
pada pagi hari yang cerah Anisa terbangun dari tidur nyenyak nya.
lalu bergegas menuju kamar mandi melakukan aktivitas seperti biasanya.
selesai dari kamar mandi, Anisa duduk santai sambil menghirup udara pagi yang segar di kursi yang tepat berada di sisi jendela kamarnya.
tidak lama kemudian.
"tok ...tok...tok..." (suara pintu kamar anisa)
"permisi, selamat pagi non. ini susu & roti untuk sarapan nya bibi simpan di meja" (bi Inah membawakan sarapan untuk anisa)
"baik terimakasih bi" (Anisa berterimakasih pada bi inah)
lalu bi Inah kembali ke dapur.
"kringgggg...kringgggg..." (suara handphone Anisa berbunyi)
"hai selamat pagi tuan putri yang baik hati dan tidak sombong! hahahahahaha" (Aditya menggoda Anisa sambil tertawa )
Aditya adalah pacar sekaligus calon suami yang sudah di jodohkan oleh kedua orang tua mereka, Aditya lama tinggal di new York setelah lulus SMA dulu, ia meneruskan kuliah dan tinggal di sana untuk membantu mengurus bisnis ayahnya.
keluarga Anisa dan keluarga Aditya sudah lama kenal baik, jauh sebelum Aditya dan Anisa di lahirkan. kedua keluarga ini adalah seorang pengusaha sukses dan juga kaya raya. Aditya adalah anak pertama dari nyonya Ratih dan tuan anggarda, Aditya memiliki seorang adik yang bernama radit yang masih tinggal di indonesia satu rumah dengan orang tua nya untuk belajar mengurus perusahaan orantua nya yang ada di Indonesia.
sedangkan Anisa adalah anak tunggal dari nyonya Fania dan tuan Dharmawangsa. Anisa adalah anak yang memiliki kepribadian baik, periang, ramah, selalu rendah hati dan tidak sombong, sedikit manja tapi tetap mandiri. tapi Anisa sering juga jutek, galak terhadap orang asing yang sok kenal sok Dekat, karna Anisa rasa risih dan juga tidak nyaman dengan adanya orang asing yang sok kenal sok dekat padanya.
walaupun anak tunggal, Anisa tumbuh menjadi gadis yang baik kepada siapapun dan tidak bergantung pada orang tuanya yang kaya raya.
Anisa sedikit memiliki teman atau bahkan tidak punya sahabat di luar rumah, tapi Anisa punya teman baik dari sejak kecil yang tidak lain dia adalah anak dari bi inah yang salah satu anak laki² nya di angkat dan sudah di anggap sebagai anak dari orang tuanya anisa. anak bi Inah usianya seumuran dengan Anisa dan dia bernama Santi, yang bekerja sebagai asisten pribadi Anisa yang d tugaskan selalu ikut kemanapun Anisa pergi.
bi Inah juga memiliki anak laki² yang juga akrab sudah seperti kakak kandungnya sendiri dengan Anisa karena bekerja juga sebagai kaki kanan oaoah anisa dan juga di tugaskan sebagai supir pribadi Anisa yang bernama dimas.
"heyyy tuan muda...??? kapan kembali ke Indonesia? apa perlu aku terbang jemput langsung kamu ke new York?!" ( jawab Anisa)
"sabar sayang. tidak lama lagi kita akan bertemu kembali untuk mengurus pertunangan dan juga pernikahan kita" (Aditya mencoba memberikan penjelasan)
Aditya adalah laki² dewasa yang sangat penyayang, walaupun begitu Aditya tidak pernah protektif kepada Anisa, Aditya selalu memberi kepercayaan penuh kepada Anisa walaupun mereka sedang LDR .
setelah agak sedikit lama melepas rindu via telfon dengan ciri khas Anisa dan Aditya yang selalu bercanda dan saling menggoda satu sama lain, akhirnya mereka saling berpamitan dan menutup telfon nya masing².
"dimas? tolong antar ke mall ya?" (Anisa meminta Dimas mengantarnya pergi ke mall)
"baik sudah siap smua tinggal jalan" (Dimas sudah siap)
"kak... tunggu kak... aku jangan d tinggalin dong" (Santi mengejar Anisa yang hendak masuk kedalam mobil)
__ADS_1
setelah sampai d mall, Anisa yang d temani Dimas dan Santi pertama² mengunjungi tempat penjual perhiasan, setelah lama pilih² akhirnya dapat juga yang Anisa mau.
selesai cari perhiasan Anisa menuju toko busana weding. di sana Anisa mengukur badan untuk di buatkan gaun pertunangan yang kebetulan tidak akan lama lagi di selenggarakan setelah kepulangan Aditya ke Indonesia.
satu bulan kemudian. saatnya kepulanganya Aditya ke Indonesia.
Anisa sibuk mempersiapkan surprise untuk menyambut kedatangan Aditya.
