
Juna pov
Gue nggak sabar denger jawaban Val nanti malam. Walaupun gue sedikit kecewa kepada Val yang meminta waktu untuk menjawab pertanyaan Kakek gue merasa ia masih belum mempercayai kami. Di sisi lain gue mengerti tentang posisi Val, jika gue yang menjadi Val mungkin gue juga akan melakukan hal sama.
"Woy lu kenapa sih kita ini mau rapat Jun!!" tegur Rio ketika melihat gue yang terus melamun.
"Hah iya, sorry," ucap gue tersadar.
"Gue ngerti lo penasaran sama jawaban Val, tapi bukan hanya lo, gue, Mommy, dan Kakek. Semuanya penasaran sama jawaban Val, jadi gue mohon lo fokus dulu sama rapat ini oke," jelas Rio dengan tenang.
Ini yang gue suka dari Rio disaat begini dia selalu nasihatin gue, tapi nggak pake emosi seperti seharusnya Kakak menasihati Adiknya.
"Oke, yok kita jalan lagi!!" ajak gue sambil merangkulnya.
Juna pov end
Rapat pun selesai, Juna dan Rio berjalan keluar ruangan. Saat berada di koridor mereka tidak sengaja bertemu dengan Jessi.
"Hai Jun! Rio! sorry gue belum sempet jenguk Val nih masih ada urusan," ucap sesal Jessi.
"Nggak papa kok, lagian Val udah mendingan," ucap Rio.
"Syukurlah," balas lega Jessi.
__ADS_1
"Terus gimana masalah Oliv ?" Tanya Jessi.
"Kita nggak tau yang ngurusin masalah itu si Ax," sahut Juna yang sedari tadi diam.
"Oh gitu yah," jawab Jessi paham tanpa bertanya lebih lanjut.
"Ya udah Jes, kita pergi dulu masih ada urusan, " ucap Rio.
"Oke, bye," balas Jessi.
Rio dan Juna pun berjalan menjauhi Jessi. Setelah dirasa mereka sudah jauh, Jessi kembali melanjutkan jalan menuju tujuan yang sempat terhambat.
****
Siska pov
"Assalamualaikum, kami pulang!!" seru kedua putraku dari pintu. Dengan bergegas aku menuju pintu.
"Waalaikumsalam, selamat datang. Oke sekarang kalian mandi, sholat habis itu kita tunggu Kakek pulang dan langsung ke rumah sakit," ucapku dengan tidak sabar.
"Iya iya Mommy ini nggak sabaran banget," ucap kesal Juna.
"Memang kenapa?" balas sinisku. Rasanya lucu sekali melihat ekspresi itu. Aku ingin tertawa sekali.
__ADS_1
Mendapat balasan begitu Juna rasanya kesal setengah mati. Sambil menahan kesal Juna berjalan ke kamarnya, Diikuti dengan kembarannya di belakang.
Siska pov end
☘☘☘
Sinar bulan sudah memancar, artinya jam yang ditunggu-tunggu oleh Siska dan keluarganya sudah tiba. Mereka sekarang berada di perjalanan menuju rumah sakit. Apalagi sedari tadi Siska meminta yang lain untuk cepat bersiap-siap.
Darma yang melihat putrinya bertingkah seperti itu pun hanya mampu menggelengkan kepalanya. Siska seakan tidak mengingat umurnya sudah tidak bisa dikatakan muda lagi.
Saat baru tiba di rumah sakit pun Siska bergegas turun terlebih dahulu, disusul dengan Darma. Sedangkan Juna dan Rio mencari tempat parkir. Setelah mendapat tempat parkir mereka pun berjalan menuju ruang rawat Val.
"Assalamualaikum!" ucap Siska seraya memasuki ruangan disusul dengan yang lain.
"Waalaikumsalam!"
Sekarang suasana di ruang rawat Val tegang. Siska, Darma, Rio dan Juna baru saja tiba di sini lalu tiba-tiba Darma mengucapkan sebuah kalimat seperti kemarin secara tiba-tiba.
"Jadi Val apa keputusan kamu? Kami akan menerima apapun keputusan kamu Val tapi kami harap kamu akan memberikan jawaban yang membuat kami senang," ucap Darma tanpa basa-basi yang membuat Siska terkejut dengan sikap Ayahnya itu.
"Baiklah, jadi jawabanku adalah...."
Update!!!
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komen🫰