
"Ta-tadi temannya Non Val memanggil Dokter T-tuan," ucapnya dengan nada semakin ketakutan.
"APA?? TEMAN NIA MEMANGGIL DOKTER, SEENAKNYA SEKALI MEREKA. SEKARANG KAMU PERGI KE DAPUR!!" suruhnya penuh penekanan.
"Ta-tapi tu-an nanti Non Val ...."
"Kamu nggak denger suami saya ngomong apa, cepat sana ke dapur!!" sentak Nessa dengan menepis nampan berisi obat dan gelas itu.
PRANG!!
Dengan segera Sari pergi menuju ke dapur dengan badan masih bergetar hebat, tanpa disadari suara mereka sampai di kamar Val, karena kamar Val yang tidak jauh dari tangga sehingga mendengar apa yang diucapkan kedua orang tuanya itu.
"H-hiks ... hi-hiks ... pa-hiks-dahal Val hi-hiks ... udah laper hi-hiks ... banget hiks ... kenapa Daddy dan mama begitu sama Val hiks ...."
Suara tangisannya menggema di kamarnya dengan nada suaranya yang mampu menyayat hati siapapun yang mendengar, akhirnya dia tidur dengan obat yang selama ini ia pakai jika sedang dalam keadaan seperti ini.
****
"Hey Val!!" suara itu membuyarkan lamunan Val.
"Hah? iya kenapa Jes, Ri, Jun?" tanya bingung Val.
"Ya ampun dari tadi kita manggil lo tau nggak sih. Sampe gue pikir lo kerasukan setan taman ini tau nggak." Nada gemas dan khawatir terlihat dari ucapan Jessi.
__ADS_1
Sedangkan ketiganya hanya bisa Terkekeh dengan tingkah laku Jessi yang menurut mereka lucu.
"Ehhh ... kalo di lihat-lihat senyum kalian bertiga sama tau," celetuk Jessi tiba tiba saat dia dan yang lain duduk berhadapan di taman itu.
"Hah? masa sih," ucap Juna dengan nada kurang percaya.
"Iya bener sama apalagi Val kan punya lesung kalian juga punya," kata Jessi semakin memperkuat dugaan yang ia rasakan.
"Halah cuma mirip doang kali yang nggak Val, Jun." Sambil menatap kedua nya.
Terhitung sudah sebulan semenjak Val berangkat karena sakit saat itu dan hubungan mereka berempat menjadi lebih dekat sampai ada orang yang ingin mengusik mereka.
"Baik anak-anak kita punya temen baru ayo perkenalkan nama kamu!" ucap guru itu.
"Sekarang Oliv duduk sama Rani di belakang yah." Oliv hanya menuruti dan langsung memperhatikan orang yang menjadi targetnya sekarang.
Kring ... Kring ...
Bell istirahat sudah berbunyi dan sekarang semua murid berbondong-bondong menuju kantin untuk makan sampai.
"Hai boleh gabung nggak?" Oliv tiba tiba muncul dan langsung duduk tanpa persetujuan yang lain tanpa disadari tatapan Oliv memiliki makna di luar akal sehat manusia biasa.
****
__ADS_1
Sekarang sudah 2 minggu semenjak Oliv menjadi murid baru dan lama-kelamaan Oliv merebut perhatian Jessi dan Twins.
Val merasakannya karena merasa dijauhi oleh mereka padahal 2 minggul lalu mereka masih baik-baik aja tapi sehari setelah Oliv masuk sikap dan sifat mereka mulai terlihat berbeda dari biasanya.
Mereka jadi lebih mudah marah dan tersinggung Val saja bingung sekaligus sedih dengan keadaannya sekarang, rasanya baru sebentar mendapatkan perhatian sekarang sudah direbut oleh yang lain.
Walaupun mereka masih perduli padanya tapi sikap mereka sedikit berbeda padanya. Val sekarang sedang berada di taman belakang sekolah.
"Hiks ... hiks ... kenapa gu-gue yang harus ngadepin ini hiks ... hiks ...."
Tanpa disadari ada yang melihatnya dengan tatapan misterius dan orang itu menelpon seseorang.
"Halo saya melapor rencananya berjalan dengan mulus."
" .........."
"Baik akan saya lakukan."
Tut ... tut ...
Setelahnya orang misterius itu pergi dari sana. Meninggalkan Val dan kesedihannya.
semoga suka>^_^<
__ADS_1