
Hari Val berangkat sekolah sendiri. Padahal sebelum ada Oliv ... Val dijemput Jessi atau Twins setelah mereka dekat.
Sampai di halte, sebuah pemandangan membuat mata Val perih. Rio membuka pintu mobil dan muncullah Oliv dengan senyum merekah.
Val hanya mampu tersenyum kecut melihat. Karena tak ingin melihatnya, Val pun memilih pergi dari sana dan mulai masuk ke sekolah.
"Apa mereka udah nggak inget aku?" gumam Val tersenyum gentir.
Tak berlama Val kembalu berjalan, bukan ke kelas melainkan ke rooftop. Sepertinya sikap bad nya sedikit keluar sejak mereka menjauh.
Melihat pemandangan sekitar dari atas membuat pikiran Val sedikit tenang. Walau hanya bisa mengurangi bukan mengobatinya.
Hingga tiba-tiba dering ponsel Val terdengar. Saat melihat siapa yang menelpon wajah Val berubah sumringah.
"Hallo!"
" .... "
"Iya, Val baik-baik aja kok."
" ...."
"Iya, kok sekarang nggak percaya!"
" .... "
__ADS_1
"Iya, nanti Val mampir, Dah!!"
Tut ... tut ....
Seketika wajah gembira Val berubah menjadi semula. Ia memandang kosong ke depan. Sangat terlihat bahwa dia menyimpan kesedihan.
Tiba-tiba saja seseorang datang. "Oliv, ada apa?"
"Nggak usah sok polos deh, gue tahu gimana kelakukan lo sebenernya dan gue juga nggak akan pura-pura lagi," ucap sinis Oliv.
Dia mendekat ke arah Val yang berdiri di belakang batas pagar. Secara tiba-tiba Oliv mendorong Val.
Namun, karena Val sudah melihatnya ia pun menghindar hingga terkena goresan kawat di lengannya.
Oliv yang terkejut pun terpeleset dan membuatnya tergantung di atas ketinggian. Siswa yang berada di bawah pun berteriak histeris melihat Oliv yang akan terjatuh.
Val menjulurkan tangannya dan mencoba menarik Oliv. Sekuat tenaga menarik Olive hingga berhasil mendarat.
"APA MAKSUD LO!! LO SENGAJA KAN?"
Dari arah belakang Jessi muncul, tapi bukannya membantu Val dia justru membantu Oliv tanpa tahu kejadian yang sebenarnya.
"Hiks ... hiks ... kenapa ini terjadi sama gue, apa gue harus kaya dulu?"
Val bangkit dan berjalan menuju ruangan yang berada di rooftop. Ia masuk dan menemukan sebuah benda berwarna putih.
__ADS_1
Menghidupkannya dan menghisapnya. Val memejamkan mata seraya menikmati rasa rokok itu.
"Oke, gue bakal buktiin sama kalian siapa Val yang sebenarnya," ucap Val dengan smirk di wajahnya.
Tanpa sadar ia tertidur di ruangan itu. Seorang lelaki masuk dan mengamati wajah Val yang damai.
"Aku akan selalu menjaga kamu!!"
Seperti sudah tahu, ia keluar ruangan dan bertepatan dengan Val membuka matanya.
"Perasaan kaya ada orang tadi. Ah ... bodo lah mending ke kelas aja."
Val berjalan tanpa merapikan pakaian yang sudah kusut. ujung baju keluar, kerah yang berantakkan, belum lagi tanktop hitam yang sedikit terlihat membuat kesan badgirl semakin terasa.
Val berjalan santai tanpa memerdulikan bahwa sebenarnya sudah bel masuk.
"Kenapa kamu baru masuk?"
"Nggak papa pengin aja," jawab Val santai dan duduk di kursinya.
Ia menatap papan tulis yang ternyata terdapat beberapa soal matematika. "Silahkan kamu maju, Val!!" semua murid menghela napas lega ketika namanya tidak disebutkan.
Tanpa merasa kesulitan Val mengerjakkan soal di depannya. Banyak siswa yang memandang iri pada Val.
Hanya Oliv yang memandang Val benci dengan penuh dendam di matanya. Namun, Val membalas dengan tatapan remeh.
__ADS_1
Oliv yang merasa diejek pum semakin mengeluarkan asapnya. "Awas Lo!!" ucap Oliv dengan tekanan, tapi dengan nada rendah.
Semoga suka>^_^<