
"Jangan pegang pegang!!" bentak Val, walaupun tangan dan kakinya terikat ia berusaha menghindar dari mereka yang mencoba untuk memegannya.
"Ututu ... galaknya hahaha ...." Suara tawa pun menggelegar di seluruh ruangan itu.
"Heh! dengar bos kita minta agar menghabisi kamu," ucap orang suruhan itu dengan penuh tekanan.
"Apa maksudnya?" ucap Val dengan wajah ketakutan.
"Kamu tau artinya cantik, ayo cabut," mereka semua keluar dari ruangan itu meninggalkan Val sendirian di ruang pengap itu.
Saat ini Val dipenuhi rasa takut dan cemas. Dia memandangi ruangan kotor dan sempit yang sedang menyekapnya. Ruangan yang hanya memilii fentilasi udara itu membuat suhu di dalamnya terasa panas.
Val ingin keluar dari tempat menyeramkan ini!!
Siapapun tolong keluarkan dirinya dari tempat mengerikan ini!
Saat ini Val hanya bisa berharap bahwa Ax akan segera menemukannya dan menyelamatkan dirinya.
Namun, ada satu hal yang mengganjal pikiran Val sedari tadi.
Siapa yang menculiknya?
__ADS_1
Selama ini ia merasa tak memiiki musuh selain Oliv yang merasa tersaingi olehnya.
Apa jangan-jangan kejadian semua ini karena Oliv?
Val menggelengkan kuat kepalanya, mencoba menepis pikiran negatif yang masuk ke dalam kepalanya.
Tak mungkin Oliv, apa mungkin hanya karena iri Oliv sampai menculiknya. Ini jelas tidak mungkin!
Namun, bisa menjadi sebuah kemungkinan juga. "Semoga apa yang Gue pikirkan nggak benar!!"
Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari perutnya. Pertanda bahwa sekarang Val sedang lapar.
"Aduh, mana laper lagi. Gimana dong?"
Karena dia pernah membaca novel dengan adegan yang sama. Korbannya hanya diberikan sehelai roti keras saja. Bagi Val itu sangat kurang sekali.
Sedangkan di lain tempat.
"Kenapa perasaan aku tiba-tiba nggak enak ya?" gumam Siska.
"Ada apa Sis?" ucap seseorang dari belakang Siska.
__ADS_1
"Nggak papa kok, Pah." Ternyata dia adalah DARMA WISMA ayah dari Siska dan kakek dari twins, dia dikenal dengan sosok tegas dan tidak suka dibantah tapi dia penyayang dan sangat memanjakan cucunya walau keduanya berjenis kelamin laki-laki.
"Apa yang sebenarnya kamu pikirkan, Sis. Cerita aja sama, Papah," ucap Darma yang tersirat akan kekhawatiran.
"Gini Pah, aku mempunyai dugaan bahwa teman dari twins yang bernama Val adalah anakku," jelas Siska.
"Dari mana kamu bisa seyakin itu Sis," sahut Darma penasaran.
"Nama dari Val itu VALERIE ANJANIA ARDHAN, Pah seperti nama anakku," ucap Siska dengan tangis yang sudah pecah. Jika sudah berurusan dengan putrinya Siska memang selalu terbawa suasana.
Rasa rindu yang sudah ia bendung selama belasan tahun membuatnya sensitif sekali.
"Sabar Sis, nanti Papah bantu cari informasi ya," jawab Darma, setelah mengatakan itu ia pergi menuju kamarnya sendiri, sedangkan Siska masih berusaha untuk memberhentikan tangisnya.
Dia harus kuat, jika ia ingin berkumpul dengan Putrinya ia harus semangat memperebutkan hak asuh anak.
Kali ini ia tak akan mengalah seperti 17 tahun lalu. Sudah cukup dirinya menyesal atas keputusannya dulu. Kali ini ia tidak akan membuat kesalahan yang sama kembali.
"Tunggu Mommy, Nia. Mommy pasti akan membawamu pulang dan hidup bersama Mommy dan kedua Kakak kembar kamu."
Setelah merasa tenang, Siska memilih masuk ke kamarnya untuk beristirahat sejenak, sembari mengembalikan suasana hatinya.
__ADS_1
episode baru lagi(ā>v<ā)
semoga suka>^_^<