
Sudah lebih dari satu minggu sejak Val dan Ax berada di taman itu berarti sudah empat hari pindah ke samping rumah Val, sekarang Val sedang berada di dalam rumah Ax.
"Em ... bang Val sekarang mau cerita apa yang terjadi sama Val abang mau?"
"Jelas barang kali abang bisa bantu tentang masalah kamu," jawab Ax.
Setelahnya Val menceritakan segala yang terjadi pada Ax ... Ax segera menarik Val ke dalam pelukannya seolah memberi kekuatan kepadanya.
"Kalo kamu nggak kuat nggak usah ya," ucapnya sambil menenangkan Val.
"Gimana kalo kita jalan-jalan?" usul Ax, yang langsung diangguki antusias Val.
"Sekarang Kamu siap-siap ya, abang juga mau ganti baju nanti bang Ax jemput depan rumah ya," ucap Ax.
"Iya, Val pulang dulu yah." Dengan segera Val pulang kerumahnya dan bergegas siap siap.
45 kemudian Ax sudah berada di depan, Val segera keluar rumah dan masuk ke dalam mobil Ax untuk menuju suatu tempat Val juga masih belum tahu.
Saat ini Val dan Ax sedang menikmati pemandangan pantai karena merasa haus Ax membeli minuman sedangkan Val masih duduk di tempat semula, saat tiba-tiba ada dua orang menghampiri Val.
Val pov
Saat gue sedang duduk ada dua orang berbadan kekar dan wajah menakutkan, gue coba untuk tidak melihat mereka tetapi mereka malah menghampiri gue.
"Hey mau apa kalian!!" Ucap gue saat keduanya mencoba memegang lenganya, gue mencoba berteriak tapi salah satu dari mereka membekap mulut gue, sampai semuanya gelap.
Ax pov
Gue membeli minuman tapi setelah dipikir kayanya beli makanan boleh juga jadi gue sekalian beli dan mungkin akan lebih lama tapi nggak papa lah.
Setelah 30 menit mengantri akhirnya gue dapat giliran dan menyebutkan pesanan gue, lalu bergegas kembali ketempat tadi tapi saat melihat tempatnya kosong yang buat gue panik adalah Val meninggalkan tas dan handphone nya, kalo dipikir nggak mungkin kan dia sengaja ninggalin 2 hal ini apalagi di tempat umum. Dengan panik gue lansung mencarinya sambil membawa tas Val dan juga bertanya pada orang sekitar.
"Permisi apa kamu melihat gadis yang berada di foto ini." Ini sudah jawaban kesekian kalinya jawaban yang membuatnya panik yaitu tidak melihat.
"Permisi apa adek liat kakak perempuan ini," ucap gue bertanya seraya menyodorkan telepon genggamnya berharap anak ini menjawab 'iya' dan jawaban anak itu membuatnya senang.
__ADS_1
"Iya, kak tadi aku liat dia dibawa sama dua orang badannya gede lagi terus mukanya serem pas aku liat mereka bawa kakak ini ke mobilnya," jelas anak itu.
"Adek liat mobilnya kaya apa?"
"Em ... kalo nggak salah mobilnya alphart sama warnanya abu terus ada garis biru loreng putih di pintunya" jawabnya.
"Adek nggak liat plat mobilnya?" tanya gue lagi.
"Enggak, kak maaf ya" ucap sesalnya.
"Nggak papa makasih yah," ucap gue, setelahnya gue langsung pamit dan mencoba mencari lagi.
****
Ini sudah malam dan gue masih belum menemukan Val rasanya gue ngerasa bersalah banget apalagi ini karena gue ngajak dia ke pantai kalo gue nggak ngajak pasti dia masih ada sama gue.
"ARGHHHH!!" tangan gue menggenggam erat kemudinya.
"Halo Mom!"
"...."
"...."
"Iya, mommy ke rumah Ax yang baru."
"...."
"Iya Ax tunggu, makasih Mom."
" ..."
Tut ... tut ....
****
__ADS_1
Di sisi lain Mommy Ax sangat khawatir dengan keadaan putra tunggalnya itu.
"Apa yang terjadi sama kamu Ax," gumamnya. Ia pun berfikir untuk menelfon suaminya.
"Halo mas!!"
"Iya ada apa sayang."
"Sepertinya Ax dalam masalah dan aku akan pergi ke rumahnya yang baru, mas mau ikut?"
"Jelas dong istriku tercinta apa lagi sekarang anak kita dalam masalahkan."
"Hahaha ... ya udah aku siap-siap dulu."
"Iya sebentar lagi mas pulang jemput kamu dan kita berangkat ke rumah Ax."
"Iya aku tutup ya."
"Okey, bye I Love You."
"I Love You Too."
Tut ... tut ....
Setelah 30 menit Dara sudah siap dan menunggu suaminya dan benar saja saat baru akan keluar bunyi klakson suaminya sudah berbunyi. Ia langsung masuk ke dalam mobil suaminya.
"Hai mas Ardi."
Nama suami Dara adalah RAHARDI ANDERSON, yang biasa dipanggil Ardi, ia adalah sosok pria yang cukup dingin kepada orang yang tidak dikenalnya sedangkan kepada keluarga dan yang dikenal ia hangat dan humoris.
"Hai juga sayang, udah siap!!"
"Iya siap!" setelah itu mobil Ardi melaju meninggalkan kediamannya dan menuju kediaman anak satu-satunya.
semoga suka>^_^<
__ADS_1