
Sudah terhitung satu bulan semenjak renggangnya hubungan antara Val, Twins, dan juga Jessi.
Kring ... kring ....
Bell pulang sekolah sudah berbunyi. Para murid pun berbondong-bondong keluar untuk pulang ke rumah.
"Jes, gue bisa minta tolong nggak?" tanya Val di saat bersamaan Oliv memanggil Jessica.
"Jes, sini deh?" panggil Oliv.
"Maaf ya Val, gue dipanggil Oliv, Bye!!" Val hanya memandang mereka dengan senyum kecut dan pergi meninggalkan kelas lalu menuju taman yang sebenarnya ingin pergi berdua dengan Jessica. Saat sudah di depan gerbang tanpa sengaja seorang murid menabrak Val, di saat yang bersamaan Rio dan Juna melihat.
"Aduh!!" pekik Val.
"Sorry ya gue buru-buru" hanya itulah yang diucapkan si penabrak, yang dilakukan Rio dan Juna hanya melihat dan melewati Val dengan mobilnya tanpa berhenti membantu atau menanyakan keadaanya. Memang hari ini Val tidak membawa Mobil jadi terpaksa menunggu taksi atau bus lewat.
Val sekarang sedang duduk di taman menikmati pemandangan yang menenangkan mata sampai seseorang datang menghampirinya.
"Val!" Val yang merasa namanya disebut pun menengok ke belakang dan ternyata melihat seseorang yang dikenalnya.
****
Ternyata yang manggil gue tante Siska. Masih ingat Mommy nya Twins?
"Hay tante!" saat tante Siska sudah duduk di samping gue. Walau gue lagi nggak baik dengan anaknya, bukan berarti harus gitu juga kan sama Ibunya. Lagi pula gue nyaman deket Tante Siska.
__ADS_1
"Hay sayang, kok sendirian sih temen kamu mana?" tanyanya.
"Em ... temen saya ada urusan tante," alibi gue.
"Oh, eh ... ini kenapa kok luka sih, Val?" tanya panik Tante Siska saat melihat lutut dan siku gue yang lecet.
"Itu tante, Val nggak sengaja keserempet motor di sekolah, nggak papa kok cuma luka kecil," ucap gue.
"Walaupun luka kecil, tapi kalo infeksi gimana. Sebentar tante suruh supir tante beli obat merah, tunggu yah jangan ke mana-mana!!" perintahnya tanpa mau dibantah.
Setelah beberapa menit tante Siska membawa obat merah, kapas, dan plester luka.
"Sini tante obatin." Dengan telaten tante Siska obatin luka gue. Kalo kayak gini gue ngerasa sama yokap sendiri. Andai mama juga kaya gini, tanpa sadar setelah mengobati luka gue kami ngobrol dan ternyata sudah sore. Emang nggak kerasa kalau kita udah nyaman ngobrol.
"Oh ... ya, Tante juga mau pulang. Val tante boleh minta no hp nya nggak?" tanya tante Siska.
"Boleh kok tan no Val 0897 ...." Gue pun menyebutkan no ponsel, setelahnya gue menunggu taksi dan menaiki taksi yang telah gue berhentikan.
Malam ini anginnya lumayan gede apalagi sekarang hujan petir, sekarang gue lagi meringkuk di atas kasur gue karena gue takut sama petir setiap ada petir seperti ada kilatan bayangan dipikiran gue.
Setiap kali berusaha mengingatnya ....
Gue ngerasa pusing banget!!
Gue benci sendiri!!
__ADS_1
Gue benci gelap!!!
Gue benci petir!!
Gue benci kehidupan gue sekarang!!!
Gue sekarang malah dibenci temen gue!!!
"Hiks ... hiks ... hiks ... hiks ... hiks ...." Tangisan gue menggema di kamar gue, gue butuh sandaran. Gue butuh orang untuk selalu berada di samping gue.
Orang yang ngasih nasihat buat gue.
orang yang selalu menyemangati gue.
Orang yang ngelindungi gue.
Orang yang selalu ada buat gue.
Walaupun gue cuma punya satu orang yang percaya buat gue, gue nggak masalah, malah gue bersyukur ada orang yang mau menemani kehidupan gue yang suram ini.
"Hiks ... hiks ... hiks ... hiks ...." Sampai gue tertidur saking lelahnya menangis. Gue harap besok akan lebih baik.
semoga suka>^_^<
jangan lupa mampir di akun wattpadku : @Arissa_chan_
__ADS_1