"Dimas ini jam brapa sih? yakin gak kalau pesawat yg d tumpangin Adit belum sampai juga?!" (Anisa kesal dan terus menerus melihat ke arah pintu keluar dan melihat jam di tanganya)
"iya sabar dulu, kan estimasi tidak selalu sesuai karna faktor cuaca yang membuat waktu pendaratan pesawat yang sedang berada di atas tidak sama" (Dimas mencoba menenangkan dan memberikan penjelasan)
"sudah tidak sabar ya kak? hehe hehe..." (Santi mencoba mencairkan suasana dan menggoda Anisa)
Anisa duduk menunggu di sebuah kafe tidak jauh Dari pintu penjemputan di bandara. Dimas dan Santi juga ikut tapi beda meja. waktu Anisa sibuk memegang handponya..
"permisi? sendirian aja nih? boleh ikut duduk d sini?" (pengunjung pria yang mencoba mendekati Anisa)
anisa melirik dengan sinis dan juga kesal sambil meminum coklat panas yang dia pegang dalam gelas.
"maaf mas kursinya ada orang dan lagi di toilet sebentar!!" ( jawab ketus Anisa ke pria itu)
"hihihiiii.. wkwkkwk... hahhaha." (tawa pelan Santi dan Dimas melihat tingkah anisa)
Santi dan Dimas berdesakan untuk memastikan Aditya sudah tiba .
"permisi mbak? numpang lewat sebentar" (seorang pria yang menghampiri Anisa dan numpang lewat saat Anisa sibuk dan juga kebingungan mencari Aditya dari pintu keluar)
"maaf mas!!! kan jalan di belakang saya masih lega, kenapa masnya nylonong lewat depan saya!" (jawab Anisa dengan ketus dan jengkel)
Dimas dan Santi seolah murung dan putus asa karena tidak juga menemukan Aditya, lalu mereka beedua menghampiri Anisa.
"belum ketemu, blom terlihat dari pintu kluar dari tadi." (santi mencoba menyampaikan pada anisa)
"yaudah sabar dulu mungkin sebentar lagi tiba" (jawab Dimas sedikit menenangkan Anisa)
"mbak? boleh kenalan??" (sapa pria asing mengenakan topi, jaket dan masker yang sama dengan waktu di cafe yang di marahi oleh Anisa )
Dengan muka murka penuh amarah Anisa membalikan badanya dan menghampiri pria asing itu. niatnya ingin menegur pria tersebut.
akan tetapi...
"Aaaaargggggghhhhh... adittttttttt!!!!!" (Anisa terkejut ternyata pria asing yang mengagnggunya sedari tadi itu adalah Aditya)
__ADS_1
***kira2 seperti ini wajah dan penampilan Aditya***
Anisa langsung memeluk erat Aditya dan juga sebaliknya, tanpa sepatah kata apapun mereka berdua saling berpelukan erat sesekali Aditya menciumi kening, pipi dan juga bibir anisa..
"jahattttt!!!!" (Anisa seolah marah dan buang muka melihat ke arah luar jendela mobil)
"hahahhahahhahah... dasar jutek " (Aditya menggoda Anisa )
ternyata Aditya sudah merencanakan nya dengan Dimas dan juga Santi untuk mengerjai anisa, d bandara.
sebelum Anisa ,Santi dan Dimas sampai Badara ternyata Aditya sudah sampai lebih dulu .
kemudian Santi dan Dimas membawakan barang² bawaan Aditya dan memasukanya kedalam mobil.
"aku kangen... bangttttttt sama kamu!" (Aditya & Anisa saling berpelukan erat)
selama d perjalanan Anisa dan Aditya tidak lepas dari pelukan saat d mobil. merekapun tidak sungkan dan malu ketika sesekali saling berciuman dan memandang satu sama lain atas rasa rindu mereka yang telah lama LDR
tinnnn... tinnnnnn suara klakson mobil menuju rumah Aditya memanggil irt nya kluar membukan pintu gerbang.
"welcom to home...surprise..." ( keseruan menyambutan oleh keluarga Aditya dan Anisa di dalam rumah Aditya)
"emcuah emcuah... anak mamah." (cium mamah Aditya melihat anaknya datang)
"anak papah baik2 aja selama di sana tidak ada kendala apapun kan" (ayah Aditya)
"selamat datang ya abang, akhirnya sampai juga d rumah dan bisa kumpul Lagi sama kita"(Radit menghampiri lalu me.eluk Aditya)
"huf... akhirnya sampai rumah juga." (Aditya merasa lega sudah. berada d )
"selamat datang... bagaimana kabarnya nak"(ayah Anisa bertanya pada Aditya)
"mantu mamah makin ganteng aja. gimana kabarnya sayang???" (mamah Anisa juga bertanya pada Aditya sambil mengelus² lengannya Aditya yang kekar berotot)
dan merekapun duduk bersama di sofa sambil berbincang² dan Aditya berbagi berbagai macam cerita tentang pengalaman hidupnya selama tinggal di new York. Senda gurau mereka saling melepas rindu bersama dengan di suguhi bermacam² kue dan minuman di meja.
setelah lama bercengkrama... Anisa dan keluarga nya berpamitan pulang...
Aditya pun bergegas masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat.
******
keesokan harinya saat Aditya terbangun dari tempat tidur, Anisa menelfon...
"selamat pagi sayang??? hari ini kita jadi pergi kan??? tapi kalau masih cape gak papa panding aja dulu" (suara Anisa di telfon )
__ADS_1