencoba untuk akrab dengan ku", dengan kuat Shera melepas genggaman erat tangan Vi dan melangkah pergi meninggalkan lelaki itu yang berdiri dengan menatap Shera geram.


"Sir~", ucapan pelayan itu terhenti saat Vi mengangkat sebelah tangannya agar pelayan itu diam. Mengerti akan isyarat itu pelayan wanita itu menundukkan kepalanya.


" bring two Wine and Asahi Beer or Back Beer", ucap Vi pelan.


"All right sir", pelayan itu pergi ke belakang dan segera menyiapkan apapun yang tuannya mau.


Vi duduk dengan diam, perkataan Shera membuatnya semakin geram. Dia tak akan dengan mudah melepas gadis itu begitu saja, apapun akan ia lakukan untuk mendapatkannya.


******


Shera dengan wajah cemberut duduk di samping Noire yang menatapnya aneh. Tumben sekali gadis dengan pencinta bunga lavender ini menampakkan wajah mendungnya.


" shut up Noire", ucap Shera saat melihat mulut Noire yang terbuka, mungkin dia ingin menanyakan sesuatu.


"Kris datang", bisik Noire yang membuat Shera menatapnya cepat.


Noire tersenyum dengan hangat, " Kris datang Shera, aku sangat yakin itu Kris, dia mahasiswa baru di kampus kita".


Ntah kenapa senyum itu terlihat mengembang dengan sangat manis. Noire tahu temannya ini sangat menyukai Kris apapun yang berkaitan dengan Kris gadis ini selalu suka.


"Kau tak sedang bercanda kan?", ucap Shera pada Noire yang terkekeh.


" tidak, dia menunggu mu di taman belakang, datanglah aku tahu kau merindukan dia", goda Noire pada Shera yang terkikik.


Shera memeluk Noire, "thank you so much Noa", kemudian ia melangkah pergi meninggalkan Noire yang tersenyum.


Jack datang dari belakang Noire, sengaja ia mendatangi kampus kekasihnya, " dia benar benar suka pada Kris Kris itu?", tanya Jack.


"Dia tidak hanya suka Jack, dia mencintai Kris", ucap Noire dengan menatap kekasihnya yang berpenampuian casual.


" aku berharap yang terbaik buat dia", ucap Jack pelan, "bagaimana jika kau bolos? Kita pesan tiket liburan", tawar jack.

__ADS_1


Noire yang mendengar itu menatap Jack berbinar, " lets go", tangan lentik itu menarik jack untuk pergi meninggalkan kelasnya.


__ADS_2