
Matahari sudah terbenam, langit pun menjadi gelap. Lampu-lampu di jalan sudah menyala dengan terang, namun sinar bulan juga bersinar dengan indahnya.
Sekarang semua orang sedang berkumpul di ruangan Val, termasuk Darma yang datang setelah maghrib tadi. Mereka mengobrol ringan, hingga Darma melontarkan ucapan yang membuat suasana menjadi tegang.
"Jadi bagaimana, Val? Kamu sudah mengetahui yang sebenarnya kan. Jadi apakah kamu mau tinggal bersama kami?" ucap Darma. Atmosfer di ruangan Val seketika berubah karena Darma menanyakan hal tersebut.
Baik Ax maupun yang lain menatap Val seakan penasaran dengan jawaban apa yang akan diberikan oleh Val. Namun, yang ditunggu terdiam cukup lama sampai ia membuka suaranya.
"Tolong berikan aku waktu sampai besok malam, aku janji akan menjawabnya dan aku mohon selama itu kalian jangan ke sini hanya bang Ax yang boleh ke sini!!" ucap Val.
"Baiklah jika itu yang kamu mau Val, akan kami turuti. Kalau begitu kami pamit pulang, Val!!" ucap Darma mewakili.
__ADS_1
Setelah Semuanya pergi tinggallah Ax dan Val berdua. "Val sebaiknya kamu tidur!" titah Ax. Saat Ax akan beranjak menunju sofa tangannya dicegat oleh Val
"Bang, Val ingin abang tidur di sini!!" ucapnya sambil menepuk sisi brankar yang kosong. Ax hanya menurut dan tidur di sisi Val lalu memeluknya.
Keheningan terjadi di antara keduanya. Hingga tiba-tiba Ax membuka suara. "Kamu bingung?"
"Bukan itu, Val sudah ada jawabannya. Hanya saja Val tidak tahu apa resiko dari jawaban yang akan Val beri ini. Val hanya takut hubungan antara Daddy dan Tan-Ibu kandung Val akan semakin renggang," jelas Val.
Ax senantiasa mendengarkan penjelasan Val dengan seksama. "Menurut Abang kamu nggak perlu khawatir akan hal itu," jawab Ax dengan yakin.
"Tapi, kalau-"
__ADS_1
"Menurut Abang bagaimana hubungan mereka nanti itu tergantung sikap mereka, karena mau bagaimana jawaban kamu hubungan mereka tidak akan membaik dengan cepat. Apalagi masalah orang dewasa apalagi orangtua lebih sulit dari yang terlihat. Jadi kamu nggak perlu khawatir, karena sebagai anak kita hanya perlu menerima kasih sayang hanya itu," potong Axa sebelum Val semakin overthinking.
Val diam mengarkan ucapan Ax. Ia meresapi kata demi kata yang dilontarkan oleh Ax. Sepertinya setelah mendengarkan perkataan Ax, Val jadi lebih yakin jawaban apa yang harus ia berikan besok.
Semoga saja jawaban yang ia berikan tidak mengecewakan bagi kedua belah pihak. Karena Val hanya menginginkan ketenangan dan kedamaian setelah semua masalah ini.
"Val, apapun jawaban kamu abang akan tetap dukung kamu, jadi kamu tenang aja nggak usah takut," ucap menenangkan Ax, membuat Val mengantuk dan tanpa sadar matanya memejamkan mata dengan kepala yang mendusel ke dada bidang Ax. Melihat itu Ax pun ikut memejamkan matanya.
Mungkin hari esok adalah sebuah awal baru lagi bagi kehidupan Val. Ia akan memulai semuanya lagi dari awal. Namun, tidak ada yang berubah karena Ax akan selalu menemani dirinya. Perbedaannya hanya terletak pada Ibu tirinya yang sudah tidak ada.
Saat ini Val sudah lepas sepenuhnya dari tekanan Inez. Val sangat lega ketika Inez sudah terjerat dengan polisi, karena dengan begitu hidupnga telah bebas.
__ADS_1
Jangan lupa Like N komen ya🫰