You Naughty Girl

You Naughty Girl
07


__ADS_3

Noire berguling guling tak jelas di ranjang besar dengan motif bunga lili. Membosankan dan menjengkelkan apalagi saat Jack dengan tiba tiba membatalkan liburan mereka ke Maldives.


Suara notifikasi ponselnya berbunyi dengan nyaring, dengan cepat ia mengambil ponselnya dan membaca pesan yang terkirim.


Shera:)


Bagaimana jika pesta malam ini kau datang? Aku pergi bersama Kris kau bisa datang bersama Jack. Selena tak perlu, b*tch itu benar benar pergi honeymoon bersama Richard ".


Dengan cepat Noire membalas pesan Shera, dia setuju saja lagi pula sudah lama ia tak pergi ke pesta. Jemari lentik milik Noire mengeser layar ponsel nya mencari nama Jack.


Setelah ia menemukan nama itu, Noire menghubungi Jack meminta izin untuk pergi ke pesta bersama Shera. Gadis dengan kulit putih itu bersorak saat Jack memberi izin padanya.


" gaun apa yang harus aku pakai", ucap Noire seraya beranjak mendekati lemari dan membuka lebar pintu kaca itu.


Matanya menatap deretan gaun mewah yang tentu saja ia dapatkan dari Jack kekasihnya. Dirinya tertuju dengan gaun hitam bertali tipis dengan belahan dada yang rendah.


"Ini saja, ini lebih seksi di tubuh ku", ucap Noire pelan.


Noire tidak tahu jika malam ini semua akan berubah, baik itu dirinya maupun Shera sahabatnya, berdoa saja semoga Noire dan Shera masih daoan keadaan baik.


******


Shera melambaikan tangannya pada Noire yang berjalan menuju ke arahnya. Dapat Noire lihat Kris berdiri di samping sahabatnya dengan senyuman miring, dan satu pasangan yang Noire tidak tahu.


" kau pergi sendiri? Kemana Jack?", tanya Shera yang tak melihat keberadaan Jack.


Noire memutar malas kedua matanya, "di pergi ke Berlin menyelesaikan pekerjaanya yang tertunda akibat kelalaian karyawannya itu", ucap Noire dengan kesal.


Gadis berbaju biru tua itu mengangguk paham, " uhmmm nyonya Jack sangat seksi malam ini", goda Shera dengan mengedipkan sebelah matanya, "dengan baju yang seperti b**ch jalanan".


" shut up, ini baju mahal kau tahu", Noire mendelik kemudian ia menatap Shera, "kau juga seksi, sengaja kan agar Kris tergoda dan mengajak mu tidur di ranjang merah yang kau impikan", goda Noire.


"You f**king mouth Noa, I will kill you now f**king b*tches", sergah Shera membuat Noire tertawa dan berlalu pergi.

__ADS_1


Kris terkekeh mendengar nya, tak lama dengan jemari terulur Kris mengajak Shera untuk berdansa, " berdansa dengan ku?", tawar Kris.


"Of course", Shera meletakkan tangannya pada bahu Kris saat lengan kekar itu melingkari pinggang rampingnya.


Nafas mint dengan campuran vanilla tercium dengan sangat manis. Dapat Kris lihat bibir merah merekah yang menggoda. Ingin sekali ia mengecup sedikit merasakan seberapa manis dan kenyalnya benda merah itu.


Dengan pelan Kris mendekatkan wajah itu, Shera yang tahu akan maksud Kris menutup kedua matanya. Namun belum sempat keduanya merasakan bagaimana manisnya sebuah ciuman seorang pelayan tak sengaja menabrak meraka.


Kris sedikit kesal, namun hilang saat melihat senyum Shera yang menandakan bahwa mereka bisa melakukannya lain kali. Pelayan laki laki itu berlalu begitu saja setelah meminta maaf pada Kris dan Shera.


" aku sudah mengerjakan tugas mu tuan", ucap pelayan itu dengan tangannya yang menyentuh telinga, "akan aku awasi".


Di atas sana sosok Vi tersenyum dengan puas, lelaki tampan itu memainkan ponselnya seraya menatap Shera yang sekarang duduk dengan menikmati minuman yang sudah di sediakan pemilik pesta.


