"CINTA ANISA "

"CINTA ANISA "
tragedi di malam hari


__ADS_3

pada suatu pagi hari yang cerah Radit hendak berangkat ke kantor miliknya menggunakan mobil.


hari² nya kini di penuhi rasa kesepian karena tidak ada istri dan buah hati di sisinya.


seakan tiada lagi semangat hidup baginya. kehilangan kepercayaan dan merasa tersudut kan.


di tengah perjalanan tiba² tubuh Radit terhentak kedeoan karena rem mendadak, ada sebuah mobil hitam yang tiba² menghalangi laju mobilnya. di dalam mobil Radit hanya diam dan mengamati curiga pada pengendara dalam mobil yang menghalanginya itu, mencoba untuk tenang Radit tetap berada di mobil dan mencari akal supaya bisa menghindari apabila ada yang hendak berniat jahat padanya.


tak lama tiga orang yang berada dalam mobil hitam itupun keluar dan menghampiri mobil Radit, secara berlahan Radit memundurkan mobilnya untuk menghindari orang² tersebut, tak lupa Radit mengeluarkan handphone nya untuk memfoto olat no tersebut dan merekam tiga orang lelaki yang hendak menghampirinya, dengan tenang dan hati² rafit tetap melaju kan mobilnya kebelakang dan berusaha meminta pertolongan pada siapapun dengan sebisa mungkin mengirimkan pesan WhatsApp dan mengirimkan foto dan Vidio yang sudah ia ambil tadi, tak lupa ia pun mengirim sharelok saat ini, meminta agar menghubungi kantor polisi untuk menolongnya, karena Radit tidak ada waktu untuk tanya jawab dengan petugas ketika dia langsung yang menghubungi pihak kepolisian di saat genting seperti ini.


tiga pria berbadan kekar itupun tidak berhenti mengejar mobil Radit, dan Radit mencoba menjalankannya mobilnya lebih kencang lagi dan akhirnya menemukan lahan kosong untuk berbelok dan berputar arah untuk melarikan diri dari kejaran orang² jahat itu.


....


"halo,Radit posisi di mana? sudah amankah?" suara dari sebrang teleponnya menanyakan kondisi saat ini.


"iya halo, aku berhasil melarikan diri dari kejaran orang² itu, tapi entah mereka mengikuti ku lagi atau tidak aku akan segera ke kantor polisi sekarang juga, aku minta kamu bantu selidiki siapa mereka." dengan nafas yang sedikit ternganga Radit terus melakukan mobilnya dan mencari kantor polisi terdekat.

__ADS_1


***


"plakkkk, plakkkk, plakkkk," tiga tamparan mendarat di wajah tiga orang lelaki berbadan kekar tadi.


"maafkan kami nona, kami sudah berusaha mengejarnya tapi yang kami dapatkan dia malah pergi ke kantor polisi, jadi kami tidak lanjutkan lagi dan pergi." tiga orang yang tadi mengejar Radit saat ini sedang ketakutan karena Radit tidak sebodoh yang mereka fikirkan.


"aku tidak akan diam, malam ini juga kalian bawa paksa di hadapanku saat dia sudah berada di rumah nya dan tertidur lelap, awasi selalu rumahnya dan pastikan kau bawa dia malam ini juga!" wanita pun memaksa anak buahnya untuk membawa Radit padanya.


******


"dim, bagaimana dengan keadaan suamiku, aku jadi merasa bersalah dan khawatir, harusnya aku ada di sampingnya saat ini." Anisa menangis menanyakan keadaan Radit pada Dimas .


"kamu sabar ya nis, tenang aja, Dimas tidak akan tinggal diam, semuanya pasti akan terungkap siapa dalang dari smuanya." Claudia pun memeluk Anisa dan menenangkan.


" tapi suami ku Clau?" Anisa bahkan tidak sanggup bicara apapun saat ia tau kalau Radit dalam bahaya karena dimas menerima pesan WhatsApp dari Radit.


*****

__ADS_1


malam pun sudah tiba, Radit pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur untuk melepas lelah dari aktifitas seharian.


tanpa Radit sadari sedari tadi ia di buntuti dan di awasi oleh tiga pria berbadan kekar.


setelah larut dan memastikan Radit sudah betul² lelap, tiga pria itu pun mengendap² masuk dalam kediaman nya.


ia langsung menuju lantai atas di mana Radit beristirahat. mereka berbagi tugas, satu orang siaga dalam mobil, satu orang berjaga di depan pintu kamar dan satunya masuk untuk membekap Radit dan menculiknya.


"siapa kamu?" pelayan yang hendak kedapur itupun terkejut melihat pria bertubuh kekar berada di depan kamar tuanya.


"sialan" pria itu pun terkejut dan merutuki pelayan itu


pelayan itu langsung lari menuju kamar dan mengunci pintu kamarnya, ia langsung .mengambil ponselnya dan menghubungi Dimas, karena sebelumnya diamas sudah memberitahu segalanya pada pelayan itu agar siaga sewaktu-waktu ada kejadian di rumah makan yang harus ia lakukan adalah lari dan menelfonya.


"halo tuan Dimas, saat ini ada pria yang ingin berniat jahat pada tuan Radit, saya takut tuan, orang tadi mengejar saya dan posisi saya saat ini dalam kamar yang sudah saya kunci dan halangi lemari pakaian saya, smoga mereka tidak bisa menangkap saya" dengan penuh ketakutan tapi pelayanan itu masih berusaha tenang meminta bantuan dari dimas.


"woy, ayo kita pergi, biarkan saja pelayan itu, yang kita butuhkan sudah dapat." lelaki yang masuk dalam kamar Radit berhasil membius dan mengikat Radit dan membopongnya keluar kamar.

__ADS_1


"berhasil, akhirnya kita tidak dapat tamparan lagi dari nona bela" lelkai yang berusaha mendobrak kamar pelayan tadipun pergi.


mereka pun memasukan Radit yang masih tak sadarkan diri dalam mobil dan menuju tempat persembunyian Bella.


__ADS_2