Youre My Family?

Youre My Family?
Lima


__ADS_3

Kita berdua pun makan dengan tenang sampai.


"Val!" panggil seseorang dari belakang gue.


"Kenapa?" tanya gue ke orang yang manggil dengan ekspresi yang susah dijelasin.


Saat Melihat orang yang menepuk pundak gue ternyata adalah Juna dan Rio. Awalnya gue bingung, karena tumben banget dua orang ini nyapa dulu.


Padahalkan biasanya orang yang butuh mereka bukan sebaliknya. Jadinya, gue penasaranlah.


"Kenapa?" tanya gue menutupi rasa penasaran gue.


"Em ... itu gue mau ...." katanya dengan nada suara sedikit malu-malu? entahlah gue juga nggak yakin. Namun, gue ngerasa gemes ngomongnya mirip orang gagap.


"Ya, mau apa?" kata gue semakin penasaran.


"Gue mau minta maaf sama lo soal kemarin," ujar Juna cepat, tapi gue masih denger jelas apa yang dia ucapin.


Ternyata mau minta maaf toh, batin gue.


Sebenarnya gue nggak dendam sih, cuma kesel aja sama omongan mereka yang asal. Ketos kok gitu.

__ADS_1


Ya, taulah. Seharusnya kan mereka jadi panutan. Kok ngomongnya nyelekit banget, awas aja lain kali gue bales. Huft ... jadi dendam deh.


"Oh ... itu nggak usah diinget itu memang bener kan," kata gue dengan senyum miris. Biar keliatan gue sedih, padahal udah biasa aja.


"Oh ... gitu ya makasih, oh ya mommy suruh lo ke rumah sebagai permintaan maaf, nanti pulang sekolah kita tunggu di parkiran, " ucap Rio.


"Ok," jawab singkat gue dan kembali membalikkan badan.


Mereka pun pergi dari kantin, gue pun melanjutkan makan gue dengan tenang tanpa drama.


Kalau makan diganggu sebenernya nafsunya udah hilang. Namun, mau gimana lagi, gue harus tetep makan.


Setelah menjauh dari Val dan yang lain Juna dan Rio berhenti di sebuah taman yang cukup ramai. Namun, mereka berdua memilih tempat yang sedikit jauh dari keramaian.


"Hah!! kalo mommy nggak suruh minta maaf, males banget udah gitu tadi pada liatin lagi malu." Juna frustasi sambil mengacak rambutnya, karena Juna memiliki jiwa gengsi tinggi.


Jelas gengsilah. Dia kan ketos, udah gitu ngomongnya di tempat umum lagi. Juna uring-uringan sebenarnya sebelum kejadian tadi.


( siapa nih yang punya gengsi tinggi wkwkwk ).


"Udahlah nggak usah dipikirin. Kalo lo nggak minta maaf nanti mommy ngambek lagi. Lo taulah mommy gimana dia banyak mata-mata woy," jelas Rio dengan memutar bola mata malas menatap Juna.

__ADS_1


Kesel aja sama sikap kembarannya ini. Rio memang kalem kalau di sekolah. Mirip jaga image gitu.


"Taulah, udah gitu lo diem aja lagi tadi!" gerutu Juna. Dia kesal sebab kembarannya sama sekali tak membantunya berbicara tadi.


"Dih! itu kan salah loh sendiri Juna," geram Rio karena gemas dengan tingkah adiknya ini.


"Tapi kan, seharusnya sebagai abang lo bantuin gue bang!"  rengek Juna membuat Rio menatapnya jijik.


Kembaran sapa sih ni, batin Rio menatap geli Juna.


"Dih apaan sih dah kaya bocah lo," kesal Rio dengan memutar bola matanya dan langsung meninggalkan adiknya itu.


Udah malu dia, jelaslah. Ini di taman, walau mereka berada agak jauh. Tetep aja kan, mereka diliatin sama murid lain gitu.


"KAKAK LAKNAT!" teriak Juna tanpa sadar membuat murid yang berlalu lalang melihatnya, dan membuat Juna malu ternyata banyak yang lihat turun sudah harga diri sebagai ketos


setelah itu Juna menyusul kakaknya.


semoga suka>^_^<


nanti malam UP lagi ya(≧∇≦)/

__ADS_1


__ADS_2