Noire melangkah terhuyun saat seseorang menyenggol tubuhnya, dirinya berdiri tegak dan menatap sosok tinggi yang memiliki paras rupawan dengan tuxedo yang sangat pas di tubuh itu.


"Dia seksi sekali, bagaimana permainannya di ranjang? pasti mengasikkan!", batin Noire mesum, namun kemudian ia menggeleng pelan membuat lelaki di hadapannya mengernyit heran.


Noire tersadar, " I am o.k", ucap Noire dengan canggung.


"Leo, and you?".


Noire menatap lelaki itu, " Noire, you can call me Noa".


Leo terkekeh, "nice to meet you Noa".


" nice to meet you too", Noire ingin pergi namun tangannya di cekal oleh Leo yang sekarang tersenyum tipis.


"Mau minum bersama ku?", tawar Leo saat melihat Noire, gadis ini cukup menarik  di jadikan teman kencan.


Noire mengangguk pelan. Dadanya berdegup kencang, ini tak sama seperti waktu pertama kali ia bertemu dengan Jack.


"sure", keduanya melangkah pergi menuju meja kosong yang telah di sediakan.

__ADS_1


*****


Shera terlihat tak nyaman dengan keadaan tubuhnya, terasa panas dan ada rasa yang lain. Shera sadar dia tak mabuk,  namun sesuatu yang ia rasakan saat ini harus ia tuntaskan dengan cepat.


" kemana Kris? Akhhh ini menyebalkan, kenapa badan ku panas sekali", Shera mencoba mengipasi lehernya namun rasa panas itu semakin menjadi.


Kakinya ia langkah kan untuk mencari keberadaan Kris, lelaki bertubuh tinggi  meninggalkannya dalam keadaan seperti ini. Dan ntah kemana lelaki yang mengajaknya ke pesta itu pergi dengan teganya membuat Shera menjadi seperti ini.


Matanya menatap sosok Vi yang berdiri dengan setelan tuxedo hitam, rambut berwarna putih yang sedikit panjang serta ponsel ditangannya menambah kesan seksi.


Vi dapat merasakan sentuhan lembut namun sedikit remasan itu membuat ia menoleh. Dapat di lihat Shera yang menunduk, tak mau menatap dirinya.


"Kau kenapa Kalajengking?", Vi mendongakkan wajah Shera, ia terkejut namun dengan cepat dapat menguasai dirinya.


Gadis di hadapannya terlihat berbeda, mata sayu berkabut nafsu, nafas yang tersengal serta pipi merah yang Vi tahu ini akibat obat perangsang, dan jangan lupakan remasan sensual di lengan nya.


"Vi, tolong aku", bisik Shera membuat mulut Vi mengumpat, gadis itu semakin merengsek masuk ke dalam pelukkan Vi.


" sial", dengan cepat Vi membawa Shera keluar dari tempat pesta dan memasukkan Shera ke dalam mobilnya.


Di perjalan Shera tak berhenti meracau, jemari lentik itu menggoda Vi, mengusap dada itu pelan, sialan Shera sedikit mabuk.


Dengan pelan gadis itu memindahkan tubuhnya, bokong sintal Shera menekan kuat ***** Vi saat Shera duduk di pangkuannya, demi segala jagad raya ini benar benar membuat Vi tak nyaman.


"Shera kau mabuk", ucap Vi pelan membuat gadis itu menatap sayu Vi kemudian menggeleng pelan.


"no, aku tidak mabuk", ucap Shera, " Vi kenapa panas sekali", Shera merengek.


Vi hanya diam saja membiarkan Shera meracau sesuka hatinya. Tangannya membanting stir saat dengan pelan Shera menempelkan keuda bibir mereka. Sedikit ******* dan sesapan dapat Vi rasakan di bibirnya yang basah akibat saliva berasa vanilla milik Shera.


"Setelah ini aku akan menghajar mu, dan jangan merengek meminta selesai Shera", dengan satu tangan memegang stir Vi melajukan mobilnya dengan kecepatan  penuh.


Bibirnya asik memangut belahan merah yang basah milik Shera,  bibir itu terasa manis. Tangan Vi mengusap pinggang ramping Shera membuat si gadis melenguh dengan hebat di sela sela ciuman panas mereka.

__ADS_1


__ADS_2