
Tak terasa waktu berjalan terus dam sekarang sudah malam yang artinya waktunya bagi Val untuk pulang ke rumahnya.
"Mommy, Abang, Val pamit." Dengan berat hati Val pamit pada Dara dan Ax.
"Iya hati-hati, bye," ucap Dara dan Ax bersamaan.
Val sekarang sudah di dalam kamar miliknya sesuai tebakannya orang tuanya tidak ada jadi ia aman.
Karena bosan Val sedang siap-siap untuk pergi ke sebuah Cafe, lagi pula saat ini masih jam 8 malam. Setelah sampai ia duduk di dekat jendela dengan sebuah minuman jusnya, sebenarnya ia ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Jessi, Juna, dan Rio tapi ia bingung ingin memulainya dari mana pikirnya.
Saat mengedarkan pandangan ia melihat Jessi, Juna, dan Rio yang sepertinya berbicara serius.
Jessi, Juna, dan Rio sedang berkumpul di Cafe yang sama dengannya hanya berbeda beberapa meja.
"Gimana lagi, nih?" tanya Juna.
"Kan lu yang ada jabatan gimana sih!!" kesal Jessi.
"Kita harus mikirin gimana caranya buat dia malu di depan anak lain," kata Rio.
"Kita juga lagi mikirin itu kali, gue udah cape harus pura-pura baik sama dia," keluh Jessi.
__ADS_1
"Gue juga sama kali," ucap Rio dan Juna.
"Kayanya kita harus cari celah dikit walau cuma dikit kaya dia ksehariannya ngapain gitu, kalo dia berbuat hal yang nggak wajar baru deh kita video in terus permaluin dia di depan semua murid, gimana?" usul Jessi.
"Betul juga, gue akan suruh orang gue dulu," setuju Rio.
Tanpa mereka ketahui ada seorang yang melihat mereka.
Coba tebak siapa yang melihat? ya, yang melihat mereka adalah Val. Ya dia pindah tempat untuk mendengar pembicaraan mereka. Tapi, setelah mendengar ia bingung siapa orang di maksud. Dia tidak menyadari bahwa mereka bertiga telah pergi, setelah sadar ia langsung bayar dan keluar dari Cafe itu dan menuju taman untuk berpikir sejenak. Sepertinya taman adalah tempat yang wajib di kunjungi saat dirinya keluar dari rumah.
"Val!!" panggil seseorang
Val pun mengengok ke arah oarang yang memanggilnya.
"Tadi abang habis liat rumah yang kamu maksud, terus kamu ngapain malam-malan di taman?"
"Nggak papa cuma pengen aja sih."
"Val, kamu mau nggak setelah lulus ikut Abang ke New york?"
"Emang Bang Ax ke sana mau apa?" tanya Val dengan tatapan polosnya.
__ADS_1
"Abang ada proyek baru di sana jadi perlu 1 sampai 2 tahun untuk mengurusnya," terang Ax.
"Oh boleh sih Bang lagian Val lulusnya tinggal beberapa bulan lagi kan."
"Tapi gimana ngomongnya sama orang tua Val?"
"Nanti Abang yang izin, jadi Val tenang aja ok," ucap Ax memberi solusi pada Val.
"Ok Bang ... Bang Val mau pulang dulu yah," ucap Val tiba-tiba.
"Abang anter."
"Nggak usah Val bawa mobil kok," tolak Val.
"Ya udah abang ikutin dari belakang," titah tegas Ax. Ia khawatir terjadi sesuatu pada Val.
"Ok Bang," ucap pasrah Val, karena jika Ax sudah berbicara, ia akan sulit membantah.
Setelah itu Val masuk ke mobilnya dan benar saja Ax mengikutinya dari belakang sampai ia akan masuk rumah. Ax memberikan klakson sebagai pengganti pamit akan pulang setelahnya Val masuk dan langsung menuju kamarnya karena rumah masih sepi.
semoga suka>^_^<
__ADS_1
jangan lupa mampir akun wattpadku, Arissa_chan_