Youre My Family?

Youre My Family?
Sepuluh


__ADS_3

"Eh ... ada temannya Val, saya Mamanya Val, nama Tante Nessa." Nessa memperkenalkan diri dengan senyum palsunya sebenarnya dia malas menghadapi teman Val itu, tapi agar tak ada yang curiga ia pun melakukannya.


"Nama saya Jessi, Tan."


"Saya Rio dan ini adik saya Juna."


Mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing. Tak lupa dengan senyuman.


"Tan, bisa nggak kami liat, Val?" ucap Jessi hati-hati.


"silahkan, kamarnya di lantai 1 yang pintu warna hijau ya," beritahu Nessa masih dengan senyum palsunya.


"Iya Tan, permisi."


Mereka pun menuju kamar Val dan membuka pintu kamarnya, kamar Val luas dan tertata rapi.


"Val!" panggil Jessi sambil menggoyangkan tubuh Val, tapi sampai beberapa menit dia tidak terbangun.

__ADS_1


"Rio, Juna, ini Val kenapa Kok nggak bangun?" tanya panik Jessi.


"Tidur kali," jawab santai Juna yang sedang duduk di dekat jendela sedangkan Rio sudah mendekat, dan membuka mata Val lalu mengecek denyut nadinya dan memperhatikan kulit nya.


"Eh ... liat nih matanya kaya orang pingsan terus nadinya lemah dan mukanya pucet banget apalagi badannya panas kayanya sakit deh," terang Rio dan Juna langsung mendekat.


"Jes, coba cari obat ke bibi barang kali dia udah periksa," suruh Juna.


Setelah beberapa menit Jessi kembali dan mengatakan hal yang mengejutkan Rio dan Juna.


"Kata bibi Val nggak pernah periksa terus katanya orang tuanya Val pergi kerja dua-duanya," jelasnya.


"Ok, gue yang telfon," ucap setuju Rio.


15 menit kemudian dokter sampai dan memeriksa Val.


"Jadi begini karena berhubung orang tuanya tidak ada saya jelaskan kepada kalian, teman kalian ini kekurangan nutrisi dan terkena dehidrasi apalagi demam tinggi ditambah sepertinya ia mengalami gangguan mental ringan," jelas dokter itu yang membuat mereka bertiga kaget dan tidak terduga.

__ADS_1


"Bukannya kalau kekurangan nutrisi berarti tidak makan kan dok?" tanya Jessi kurang yakin.


"Kurang lebih seperti itu, tapi memang ada hal lain juga. Mudahnya memang seperti itu, kalau begitu saya permisi dan tebus obat ini," pamit Dokter itu.


"Baiklah terima kasih dok," ucap ketiganya dan dokter itu langsung pergi dari kamar Val.


"Gue nggak sangka emangnya tuh dua orang nggak ngurusin Val apa. Apalagi di sini kan banyak pelayan kok anehnya kalau gini kaya Val habis di kurung di suatu tempat nggak sih? masalahnya kalau Nggak kenapa sampe kekurangan nutrisi dan badannya nggak ke urus kaya gini coba, menurut kalian gimana setuju nggak sama opsi gue? " duga Rio.


"Iya juga sih ya," setuju Juna dan Jessi.


"Apalagi kata dokter Val depresi ringan gue semakin curiga sama kedua orang tua Val," Duga Rio lagi.


"Gimana kalo kita selidikin lagi?" usul Juna menatap Rio dan Jessi bergantian.


"Ok, boleh nanti kita bicarain lagi yah, sekarang kita tuker kontak dulu," ucap Rio, setelahnya mereka saling tukar kontak dan mengobrol ringan sambil menunggu Val bangun Tapi ternyata Val belum siuman juga sampai akhirnya.


Mereka pun memilih pulang ke rumah masing-masing tanpa mengobrol dengan Val karena Val masih belum sadar hingga sore hari saat mereka akan pulang dan mereka juga sudah menyuruh pembantu di sana untuk menebus obat tadi. Walau di dalam hati mereka masih sangat khawatir dengan kondisi Val.

__ADS_1


semoga suka>^_^<


__ADS_2