
Darma mendengar Juna berbicara dengan serius. Ia mengangguk paham setelah mendengar cerita dari cucunya.
"Oke, sekarang Kakek hubungin orang suruhan Kakek dan kalian tunggu selama dua jam nanti akan ada kabar lagi, sebaiknya kalian main dulu," kata Darma.
"Baik Kek, terima kasih ya sudah mau membantu," ucap Rio.
"Sudahlah biasanya aja nggak gitu," sahut Darma santai membuat kedua cucunya ini malu.
Ketiganya memilih untuk menunggu di kamar Juna. Rio dan Juna memilih untuk bermain PS, sedangkan Jessi memilih memainkan poselnya sembari sesekali mereka mengobrol.
"Gue khawatir banget sama Val, gue ngerasa nggak bisa jadi sahabat yang baik buat dia," celetuk Jessi membuat Rio dan Juna menatap sendu.
"Gue juga ngerasain. Hanya aja gue ngerasa ada yang aneh."
"Maksudnya?" tanya bingung Jessi.
"Entahlah, dada gue kaya sesek gitu. Seperti ada yang menekan ke dalam. Sumpah perasaan ini buat nggak nyaman banget dan buat gue makin overthinking dengan keadaan Val," ucap Rio menimpali dan mengatakan apa yang dia rasakan.
"Gue juga gitu," sahut Juna sembari memegang dadanya.
"Kenapa ya? padahal kalian nggak ada hubungan apapun selain teman sama Val."
Entah kenapa ucapan Jessi membuat hati mereka seperti tertusuk beribu jarum yang tajam.
Tak terasa dua jam sudah berlalu dan sekarang mereka sudah berada kembali di ruangan Darma.
"Gimana kek?" tanya Juna.
"Jadi seperti ini, ternyata teman kalian yang bernama Val diculik, kemungkinan orang yang bernama Ax ini ingin mencari bantuan untuk menemukan Val, apalagi ia sudah menghilang sekitar tiga sampai empat hari yang lalu," ucap serius Darma.
__ADS_1
"APA!!" ucap kompak ketiganya.
"Kek bantu kami menemukan Val ya, Kek?" pinta Juna.
"Pasti kakek bantu, oh iya sebaiknya kalian menghubungi orang yang bernama Ax," ucap Darma.
"Baik kek, saya hubungi" kata Jessi.
"Loudspeaker ya!" yang diangguki Jessi.
"Hallo ia jes ada apa?"
"Bang, Jessi kemungkinan udah tahu masalah apa yang akan Abang katakan. Ini tentang Val kan?"
"Iya benar, Jadi?"
"Jessi dan kedua teman Jessi mau bantu, apa Abang bisa ke rumah temen Jessi?"
"Oke bang."
"Ya udah abang tutup."
Tut ... tut ....
Jessi pun langsung mensharelock tempat itu. 30 menit kemudian Ax telah sampai di pelantaran rumah twins.
Tok ... tok ....
"Ax?" tanya Juna, yang diangguki oleh Ax.
__ADS_1
"Oke mari ikuti gue," Juna berjalan didepan dan Ax mengikuti dari belakang.
Tok ... tok ....
Mereka berdua masuk ke dalam ruang kerja Darma.
"Mr. Wisma."
"Mr. Anderson," ucap keduanya barengan membuat ketiga remaja itu bingung.
"Kakek kenal?" tanya Rio.
"Jelas dia ini pengusaha muda yang berhasil mengembangkan usaha milik orang tuanya di usia yang terbilang sangat muda, dia itu hanya empat tahun di atas kalian loh"
"Mr. Berlebihan," ucap Ax.
"Jangan panggil Mr. Ini di luar kantor, panggil saja kakek."
"Baik kek"
"Jadi bagaiman Ax, apa saja yang sudah kamu temukan" tanya Darma.
"Begini yang sudah saya temukan...."
maaf semua, aku nggak tau tiba tiba bab 25 hilang sendiri. ada yang tahu kenapa?
maaf kalo agak beda, karena aku nggak ada salinannya😭
maap banget🙏
__ADS_1
semoga suka>^_^<