
"Oh yah tante terima kasih," jawab Val pada Siska yang mempersilahkannya.
"Abang mau makan apa? kalo adek mau apa?" tawar siska kepada anaknya sebenarnya dia mau menawarkan kepada anak perempuannya tapi ia tidak mau terlalu mencolok sampai waktu yang tepat ia akan menceritakannya pada mereka.
Walau sebenarnya ia sangat ingin, sekuat tenaga ia menahannya. Namun, mampukah dirinya?
"Oh ... itu Mom ayam sama sayur terus telor aja."
"Oh ... itu Mom ikan telor sama sambel aja."
ucap keduanya bersamaan yang membuat Siska terkekeh dibuatnya.
"Kalo Nak Val mau apa? mau udang?" tawar Siska kepada anak perempuannya rasanya ia ingin menangis dan memeluk anak yang ia rindukan selama ini.
"Val ambil sendiri aja tan, lagipula Val Alergi Udang." Dengan segera Val mengambil alih piring yang sempat dipegang Siska tadi dan mengambil makanan yang ia mau.
"Memangnya Val nggak bisa makanan apa aja?" tanya penasaran Siska. Ia ingin tau apa yang anak perempuannya suka dan tidak. Karena ia menyesal tidak melihat pertumbuhan anak perempuan satu-satunya ini.
"Banyak sih, Tan. Val nggak bisa Pedes, makan udang, terlalu asin, Val alergi debu, dan ada beberapa hal lagi sampe Val lupa Tan. Tapi, yang Val suka itu melukis Tan, apa lagi pemandangan," cerita singkat Val sambil terkekeh, Val merasakan perasaan yang selama ini ia dambakan mengenai hangat nya keluarga saat bercerita saat ini Val berharap di rumahnya dapat merasakan suasana seperti ini.
__ADS_1
"Maaf Tan jadi curhat," ucap Val dengan tatapan sesal karena merasa ia sudah terlalu terbawa suasana.
"Nggak papa malahan tante jadi tau kalo kamu ternyata kamu lucu dan cerewet yah," sanggah sekaligus goda Siska.
Siska justru antusias saat mendengarnya, hanya saja ia mencoba mengontrol ekspresinya ketika di depan kedua putranya alias kembaran Val sendiri.
"Tapi, kalo dipikir Val kaya mommy yah semua yang nggak disuka sama yang suka hampir sama," celetuk Juna.
"Eh iya-iyah," setuju Rio saat menyadari perkataan Juna benar adanya dengan tampang sedikit heran begitu pula Juna.
Deg
"Nggak lah paling kebetulan aja, yang nggak, Tan?" sahut Val.
kalo kamu tau sayang kamu anak mommy dan mereka abang-abang kamu, batin Siska.
****
Tanpa disadari sekarang sudah pukul 19.00. Artinya sudah waktunya Val untuk pamit pulang ke rumahnya. Walau sebenarnya ia tak ingin.
__ADS_1
"Tan, Val pulang yah ini sudah malam," pamit Val.
"Oh ya kamu diantar sama Rio aja yah udah malem nggak baik perempuan jalan sendiri. Biar nanti mobilnya ambil besok pas kamu pulang sekolah ya atau nanti tante suruh orang buat anter aja," suruh Siska karena ia khawatir dengan anak gadisnya.
"Nggak usah tante," tolak halus Val. Ia merasa tak enak karena sudah banyak merepotkan Siska hari ini.
"Nggak pokoknya kamu harus dianter Rio, nanti besok sebelum berangkat ada mobil kamu udah diantar, Rio ke sini!!" panggil Siska.
"Ya mom," sahut Rio.
"Kamu antar Val!!" suruh Siska.
"Ya udah tan kita pamit," pamit Val.
Saat perjalanan hanya keheningan yang menemani mereka sampai di depan rumah Val, ternyata orang tua Val sudah pulang terbukti dari ayah Val yang berada di luar seperti sedang menunggu kehadiran Val. Sekarang Val sudah turun dari mobil ditemani Rio.
semoga suka>^_^<
Bakal Update kembali besok(≧∇≦)/
__ADS_1
jangan lupa mampir ******* aku ya.
@Arissa_chan_