
"Lo!" ucap twins dan Val secara bersamaan.
"Mommy ngapain sama dia. Dia itu anak nggak bener, Mom!" ujar Juna.
Jelas kata itu membuat mata Val berkaca-kaca. Semua orang pasti akan sakit hati ketika ada yang mengatakan hal itu dan itu termasuk Val.
"Hush!! nggak boleh gitu sama orang, maaf ya Val," ucap mommy Siska.
"Nggak papa tante ucapan mereka memang bener kok, kalau gitu aku permisi tante," ujar Val dengan nada bergetar saat akan berlalu mereka bertiga melihat air mata Val jatuh, dan Val langsung berlari.
"Mommy nggak pernah ngajarin kalian untuk bicara kejelekan orang apalagi membully kaya tadi," omel mommy Siska.
"Tapi itu bener, Mom," sangkal Juna karena tidak mau disalahkan.
"Udah ah, Mommy mau pulang dan Mommy marah sama kalian ya," kata Mommy Siska.
Sontak hal itu membuat kedua remaja itu frustasi, karena jika sudah marah mommy nya susah dibujuk dan kalau dibujuk pasti mintanya yang membuat akal kedua remaja itu tak habis fikir yang membuat gemas sendiri dengan tingkah mommynya yang seperti anak remaja itu.
****
Di lain tempat Val sedang menumpahkan kesedihannya, tangisnya langsung pecah saat sampai di sini.
"H-hiks ... hi-hiks ... Val h-hiks ... juga pengen kaya h-hiks ... yang lain hiks bisa bareng hi-hiks ... sama keluarga, hiks ... jalan bareng h-hiks ... makan hiks ... bareng hi-hiks ... hiks ...." kata Val.
__ADS_1
Setelah tiga jam lamanya duduk di taman itu dia pulang karena sekarang sudah jam 21.00. Dalam perjalanan pulang Val mencoba untuk memberhentikan tangisnya yang masih berlanjut agar orang rumah tidak ada yang tahu, walau pasti tidak ada yang peduli.
Setelah sampai di rumah dia pulang dengan wajah sembab saat masuk ke dalam rumah ternyata Daddy dan Mamanya sudah pulang saat hendak menuju kamarnya.
PLAK!!
PLAK!!
"APA-APAAN KAMU INI NIA, INI SUDAH MALAM DAN KAMU BARU PULANG JAM SEGINI APA SELAMA KAMI NGGAK ADA KAMU JUGA KAYA GINI HAH!!" setelah ayahnya menamparnya dan berbicara dengan nada tinggi itu, raut muka Val langsung berubah karena, ia tidak bisa dibentak atau dicecar dan ya, dia di rumah dipanggil Nia.
"Maaf dad."
"KAMU GIMANA SIH NIA DADDY SAMA MAMA KERJA ITU BUAT KAMU!!" sekarang mama nya yang bilang.
"Oh ... JADI KAMU SERING KE SANA YAH?"
"Nggak h-hiks ... Dad hi-hiks ... beneran." Sekarang Val sudah menangis. Tangisannya sungguh pilu walau Val berusaha untuk menahannya.
"UDAH NGGAK USAH NANGIS!!" cerca Nessa sambil menampar Val lagi.
PLAK!!
"SEKARANG KAMU MASUK KAMAR!" titah Bimo Daddy Val.
__ADS_1
Val langsung berlari ke kamarnya sambik menangis sampai dia kelelahan dan tertidur tanpa disadari.
***
"Buruk banget muka gue mending pake bedak sama foundation dulu biar nggak terlalu ketara banget nih muka sembab gue," ucap gue.
Setelah selesai gue langsung berangkat ke sekolah karena males ada Daddy sama mama di rumah gue langsung melajukan mobil gue ke sekolahan.
Kring ... kring ....
"Yuk, ke kantin Val!" kata Jessi.
"Yuk!" ucap gue.
Kita berdua pun makan dengan tenang sampai ada yang memanggil Val.
"Val!" panggil seseorang dari belakang gue sambil menepuk pundak gue.
"Kenapa?" ujar gue.
Dan saat menengok ternyata ....
semoga suka(^_^)/
__ADS_1