
Suara alunan musik dengan tempo yang lambat membuat semua orang menikmatinya namun tidak dengan Shera. Gadis itu seperti ingin berlari dari sana dan pergi tidur menjemput mimpi, namun cengkraman di pinggangnya tak mungkin semudah itu ia lepaskan.
Matanya melotot saat menatap Noire terlihat bertengkar dengan lelaki bergigi kelinci, itu Jack kekasih Noire yang menjabat sebagai Direktur di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan dunia.
"Jack, teman bisnis ku, sniper handal", bisik Vi, Shera menatap Vi kemudian menatap Noire kembali yang sekarang menghilang ntah kemana, " dia sedang mendapat hukuman dari Jack".
Shera mendorong Vi dengan kuat hingga rangkulan Vi terlepas dari tubuhnya, "kau mengerikan", kemudian ia berlari keluar meninggalkan pesta itu meninggalkan Vi yang tertawa setan.
" kau meninggalkan ponsel mu sayang".
******
Shera tersentak saat suara ketukkan pintu terdengar. Kakinya yang telanjang melangkah ke arah pintu berwarna hitam coklat. Matanya melotot melihat penampilan Noire yang terlihat acak acakkan, pasti dia baru saja terbangun dari tidur ayamnya.
"Kau baru saja dari rumah Jack?", tanya Shera dengan mempersilahkan Noire masuk.
" kau bertanya yang jelas jelas kau sudah tahu jawabannya", sinis Noire yang sekarang merebahkan tubuhnya pada sofa putih itu.
Shera mendengus, kemudian berdiri dan membuat dua gelas susu. Matanya menatap pandangan ke arah luar jendela dengan tangan yang mengaduk.
"Bagaimana dengan Vi tadi malam?", goda Noire dengan sedikit kekehan, " beruntung sekali diri mu, saat wanita lain mengantri panjang, dengan mudahnya kau menariknya seperti magnet".
"Jangan ingatkan aku s***an, kau tahu bagaimana takutnya aku saat mendengar suara rendahnya itu", Shera mengusap tengkuknya, kemudian melangkah mendekat pada Noire dan memberi segelas susu coklat.
Noire meneguk susu itu, "dia pasti sangat kasar di r**jang, kau akan kewalahan", bisik Noire.
"Please Noa, kau membuat ku takut bi*ch, dan aku tak akan mau merebahkan tubuh s*ksi ku pada ranjang si m*sum s**lan itu", kesal Shera dengan menampilkan wajah menjijikkannya.
" lagi pula aku tak menginginkan p**is kecilnya".
Noire tertawa dengan sangat keras, "kau belum melihat saja saat dia e**ksi, menurut ku itu akan sangat besar dan panjang".
Shera melempar bantal pada Noire, kemudian ia melangkah pergi menuju pintu saat terdengar suara bell berbunyi.
" how are you b*tch", Selena bergegas masuk dan menatap Noire, "hai baby how do you feel?", goda Selena membuat Noire mendengus.
__ADS_1
" biasa saja Jack selalu kasar dan tak berperiS*Xan", Noire mengingat bagaimana tadi malam Jack menghajarnya habis habisan hingga ia kesulitan untuk bernafas.
Shera duduk di antara mereka, "sebentar lagi kau akan merasakan dengan Vi", ujar Selena.
" aku tidak mau, aku akan dengan rela jika yang mengajak ku itu Kris", Shera mengingat kembali pertemuannya dengan Kris di salah satu pusat perbelanjaan di London, "ahhh dia tampan sekali".
Kedua sahabatnya mendengus menatap Shera yang akan menjadi sangat menjijikkan jika sudah menyangkut dengan Kris.
" in your dream baby, rasakan saja untuk Vi terlebih dahulu", keduanya tertawa menatap wajah cemberut Shera.
******
"NOAAAAAAA~", teriakkan Shera membuat Noire terjengkit kaget hingga gadis itu melepas bukunya.
"S**lan kau, aku terkejut nyonya Vi", Shera mendelik saat mendengar panggilan itu.
"Ponsel ku hilang Noa", bisik Shera, "astaga dimana aku meletakkannya Noa hiks", isak Shera dengan mengacak acak isi tasnya.
Noire ikut membantu, mencoba menemukan ponsel sahabatnya itu, "kau ingat tadi malam saat Prom Night kau membawa tas bukan?".
