Youre My Family?

Youre My Family?
Dua puluh Tujuh


__ADS_3

Keadaan Val sekarang sudah tidak bisa dikatakan baik-baik saja bahkan sudah sangat mengenaskan. Bagaimana tidak ia hanya diberi makan sehari sekali, belum lagi dia disiksa setiap saat dan sampai sekarang pun Val belum mengetahui siapa dalang dari semua ini.


"H-hiks ... hiks ... Bang A-Ax hi-hiks ... hiks .... " Isak tangis Val.


"DIAM SAMPAI KAPAN PUN YANG NAMANYA AX ITU NGGAK AKAN BISA NEMUIN LO, NGERTI!!!" bentak orang yang bekerja untuk menjaga Val.


Val pov


Bagaimana ini? gue takut diapa-apain sama mereka. Bang Ax, cepet ke sini!! Hiks ... hiks ... Val takut, batin gue.


"Heh ... ngapain lo ngelamun manis," ucapnya sambil mencengkram daguku dengan kasar dan memecut punggungku dengan ikat pinggang rasanya sakit sekali! belum lagi banyak goresan luka pisau di bagian kaki, tangan dan wajah gue. Rasanya semua badan gue mati rasa.


Plak!


Plak!


"Inget ya jangan membantah!" tekannya sampai ada seseorang yang membuka pintu, penjaga tadi bergegas berdiri dan menghampiri orang yang berada di pintu.


"Owhh owhh lihat putri cantik kita HAHAHHA!!" ucap seseorang yang masih berada di pintu karena posisi gue berada di samping pintu sedangkan di sisinya ada si penjaga membuat gue nggak bisa liat wajahnya tapi kalo dari suaranya dia seperti seorang wanita dan suaranya sepatu itu memperjelas semuanya hingga wanita itu mendekatiku betapa terkejutnya aku melihat wajah familiar itu.

__ADS_1


****


"Bagaimana Kek, ini sudah sehari dari yang kakek janjikan," ucap Rio tak sabaran, ia sangat khawatir pada Val belum lagi ia sudah mengetahui hubungan apa Val dengannya membuat dirinya lebih khawatir lagi dari sebelumnya.


"Sabar, tapi kakek sudah mengetahui lokasinya Val berada di sekitar pinggir kota, tepatnya berada sekitar satu km dari jalan raya artinya tempatnya masuk ke dalam hutan," kata Darma serius.


"Baik jadi kapan kita ke sana atau kita ke sana sekarang?" sahut Ax bersamaan dirinya bangun dari duduknya.


"Sabar Nak, lebih baik kita membuat rencana agar saat di sana fokus kita tidak terpecah," celetuk Darma walaupun usianya sudah menginjak kepala enam tapi postur tubuhnya dan staminanya masih berada di usia 40 an.


"Baik, jadi apa yang kakek rencanakan?" tanya Juna yang sedari tadi menyimak.


"Jadi begini ...." Darma pun menjelaskan rencana yang telah ia susun dengan matang.


"Apa kakek dapat menjamin rencana ini berhasil?" tanya Juna yang masih sedikit ragu.


Ya, walau selama ini semua rencana yang Darma rencanakan tidak pernah gagal alias selalu berhasil.


"Jangan remehkan kakekmu ini, Jun!" geram Darma karena merasa diremehkan oleh cucunya.

__ADS_1


"Bu-bukan begitu kek, masalahnya kita tidak mengenal siapa lawannya," ucap gugup Juna. Sungguh menatap wajah Darma sekarang membuat Juna takut.


"Owh ... kalau kalian ingin tau siapa yang akan menjadi lawan kita namanya adalah VANESSA ARDHAN dan OLIVIA SALIV! " ucap Darma.


"APA!!!" ucap keempatnya bebarengan.


"Kenapa?" tanya Darma.


"Em ... begini Kek, Nessa adalah ibu dari Val dan Oliv adalah teman kami," ucap Rio.


"Ohh ... begitu tapi bukan itu yang akan membuat kalian terkejut sebenarnya selain hubungan kerja sama ini masih ada hubungan lain antara Vanessa dengan Olivia," ucap misterius Darma membuat keempatnya menatap Darma dengan penasaran.


"Apa Kek?" tanya mereka berempat kompak.


"Hubungannya itu ...."


Setelah sekian lama Aku balik lagi, makasih yang udah nungguin cerita ini🙏


semoga suka>^_^<

__ADS_1


jangan lupa mampir ke akun wattpadku \= @Arissa_chan_


__ADS_2