Youre My Family?

Youre My Family?
Dua puluh empat


__ADS_3

Saat ini Jessi sudah berada di depan rumah twins, siapa lagi kalo bukan Rio dan Juna.


Tok ... tok ....


"Iya, mau cari siapa?" tanya seorang ART.


"Em ... mau ketemu sama Rio dan Juna, Bik," jawab Jessi.


"Non Jessi ya, tadi aden sudah berpesan jika ada tamu bernama Jessi langsung suruh masuk kamar, den Juna" kata ART itu.


"Kamar Juna di mana, ya, Bik?" walaupun bukan pertama kali ke sini tapi saat itu ia hanya di ruang bermain tidak sampai di kamar.


"Oh, nanti naik ke lantai 3 belok kanan, kamar bercat hitam itu kamarnya non, kalau begitu bibi permisi," ucap ART itu.


"Iya bi, makasih." Yang diangguki oleh ART itu. Perlahan jessi pun melangkah menuju tangga, sembari melihat interior rumah yang menakjubkan.


Rumah ini adalah rumah impian bagi semua orang. Rumah bergaya modern, tapi tetap memiiki nuansa klasik ini mampu menyihir Jessi.

__ADS_1


Hingga tak sadar Jessi sudah berada di depan kamar dengan ciri-ciri yang sudah diberitahukan oleh ART tadi.


Tok ... tok ... tok ....


"Masuk!!" ucap orang yang berada di dalam kamar, mendengar suara itu Jessi perlahan memasuki kamar itu.


Tampaklah dua orang yang berada di dalam menengok ke arah pintu.


"Eh ... Jes masuk sini, apa yang mau dibicarain?" ucap Juna, Jessi perlahan duduk ditepi kasur.


"Siapa Bang Ax?" potong Rio.


"Ckkk, jangan potong dulu napa," kesal Jessi.


"Ok, jadi Bang Ax itu kaya abang angkatnya Val, mereka udah deket sejak Val mau SMP sampe sekarang, yang gue tau kalo Val ada masalah pasti nyritainnya ke bang Ax, makanya gue nggak tau banyak soal masalah Val walaupun gue sahabatnya Val. Tadi itu bang Ax ngajak ketemuan sama gue di Cafe kebetulan gue lagi sama Oliv di Cafe yang bang Ax sebutin dan pas bang Ax sampe Oliv ada di kamar mandi jadi bang Ax kira gue ke situ sendiri terus dia nanya gue sendiri apa nggak, ya gue bilang nggak kan, eh pas tau enggak dia nggak jadi cerita dan kebetulannya lagi Si Oliv udah balik dari kamar mandi jadinya gue kenalin Olivnya sih seneng tapi bang Ax nya malah gedeg kayanya," sambung panjang Jessi.


"Jadi?" bingung Rio.

__ADS_1


"Ihhhhh ... gue tu juet banget sama lo, ya gue kira ini ada hubungannya sama Val dan gue minta tolong sama lo ... lo ... pada bantuin gue nyari apa yang sebenarnya terjadi sama Val, yayayayya!!" bujuk Jessi.


"Boleh sih, gimana kalo mau lebih cepet minta bantuan sama kakek?" usul Juna.


"Boleh tuh dan beruntungnya lo dateng pas kakek di rumah, oke ayo!!" ajak Juna.


Dan di sinilah mereka bertiga berada di ruang kerja kakeknya twins. sebenarnya Jessi cukup gugup bertemu dengan Kakek twins, apalagi melihat wajahnya membuat Jessi semakin gugup. Sekuat tenaga ia menyembunyikannya agar tak ada orang yang sadar.


"Jadi apa yang bisa kakek bantu kali ini?" Ucap Darma to the point.


"Jadi gini kek ...." Juna menceritakan kembali apa yang diceritakan oleh Jessi dengan rinci dan Darma mendengarkan dengan seksama.


Entah kenapa ia merasa harus mendengarkan cerita cucunya dengan serius. Ia belum tahu perasaan apa yang tiba-tiba ia rasakan saat ini. Perasaan cemas bercampur takut. Tapi, kepada siapa?


Semoga suka>^_^<


Mampir ke akun wattpadku: Arissa_chan_

__ADS_1


__ADS_2