Shera terdiam mencoba mengingat dimana ia meletakkan ponsel itu namun ia menggeleng saat tak mengingat apapun, "aku lupa~~", bisik Shera.
Vi menatap genggaman erat Shera pada pergelangan tangan sahabatnya yang tak salah ingat kekasih Jack. Matanya yang tajam menatap Noire yang juga menatapnya, namun segera menglihkan saat namja itu menyeringai.
"Pergi", Noire menelan ludahnya dengan kasar, dia mencoba berdiri namun Shera masih menggenggamnya agar ia tak meninggalkan dirinya sendiri.
"Ak~akkuu ikut dengan mu Noa", gagap Shera dengan berdiri menarik Noire agar ikut dengannya.
Namun rangkulan pada pinggang Shera membuat gadis itu tersentak. Tangan itu mencoba untuk melepas namun rangkulan itu semakin kuat.
" kau pergilah, Jack menunggu mu, aku akan mengurus Scorpio galak ini", Noire bergegas pergi, ia juga takut terjadi apa apa dengan sahabatnya itu.
"YAK YAK YAAKKK, LEPASKAN AKU B*D*H, KAU MENGGELIKAN", teriak Shera dengan memberontak agar Vi melepas pelukkannya.
"Ssssttttt aku akan menculikmu", Vi bergegas mengangkat tubuh sintal itu dan membawanya cepat ke arah mobil hitam metalic yang terparkir tak jauh di tempat ia menghampiri Shera.
__ADS_1
Didalam mobil Shera hanya terdiam tanpa mau menatap lelaki tampan di sampingnya. Apa apaan lelaki ini? Baru saja mereka bertemu tadi malam dan dengan seenaknya dia bersikap akrab begini, cih menjijikkan.
" jangan mengumpat", gumam Vi dengan mata yang fokus menyetir, Shera menatap cepat lelaki di sampingnya.
"Kau peramal ya? Setiap yang aku pikirkan kau selalu tahu", sinis Shera dengan tangan yang bersidekap di dada.
Vi melirik gadis di sampingnya, kemudian tersenyum tipis, "hanya pada mu".
" kau itu menyebalkan, cepat turunkan aku", ujar Shera dengan mencoba membuka pintu mobil.
Lengan kekar itu menarik tubuh di sampingnya, hingga Shera terduduk di pangkuan Vi, "jangan bertingkah Shera", bisik Vi tajam.
" kau tahu nama ku?", tanya Shera dengan polos. Sebaiknya kau alihkan tubuh mu dulu Shera dari pangkuan Vi.
"Name tag itu terlalu jelas di mata ku", tunjuk Vi dengan alis yang terangkat. Shera menatap name tag di dadanya, benar juga. Tapi itu tidak mungkin, Vi pasti sudah tahu namanya sejak awal.
" ya kau benar, aku memang menyukai mu sejak awal".
Mendengar ucapan Vi yang pelan Shera bergegas memindahkan tubuhnya dari pangkuan Vi. Ia duduk dengan diam memikirikan ucapan Vi.
"Sial aku harus pulang".
******
Shera nampak terdiam melihat pemandangan indah di depan matanya. Bunga lavender dengan kolam kecil di tengahnya membuat semakin indah di pandangan Shera.
"Ini milik mu", ucap Vi dengan menatap bunga lavender yang bergoyang.
" aku tidak pernah memiliki taman seperti ini, jangan menyogok ku, aku tidak akan tertarik", ucap Shera seraya pergi meninggalkan Vi yang tak beranjak dari ia berdiri.
Dia membiarkan gadis itu pergi, dia bisa saja menyeret Shera ke Mension mewahnya, membuat gadis itu mend*sah di bawahnya dengan hebat. Cih memikirkan itu membuat Vi menggeram menahan hasratnya.
"Sebentar lagi", bisik Vi pelan dengan melempar batu pada kolam di hadapannya.
Obsesinya pada gadis itu semakin menggebu, apapun akan ia lakukan untuk mendapatkan gadis s*ksi yang ia temui di Prom Night.
__ADS_1
Tangannya memegang ponsel dan meletakkan pada telinganya, hingga suara panggilan memasuki indera pendengarnya.
" tetap tahan wanita mu sampai aku bisa mendapatkan Shera", suara diseberang sana membuat Vi menyeringai satu langkah lagi ia bisa mendapatkan gadis itu, kemudian ia melangkah pergi meninggalkan taman lavender itu.