
Sekarang sudah tiga hari semenjak kejadian di rumah Val dan sejak saat itu pula twins, Val, dan Jessi menjadi semakin akrab dan entah apa yang terjadi si twins menjadi lebih possesiv?
Mereka pun tidak tau apa yang membuat mereka seperti itu yang pasti ini bukan perasaan cinta lain lebih erat dari itu sayangnya mereka tidak mengetahuinya.
Mereka bingung, Sebenarnya setelah Val masuk mereka ingin menanyakan perihal kenapa Val jarang masuk sekolah tapi sepertinya mereka tidak mau menganggu kebahagian dan senyum tulus dari Val.
Apalagi sekarang mereka tau kalau Val kerja paruh waktu sebagai penyanyi di Cafe setiap tiga kali seminggu sejak sehari lalu itupun karena mereka tidak sengaja bertemu dengan Val dan ia terpaksa memberitahunya.
Hal itu juga yang ingin mereka tanyakan bukannya keluarganya Val kaya raya kenapa ia harus bersusah payah untuk menghasilkan uang hanya untuk membayar buku dan seragam, yang pasti mereka belum dapat memastikan tapi mereka akan mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya mereka juga bingung dan masih menyelidiki kejadian yang sebenarnya.
Rasa penasaran semakin menggebu, hal itu justru membuat Twins semakin kebingungan dengan pikiran mereka sendiri.
Apa iya, mereka jatuh cinta?
Dengan perempuan yang sama?
__ADS_1
Namun, ada yang membuat mereka ragu, jantung. Detak jantung mereka tetap tenang saat di dekat Val. Berbeda dengan yang mereka rasakan.
Twins merasakan hatinya menghangat, seperti sesuatu yang tadinya kosong menjadi terisi setelah hadirnya Val. Mereka terus bertanya-tanya.
Perasaan apa ini?
****
Sekarang gue lagi ada di taman sendirian akhirnya gue bisa lepas dari jeratan mereka bertiga. Sungguh Val rasanya aneh mendapat perlakuan dari ketiga temannya.
Walau begitu gue merasa senang. Sebab sekarang ia merasa diperhatikan, disayangi. Gue bersyukur dapat bertemu dan berteman dengan mereka.
Hal itu masih saja membekas dalam ingatannya. gue nggak habis pikir sama mereka. Apa iya mereka beneran nggak punya hati?
Flashback on
__ADS_1
Setelah mereka bertiga pulang maid yang diperintahkan menebus obat sudah menebusnya di apotek dan sekarang saatnya ia memberikannya pada anak majikannya itu saat akan memberikannya ternyata majikannya melihat.
Tangannya gemetar saat menyadarinya. Selama bekerja di sini ia mengerti bahwa majikannya ini tak pernah sekalipun memberikan kasih sayang pada Val.
Buktinya selama belasan tahun pernikahan mereka, tak mendapat keturunan lain selain Val. Bukannya ini mengherankan, tapi dirinya juga tak heran melihat bagaimana perlakukan Nyonya nya pada putrinya.
"Sari, apa yang kamu bawa?" hal itu sontak membuat maid yang bernama Sari menegang.
"Em ... i-ini tuan menga-antarkan obat untuk nona Val," ucapnya tergagap dengan kepala menunduk.
Bahkan nampan yang ia bawa pun ikut bergetar. Syukurnya air yang berada di gelas tak tumpah dan membuat Nessa semakin marah.
Deru napas Nessa hingga terdengar, pertanda bahwa ia benar-benar sedang marah. "OBAT?? SIAPA YANG MENYURUH KAMU MEMBERINYA OBAT HAH!" bentaknya dengan tangan di pinggang dan satu tangan menunjuk-nunjuk.
Tubuh Maid bernama Sari semakin gemetar bukan main. Keringat dingin keluar dari dahinya. Air matanya sudah berada di pelupuk siap terjun kapan saja.
__ADS_1
"Apa jangan-jangan dari teman Val?" Sari hanya terdiam membuat.
Semoga suka>^_^<