Youre My Family?

Youre My Family?
Satu


__ADS_3

Hai nama gue VALERIE ANJANIA ARDHAN. Gue biasa dipanggil Val. Gue tinggal bareng bonyok, tapi ada yang aneh sama keluarga gue. Ets ... tapi gue nggak mau bilang dulu.


Sekarang gue ada di ruang makan atau nggak bisa disebut itu karena di sini hanya ada gue. Ya, gue selalu sarapan dan makan malam sendiri. Huh!! gue nggak tau. Jujur gue kurang kasih sayang and sekarang gue begini bisa disebut bad girl sering bolos dan macem macemlah.


Gue udah ada di sekolah gue SMA JAYA. Karena hari ini senin gue jadinya ke rooftop. Gue nggak pernah ikut upacara. Oh ya, gue di sini cuma punya seorang sahabat, karena bagi gue mending punya temen sedikit, tapi setia dari pada banyak tapi busuk di belakang. Sahabat gue itu udah kaya temen, saudara pokoknya dia segalanya, dia itu cewe yang agak cerewet, ribet, suka ke mall, dan banyak lagi deh dari dia. Gue sama dia kebalikannya sifat sama sikapnya. Namun, dia nerima gue apa adanya walaupun dia nggak tau segalanya apa yang gue alamin selama ini karena gue nyembuyiin dari dia.


Ok abaikan.


"Kapan gue bisa ngerasain bahagia yang sesungguhnya ya," ucap lirih gue sambil ngerokok. Ya, tepat gue bad yang ngerokok tawuran. Tapi jangan salah gini-gini gue nggak pernah ke club gue paling mentok balapan liar, sampai ada yang ngancurin lamunan gue saat gue tengok kebelakang ternyata duo twins mereka adalah ketua dan wakil osis.


"Heh kamu sini!" ucap salah satu pria.


"Gue?" ucap gue dengan wajah polos.

__ADS_1


"Ya iyalah, siapa lagi yang ada di sini kecuali KAMU!" ucap pria yang ada di sebelah pria tadi, dengan menekankan kata 'kamu'.


Gue pun mengampiri saat gue ke sana rokok gue dibuang sama dia sambil nahan amarah karena muka dia udah memerah. Gue juga nggak tau kenapa dia marah banget. Perasaan dia udah biasa ngadepin masalah kaya gini tapi gue ngerasa hati gue yang kosong itu kembali, gue nggak tau kenapa.


***


"Lagi-lagi lo. Apa lo nggak bosen bolak-balik ke BK dan dihukum. Terus lo juga udah kelas XII. Masih aja suka bolos, Sering kena hukuman, Sering Telat, dan sekarang lagi ngerokok lagi. Kamu udah tau bahwa dicsekolah kita melarang muridnya untuk merokok apalagi kamu belum cukup umur!!" marahnya sambil menekankan setiap katanya.


"Gue cuma nyoba kali," jawabnya santai, padahal udah sering.


"Setelah rokok lo mau nyoba apalagi, lu mau minum minum keras gitu!!" sambung pria yang pertama tadi.


"Boleh juga, lagian gue belum pernah tuh, kalian udah yah," goda Val.

__ADS_1


"Lo!! kalo gue jadi lo, gue nggak akan buat orang tua gue malu karena dipanggil terus ke sekolah. Kalo lo kaya gini percuma orang tua lo nyekolahin lo, ngasih lo kasih sayang, tau nggak sih!" ucap pria itu dengan penuh penekanan


Deg!!


Raut muka Val sudah berubah menjadi sendu dan matanya sudah berkaca-kaca lalu ia berlalu dengan air mata yang telah mengalir, Sedangkan kedua remaja pria tadi bingung apa ada yang salah dengan ucapan mereka sedangkan tadi dia sok berani. Entah kenapa mereka seperti merasa ada sesuatu yamg menusuk jantung mereka ketika melihat anak perempuan tadi menangis walaupun hanya sekilas.


"Kenapa ada perasaan aneh ya, Jun!" karena tidak tau apa yang akan dilakukan, maunya negur malah jadi begini bingung sendirikan.


"Tapi, Juna ngerasa kaya ada ikatan sama dia bang Rio gimana?" tanya Juna heran dengan yang dirasakan saat ini.


"Yaudah lah, yuk ke kelas nggak usah dipikirin!" ajak Rio dan mengabaikan apa yang dirasakannya saat ini.


Walau mencoba mengabaikan Rio dan Juna tetap saja memikirkan apa yang baru saja terjadi tadi di rooftop. Tentang bagaimana perasaan mereka ketika melihat perempuan itu, padahal mereka berdua sudah sering berurusan dengan gadis tadi.

__ADS_1


Hai cerita baru.


semoga suka>^_^<


__ADS_2